Bupati Sragen Yuni Sukowati menyampaikan Rancangan Nota Kesepakatan KUPA-PPAS APBD Perubahan 2017 di Gedung DPRD Sragen, Senin (28/8/2017). (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

Solopos.com, SRAGEN -- Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati benar-benar berniat maju kembali sebagai calon bupati (cabup) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 lewat PDIP.

Kakak kandung Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sragen itu mengirim utusan untuk mengambil formulir pendaftaran bakal cabup ke kantor DPC PDIP Sragen, baru-baru ini.

“Ya, aku sudah mengambil formulir kok. Hihihi jalur cepat. Nanti kalau mengembalikan saya kabari,” demikian pesan singkat Yuni, sapaan Bupati, lewat Whatsapp kepada Solopos.com, Kamis (19/9/2019) pagi.

Yuni enggan berkomentar soal keputusan permohonan rehabilitasi ke DPP PDIP. Yuni meminta Solopos.com menanyakan hal itu kepada Ketua DPC PDIP Sragen Untung Wibowo Sukowati.

Saat ditanya tentang peluang kembali berpasangan dengan Dedy Endriyatno yang berasal dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yuni mengatakan selama ini hubungan mereka baik-baik saja dan guyub rukun.

Yuni berharap hubungannya dengan Dedy terus begitu. “Doa dan ihtiar terus seiring sejalan. Semoga Allah memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Yuni mengetahui adanya silaturahmi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDIP di DPC PDIP Sragen, Kamis siang. Saat ditanya sepertinya untuk posisi cawabup dari kalangan kiai, Yuni menjawab diplomatis.

“Semua peluang itu pasti ada. Tugas kami berupaya maksimal mungkin dan berdoa memohon petunjuk-Nya,” ujarnya.

Sementara itu, Wabup Dedy Endriyatno menyatakan tetap menggunakan kendaraan PKS dalam Pilkada 2020. Namun Dedy belum berpikir untuk berkoalisi denga partai mana.

Dia memilih mengalir mengikuti arus sambil melihat perkembangan politik ke depan. Untuk keputusan PKS, Dedy meminta Solopos.com untuk bertanya kepada pengurus DPD PKS Sragen.

Sekretaris DPD PKS Sragen, Wahyudi, menyampaikan PKS masih mendengar dan menjaring arahan dari struktur partai, tokoh partai, kader, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk kepentingan Pilkada 2020.

Dia mengatakan PKS belum fokus pada nama tetapi nama Dedy Endriyatno memang tetap diusung PKS tetapi tahapannya masih berproses di Tim Pemenengan Pemilu (TPP) Pilkada PKS.

“Dalam penjaringan itu, PKS mendorong Yuni dan Dedy menyelesaikan Guyup Rukun Membangun Sukowati,” ujarnya.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten