Pilkada Solo: Verifikasi Faktual Dimulai, Paslon Bajo Kerahkan Ratusan Pendamping
Pasangan bakal cawali-cawawali Solo dari jalur perseorangan, Bagyo Wahyono (tengah) dan FX Supardjo (kedua dari kanan) saat penyerahan APD kepada tim pendamping proses verifikasi faktual dukungan oleh KPU Solo, Jumat (26/6/2020) siang. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Tahap verifikasi faktual (verfak) dukungan pasangan calon atau paslon jalur perseorangan Pilkada Solo, Bagyo Wahyono-FX Supardjo alias Bajo, dimulai Minggu (28/6/2020).

Verfak akan dilakukan tim verifikator dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo. Tim verifikator akan menyasar 35.142 pendukung pasangan Bajo yang tersebar di lima kecamatan dengan mendatangi langsung kediaman mereka atau secara face to face.

Proses itu ditargetkan rampung dalam 14 hari terhitung sejak Minggu. Untuk menyukseskan tahapan itu, Tim Pemenangan Bajo telah menyiapkan tim pendamping untuk membantu proses verifikasi di lapangan.

Jadi 89, Tambahan 1 Kasus Baru Positif Covid-19 dari Kecamatan Sukoharjo

Tim pendamping verifikasi faktual syarat dukungan paslon bajo di Pilkada Solo itu dibekali dengan alat pelindung diri (APD) untuk pencegahan penularan Covid-19.

“KPU Solo mengerahkan 268 personel, maka kami berusaha mengimbangi agar satu personel kami bisa melayani satu personel dari tim verifikator,” terang Budi Yuwono, Penanggung Jawab Tim Pemenangan Pasangan Bajo, seusai penyerahan APD kepada tim pendamping di Rumah Pemenangan pasangan itu, Jumat (26/6/2020) siang.

KA Prameks Jogja-Solo Setop Beroperasi Akhir 2020, Ini Penggantinya

Menurut Budi, tugas tim pendamping menunjukkan alamat pendukung Bajo yang akan diverifikasi tim dari KPU Solo.

Tidak Kesulitan Menemukan Warga

Dengan begitu diharapkan tim verifikator dukungan paslon bajo di Pilkada Solo dari KPU tidak kesulitan menemukan warga yang akan diverifikasi. “Kami sudah bekali tim pendamping tentang apa yang harus dilakukan nanti,” imbuh dia.

Perhutani Simulasikan New Normal di Wana Wisata Kedung Ombo Kedung Cinta Boyolali, Segera Dibuka?

Disinggung APD yang diberikan kepada tim pendamping verifikasi, menurut Budi, ada sabun cuci tangan, masker, face shield, hingga sarung tangan. APD itu harus dipakai seluruh tim pendamping selama bertugas membantu tim verifikator KPU.

Hal itu terkait kewajiban menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Ihwal sumber dana pengadaan APD tersebut, Budi menyebut dari iuran tim pemenangan paslon Bajo di Pilkada Solo dan anggota komunitas.

Puluhan Kader Nyatakan Dukung Gibran di Pilkada 2020, Ini Tanggapan DPC PDIP Solo

Namun, Budi enggan menyebutkan berapa nominal dana yang dikumpulkan untuk pengadaan berbagai jenis APD itu. “Yang jelas ini semua berasal dari iuran teman-teman Tikus Pithi Hanata Baris,” sambung dia.

Cawali Solo dari jalur perseorangan, Bagyo Wahyono, berpesan agar seluruh tim pendamping bekerja secara optimal membantu tim verifikator KPU. Termasuk dengan tertib dalam penggunaan APD dan berlaku sopan selama bertugas.

10 Orang Siap Jadi Pendonor Plasma Darah Untuk Obati Pasien Covid-19 di Solo

Dengan begitu diharapkan proses verifikasi bisa berjalan lancar dan tertib. Penggunaan APD, menurut Bagyo, sebagai bentuk iktikad baik timnya mengikuti anjuran pemerintah memutus mata rantai persebaran Covid-19.

"Di masa pandemi seperti sekarang kita harus menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Pesan saya, tim pendamping selalu bersikap sopan, menjaga etika di tengah masyarakat,” seru dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom