Pilkada Sragen 2020, Yuni Diprediksi Maju Lewat PDIP

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SRAGEN — Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati diprediksi tidak akan maju Pilkada 2020 lewat Partai Gerindra yang mengusungkan pada pilkada sebelumnya, melainkan lewat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Peluang Yuni maju lewat PDIP lantaran adik kandungnya Untung Wibowo Sukowati secara definitif menjadi Ketua DPC PDIP Sragen. Prediksi tersebut disampaikan pengamat politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto, saat dihubungi Solopos.com, Rabu (7/8/2019).

Agus membaca PDIP tidak cukup percaya diri mengusung kader sendiri tetapi tertarik dengan figur petahana yang sudah menjabat Bupati selama empat tahun terakhir. Yuni, sapaan Bupati, berangkat jadi Bupati Sragen lewat Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Sampai sekarang, Agus menilai ketokohan Yuni masih memesona partai lain dalam Pilkada Sragen. “Kalau saya jadi PDIP tetap ikut mencalonkan diri sekalipun harus koalisi dengan Gerindra. Tetapi bila melihat Yuni untuk jadi kutu loncat keluar dari Gerindra dan masuk PDIP itu kemungkinannya 60%. Soalnya keberadaan Yuni sebagai Bupati itu tidak menguntungkan Gerindra tetapi cenderung menguntungkan PDIP,” ujar Agus.

Agus melihat Gerindra tidak akan mempertahankan Yuni karena tidak menguntungkan secara langsung bagi Gerindra. Buktinya hasil Pemilu Legislatif 2019 kursi Gerindra tidak berubah dan justru PDIP bertambah dua kursi.

Dia mengatakan ketika melepas Yuni barangkali Gerindra bisa mendapatkan sesuatu secara politis. Agus menilai figur Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno kemungkinan masih bertahan dengan Yuni.

Agus menyatakan pasangan Yuni-Dedy sampai sekarang masih menjadi pasangan ideal. Dedy yang merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di mata Agus lebih supel daripada kader PKS lainnya.

Di sisi lain, Agus mengetahui Yuni-Dedy masih ada chemistry jika dilihat dari foto-foto yang terpampang belakangan masih selalu berdua. “Politik itu tidak selalu menang dan kalah tetapi harus memperhitungkan chemistry juga. Kalau pendamping Yuni dari kelembagaan partai belum jaminan bisa chemistry. Semua tergantung Yuni mau pilih chemistry yang ada atau memilih lewat kelembagaan partai,” ujarnya.

Dari fakta-fakta politik tersebut, Agus menyampaikan peluang koalisi PDIP, Gerindra, dan PKS terbuka lebar. Meskipun isu yang beredar dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga mulai menyiapkan figur pendamping Yuni.

Secara politis, menurut Agus, Yuni lebih beruntung memilih Dedy daripada calon lain karena peluang Dedy untuk maju sebagai calon bupati itu relatif kecil.

Pengamat politik Sragen yang juga sukarelawan Yuni-Dedy, Saiful Hidayat, saat ditemui Solopos.com belum lama ini mengakui figur Yuni masih kuat meskipun ada kelemahan-kelemahan selama memimpin Sragen.

Saiful melihat satu periode yang hanya tiga tahun ke depan menjadi problem bagi rival Yuni. Saiful mengatakan kalau Yuni maju lewat PDIP, ada peluang partai di luar PDIP bisa bersatu dalam koalisi.

“Saya kira PKS, Gerindra, PAN, Golkar, dan Demokrat tidak mungkin bersatu dengan PDIP. Kalau Yuni dan Dedy pisah maka bisa berpeluang adanya calon lain. Peluang itu ada karena ada isu figur dari Nahdlatul Ulama yang bakal disandingkan dengan Yuni,” katanya.

Sementara itu, Bupati Yuni belum mengambil keputusan mau maju lewat partai mana dalam Pilkada 2020 mendatang. Kini, Yuni masih fokus beribadah haji di Tanah Suci.

“Kalau saya sudah memutuskan, saya kabari,” tulis Yuni dalam pesan singkatnya lewat Whatsapp kepada Solopos.com, Selasa (6/8/2019) malam.

Sebelumnya, Sekretaris DPC PDIP Sragen Suparno mengatakan insya Allah Yuni akan maju pilkada lewat PDIP. Namun Suparno masih menunggu keputusan dari hasil kongres PDIP.

