Ilustrasi pilkada langsung (JIBI/Dok)

Pilkada Sukoharjo 2015 dari koalisi KSB menyatakan memagari diri dari upaya pembajakan dari partai lain. 

Solopos.com, SUKOHARJO Koalisi Sukoharjo Bangkit (KSB) memagari diri dari pembajakan partai politik lain yang ingin mengajak salah satu peserta berkoalisi. KSB menyatakan seluruh partai peserta sudah terikat, sehingga tidak akan mungkin keluar dari koalisi.

Ketua I Tim Pemenangan Haryanto-Agus Tri Raharjo (Harjo) KSB, M. Samrodin, saat ditemui Espos seusai takziyah di Pundungsari, Malangan, Bulu, Sukoharjo, Kamis (23/7/2015), menyampaikan seluruh partai peserta KSB, yakni Gerindra, Demokrat, Nasdem, dan PKS sangat solid.

Mereka telah terikat dalam sebuah memorandum of understanding (MoU) koalisi yang telah diteken oleh masing-masing partai. Inti dari MoU itu empat partai berkomitmen bergabung membentuk koalisi dan sepakat mengusung Harjo sebagai cabup-cawabup dalam Pilkada, 9 Desember mendatang. Artinya, sudah tidak ada kemungkinan lagi bagi peserta bisa keluar dari koalisi.

“Kami [peserta KSB] tidak bisa dibajak partai mana pun lagi. Sejak awal sudah saya sampaikan empat partai yang tergabung dalam KSB sudah terkunci dan akan mengusung Harjo. Harjo itu sendiri pun sudah harga mati,” kata politikus PKS itu.

Dia melanjutkan partai anggota KSB hanya tinggal menunggu penyerahan rekomendasi cabup-cawabup dari DPP masing-masing partai. Samrodin memastikan Minggu (26/7/2015) depan rekomendasi sudah diterima semua partai.

Dia menghargai upaya PAN dan PKB yang tetap memperjuangkan Ketua DPD PAN, Nurdin, sebagai cabup. Menurut anggota DPRD Sukoharjo tersebut PAN dan PKB masih bisa mengusung cabup-cawabup. Namun, bukan dalam posisi koalisi di poros baru. Kedua partai itu dapat mewujudkan keinginan mengusung calon jika bergabung dengan KSB. Hal itu berarti cabup-cawabup yang bisa diusung adalah Harjo.

“KSB membuka pintu bagi PKB dan PAN untuk bisa bergabung. Justru saya kira hal itu akan lebih bagus,” imbuh Samrodin.

Dia mengaku KSB masih terus berkomunikasi dengan partai parlemen yang belum menentukan sikap, baik dengan PAN, PKB, maupun Golkar. Muara dari komunikasi tersebut untuk membangun koalisi besar guna memperbesar kekuatan menghadapi PDIP yang akan mengusung petahana, Wardoyo Wijaya-Purwadi (Wardi).

Namun, Samrodin mengisyaratkan kemungkinan PAN akan bergabung dengan KSB lebih kecil dibanding peluang PKB. Sebab, dari beberapa kali komunikasi, PAN belum menunjukkan pertanda bersedia bergabung. Pada sisi lain, PKB sudah memberi sinyal positif.

“Golkar memang sudah menyatakan hanya akan menjadi partai pendukung. Tapi kami tetap berkomunikasi dengan Golkar. Kalau tidak bisa bergabung dengan KSB, setidaknya agar Golkar bersedia mendukung Harjo,” ulas anggota Komisi IV DPRD itu.

Cawabup yang diusung KSB, Agus Tri Raharjo, beberapa kali menyampaikan lebih baik partai yang belum menentukan sikap bergabung dengan KSB. Jika terealisasi berarti kekuatan KSB akan lebih besar. Alhasil, peluang Harjo untuk memenangi pilkada juga akan lebih besar.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten