Tutup Iklan

PILKADA SUKOHARJO 2015 : 670.808 Wong Sukoharjo Terdaftar dalam DPS

 Ketua KPU Sukoharjo, Kuswanto (tengah), memimpin rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih sementara (DPS) Pilkada 2015 di Kantor KPU Sukoharjo, Rabu (2/9/2015). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)

SOLOPOS.COM - Ketua KPU Sukoharjo, Kuswanto (tengah), memimpin rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih sementara (DPS) Pilkada 2015 di Kantor KPU Sukoharjo, Rabu (2/9/2015). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)

Pilkada SUkoharjo 2015 masuk ke tahapan penetapan DPS.

Solopos.com, SUKOHARJO — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo menetapkan daftar pemilih sementara (DPS) yang bakal berpartisipasi dalam pilkada, 9 Desember mendatang sebanyak 670.808 orang.

DPS ditetapkan dalam rapat pleno terbuka KPU bersama perwakilan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-kabupaten, tim pemenangan pasangan calon, dan panwaslu di Kantor KPU di Jl. Diponegoro No. 41B, Sukoharjo, Rabu (2/9/2015).

Ketua KPU Sukoharjo, Kuswanto, menyampaikan DPS didapat dari rekapitulasi coklit yang dilaksanakan Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP) di tingkat desa/kelurahan.

Data yang dicocokkan adalah hasil sinkronisasi daftar pemilih tetap pilpres 2014 dan daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dengan fakta di lapangan. Data DP4 terdapat 661.075 orang, sedangkan DPT pilpres tercatat ada 671.694 pemilih. Setelah disinkronisasi terdapat 742.821 pemilih.

Petugas mencatat nama warga yang sudah memiliki hak pilih namun dalam data belum masuk. Sebaliknya, petugas mencoret nama warga yang dalam data diketahui meninggal dunia, merantau, berusia kurang dari 17 tahun, dan lainnya.

Hasil coklit selanjutnya direkapitulasi lalu diserahkan kepada PPK. PPK kembali mencocokkan kemudian hasilnya direkapitulasi.

“Hasil rekapitulasi dari PPK lalu kita pleno-kan seperti sekarang ini [Rabu],” kata Kuswanto didampingi seluruh komisioner KPU.

Dia meminta PPK atau tim pemenangan jika mendapati ada warga yang sudah memiliki hak pilih namun belum masuk dalam DPS segera berkoordinasi dengan KPU, agar dapat ditindaklanjuti.

Penambahan data pemilih harus disertai bukti identitas warga yang bersangkutan dan informasi domisili tempat dia mencoblos. Atau warga yang merasa belum masuk dalam DPS bisa melapor secara pribadi ke KPU.

Anggota KPU Divisi Pemutakhiran Data Pemilih, Mulad Bayu Aji, menginformasikan berdasar hasil coklit terdapat 79.895 nama yang dicoret. Petugas mencoret karena yang bersangkutan meninggal dunia, tercatat di dua data (data ganda), pindah domisili, tidak dikenal, polisi atau TNI, dan lainnya.

Anggota Panwaslu, Moch. Sutopo, mengatakan panwas mengawasi proses coklit sejak dari proses tingkat desa/kelurahan hingga kecamatan.

Berdasar laporan dari Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) dan Panwascam, proses coklit tidak ada masalah. Rekapitulasi DPS yang dilakukan KPU menurut dia juga telah sesuai ketentuan.
“Tidak ada hal-hal yang mencurigakan,” kata lelaki yang akrab disapa Topo itu. (Rudi Hartono)

Baki 50.763 pemilih
Bendosari 50.051 pemilih
Bulu 28.303 pemilih
Gatak 37.859 pemilih
Grogol 87.130 pemilih
Kartasura 78.683 pemilih
Mojolaban 65.348 pemilih
Nguter 47.147 pemilih
Polokarto 62.916 pemilih
Sukoharjo 68.930 pemilih
Tawangsari 44.866 pemilih
Weru 48.812 pemilih
Jumlah 670.808 pemilih
Jumlah TPS 1.353 lokasi

Berita Terkait

Berita Terkini

4 Tanda Anda Tidak Bahagia Dilihat dari Sisi Psikologis

Seringkali kita mengartikan orang yang jarang tersenyum sebagai tanda tidak bahagia.

Massa Penolak Vaksinasi Merusak Posko dan Vaksin

Aksi penolak vaksinasi di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Ujong Serangga, Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya membuat kerusakan cukup parah.

Auuuuum...Warga Desa Guguk Tak Berani Lagi Berkebun

Auman harimau yang kerap terdengar membuat warga tak berani berkebun.

Tragis! Istri Dibunuh Suami Gara-Gara Sering Pergi Tanpa Pamit

Sering pergi dari rumah tanpa pamit, seorang istri meninggal dunia dianiaya sang suami.

Kapolri Ingin Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK jadi ASN Polri

Kapolri mengaku Jokowi mengabulkan permintaan agar 56 pegawai tak lolos TWK jadi ASN Polri.

Satgas Covid Persilakan Kampus Gelar PTM Terbatas

Pembelajaran tatap muka alias PTM terbatas diharapkan tidak hanya dilakukan oleh sekolah tingkat dasar hingga atas.

Per Oktober 2021, Aplikasi PeduliLindungi Bisa Diakses Melalui GoTo

Masyarakat bisa mengakses fitur aplikasi PeduliLindungi melalui platform digital lain

9 BUMD Sragen Diguyur Modal Rp25 Miliar Tahun Depan

Dari sembilan BUMD di Sragen, ada tiga BUMD berprestasi secara manajemen dengan mendapatkan penghargaan Top BUMD 2021 Bintang 4.

Realisasi Kegiatan di Grobogan Hingga Agustus Belum Capai Target

Realisasi kegiatan baik fisik maupun keuangan di Kabupaten Grobogan hingga Agustus 2021 belum sesuai target.

Duh..Dituding Bikin Sepi Dagangan, Vaksinasi Covid-19 Dibubarkan Massa

Massa marah karena dagangan mereka sepi dan vaksinasi Covid-19 dianggap sebagai penyebabnya.

Aneh! Anak di Madiun Melahirkan, Keluarga Sebut Dihamili Makhluk Halus

Aparat Polres Madiun menyelidiki dugaan kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang disebut melahirkan karena dihamili mahkluk halus.

Desa Sendang Wonogiri Terbaik Nasional, Ini Keunggulannya

Ada tiga hal yang dinilai pada ajang ini, yakni administrasi desa memiliki bobot 20, aktivasi dan akses masyarakat bobot 20, dan inovasi desa terkait pelayanan publik bobot 60.

Kisah Mobil Presiden Jokowi Dorong Mobil Mogok di Wilayah Banjir

Pria ini mengungkap kisah Presiden Joko Widodo pernah dorong mobil mogok saat tengok wilayah banjir.

Jumlah Sambungan Pelanggan Baru PLN di Boyolali Meningkat

Jumlah penyambungan ke pelanggan di Klaten dan Boyolali pada Agustus menyasar sekitar 5.000 pelanggan.