Bendahara PDIP Sragen Sugiyamto pun enggan berkomentar soal peluang Yuni ke PDIP karena masih menunggu hasil kongres PDIP.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Mudah Kok, Ini 6 Cara Mendapatkan Uang dari Tiktok

Tidak hanya untuk iseng atau bersenang-senang, aplikasi populer Tiktok dengan durasi video pendek ini juga bisa menghasilkan uang secara online.

Karanganyar Punya Pabrik Produksi APD di Gondangrejo, Langganan Kemenkes dan RS di Indonesia

Kabupaten Karanganyar memiliki pabrik yang memproduksi alat pelindung diri (APD) berskala nasional, PT Natatex Jaya Garmindo.

Persis Solo Jadi Tim Unggulan Liga 2, Rival Punya Motivasi Tambahan

Atta Halilintar menegaskan timnya tetap optimistis meski berada di Grup C yang notabene grup neraka.

Pengumuman! PLN Perpanjang Promo Diskon Tambah Daya

Program PLN yang menawarkan diskon tambah daya kepada para pelanggannya ini diluncurkan untuk menyambut HUT ke-76 Kemerdekaan RI.

Dikunjungi Kepala Bappenas, Bupati Karanganyar Curhat Pembangunan RSUD Enggak Kelar-Kelar

Bupati Juliyatmono meminta Kepala PPN/Bappenas membantu mengingatkan kementerian terkait soal penyelesaian pembangunan RSUD Karanganyar.

Haduh! Dua Cincin Nyangkut di Alat Kelamin Suami, Kok Bisa Sih?

Waduh seorang suami di Malaysia harus dilarikan ke rumah sakit karena alat kelami atau penisnya tersangkut dua buah cincin.

Pengerjaan Proyek Koridor Jl Juanda Solo Senilai Rp4,3 Miliar Molor, Kontraktor Didenda

Kontraktor pelaksana proyek koridor Jl Juanda Solo tahap II senilai Rp4,3 miliar dikenai denda sekitar Rp32 juta lantaran terlambat menyelesaikan pengerjaan proyek.

Ansari Kadir, Dulu Sering Gagal Bisnis Kini Punya 100 Outlet

Kini Sang Pisang telah memiliki 100 outlet termasuk di Malaysia.

Tikus Pithi Disebut Organisasi Tak Jelas saat Lawan Gibran di Pilkada Solo, Tuntas Subagyo Berang

Tuntas Subagyo tersinggung dengan pernyataan Refly Harun yang menyebut Tikus Pithi sebagai organisasi tidak jelas saat melawan Gibran di Pilkada Solo.

Hukum Onani dengan Bantuan Istri dalam Islam, Apakah Diperbolehkan?

Di bawah ini terdapat penjelasan mengenai hukum onani dengan bantuan tangan istri menurut Islam. Apakah diperbolehkan atau dilarang?

Sponsor Persis Solo Berlimpah, Ini Jumlah dan Macamnya

Keberadaan Kaesang Pangarep bak magnet yang mendorong Persis Solo memiliki finansial berlimpah.

Hasil Liga 1 2021-2022: Derbi Kalimatan, Borneo FC vs Barito Putera Bermain Imbang 1-1

Barito Putera unggul lebih dahulu lewat gol yang dicetak Muhammad Luthfi Kamal

Bukti Keberhasilan Pemberdayaan BUMDes, Semen Gresik Raih Nusantara CSR Awards 2021

Program CSR Semen Gresik telah memberikan kebermanfaatan, diantaranya mendorong penurunan angka kemiskinan di area perusahaan.

Petugas DLHK dan Polisi Klaten Cek Air Saluran Irigasi yang Berubah Merah, Hasilnya?

Petugas dari DLHK dan Polres Klaten mengambil sampel air di saluran irigasi yang sebelumnya dikabarkan berubah warna menjadi merah.

Pemkab Sukoharjo Bantu Biaya Pendidikan Anak Pasutri Tinggal di Kolong Meja Wedangan Kartasura

Pemkab Sukoharjo akan memberikan bantuan biaya pendidikan kepada anak dari pasangan suami istri Cahyo Yulianto, 50 dan Wiwin Haryati, 48.