Pilkada Solo: Tak Langgar Aturan, Saksi Bajo Semua dari Luar Kota

Ormas Tikus Pithi Hanata Baris mendatangkan dari luar kota semua saksi paslon nomor urut 02, Bajo, dan itu tidak menyalahi aturan.

SOLOPOS.COM - Ketua Ormas Panji-Panji Hati atau Tikus Pithi Hanata Baris, Tuntas Subagyo, saat memberikan pernyataan resmi di video yang diunggah channel Youtube GTS. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Ketua Ormas Tikus Pithi Hanata Baris selaku pengusung pasangan calon nomor urut  02, Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo), Tuntas Subagyo, menyebut semua saksi mereka memang berasal dari luar kota. Hal itu diperbolehkan dan tidak melanggar Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

Mereka hanya disyaratkan membawa surat mandat (tugas) dan hasil uji cepat (rapid test). Ia mengaku 5.000-an orang dari luar daerah didatangkan ke Solo untuk mengawal pelaksanaan Pilkada Solo 2020.

“Ribuan orang itu menjadi saksi, kami kawal suaranya. Kami optimistis Bajo mendulang banyak suara. Strateginya memang kami mendatangkan orang dari luar kota, utamanya Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jogja. Mereka sudah sesuai aturan dan diperbolehkan, kenapa dipermasalahkan saat pelaksanaan,” kata dia, saat dihubungi Solopos.com, Rabu (9/12/2020) siang.

Pilkada Solo: Habis Nyoblos, Wali Kota Rudy Debat dengan Saksi Bajo

Tuntas menyayangkan tindakan yang dilakukan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, yang meminta saksinya keluar dari area tempat pemungutan suara (TPS). Alasan timnya mendatangkan saksi dari luar kota adalah karena psikologis Solo sebagai basis PDIP. Kekhawatirannya, saksi asal Solo bakal mendapatkan tekanan luar biasa di TPS.

“Kami datangkan saksi dari luar kota karena mereka enggak tahu seperti apa tujuannya itu. Kedua, kami terapkan mbuh piye carane (entah bagaimana caranya), kami ingin sengkuyung calon kami Bajo itu. Secara operasional, sosialisasi di masyarakat, kami ingin punya andil. Ini paling jauh dari Banyuwangi, Brebes, Pekalongan, dan sebagainya. Sedangkan tim kami yang di Solo hanya mengarahkan, menyamankan, saksi dari luar kota itu,” beber Tuntas.

Cerita Saksi Bajo di Pilkada Solo: Datang dari Kudus, Keluar Duit Sendiri untuk Biaya Perjalanan

Tidak Boleh Ditolak

Ia mengakui sempat ada keributan di daerah Jebres pada Selasa (8/12/2020) malam. Saksi dari luar kota sempat akan menggunakan gedung pendidikan untuk menginap, namun dilarang oleh warga sekitar. Bangunan pendidikan dilarang untuk kegiatan politik, sehingga saksi tidak diperbolehkan menginap di sana. “Kami menyadari, akhirnya kami pindah ke hotel. Kami enggak sulit kok, pindah ya, pindah,” ucapnya.

Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, menegaskan saksi diperbolehkan dari luar kota dengan ketentuan membawa surat mandat dari pasangan calon atau tim pemenangan. Kemudian menunjukkan surat uji cepat Covid-19. Jika tidak membawa salah satunya, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) bisa menolak.

Pilkada Solo: Tampil Modis, Serlly Temani Cawawali Teguh Nyoblos di TPS Baluwarti

“Kalau soal dari luar kota, tidak bisa ditolak karena tak ada di PKPU bahwa saksi harus dari daerah pemilih atau TPS setempat. Sejak Rabu pagi, memang ada komplain ditolak karena dari luar kota. Aturannya kalau tidak membawa hasil rapid boleh ditolak, tapi kalau hanya dari luar kota tidak boleh ditolak,” kata dia, terpisah.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Solo, Budi Wahyono, mengaku sudah mendapat laporan terkait saksi Bajo asal luar kota yang ditolak di TPS. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan KPPS untuk menerima saksi tersebut selama membawa surat mandat dari tim pemenangan dan surat uji cepat atau rapid test. “Memang ada informasi dari KPPS yang menolak karena mereka dari luar kota. Tapi, kami mencoba memberi pemahaman dan akhirnya bisa menerima,” ucapnya.

Berita Terbaru

Bawaslu Jateng Telusuri Politik Uang Pilkada di Empat Kabupaten, Mana Saja?

Solopos.com, SEMARANG--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menelusuri dugaan praktik politik uang yang terjadi pada pilkada serentak...

Beda Quick Count KPU, Partai Demokrat Klaim Menang di Pilkada Rembang

Solopos.com, SALATIGA — Partai Demokrat mengklaim meraih kemenangan pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Padahal hasil...

Harta Rp22 Miliar, Sahrul Gunawan Hanya Punya 1 Mobil

Solopos.com, JAKARTA -- Calon Wakil Bupati Bandung, Jawa Barat, Sahrul Gunawan untuk sementara unggul dalam hitung cepat Pilkada Bandung...

Sahrul Gunawan: Gagal di Pemilu Legislatif, Berjaya di Pilkada Bandung

Solopos.com, JAKARTA -- Artis sekaligus penyanyi Sahrul Gunawan yang menjadi calon Wakil Bupati Bandung, Jawa Barat, untuk sementara unggul...

Tak Bertuan, 32.772 Lembar Formulir C Pemberitahuan Dikembalikan

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak 32.772 lembar formulir model C pemberitahuan sebagai undangan bagi pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT)...

Keluarga Kalla Kalah dalam Pilkada Makassar?

Solopos.com, JAKARTA — Pemilihan umum kepala daerah di Kota Makassar diikuti empat pasangan calon yang memperebutkan kursi wali kota...

Partai Demokrat Sementara Menangi 44% Pilgub 2020

Solopos.com, JAKARTA — Sekretaris Badan Pemenangan Pemilihan Umum Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengklaim menang di empat dari sembilan provinsi...

Berkat Sosialisasi di Masjid, Partisipasi Pemilih Pilkada Wonogiri Tinggi

Solopos.com, WONOGIRI — Komisi Pemilihan Umum Wonogiri mengklaim tingkat partisipasi pemilihan kepala daerah atau Pilkada Wonogiri 71,26 persen berdasar...

Sri Mulyani Ungkap Kunci Sukses Dongkrak Suara di Pilkada Klaten 2020

Solopos.com, KLATEN - Pasangan Sri Mulyani-Yoga Hardaya unggul atas lawan-lawannya berdasarkan hitung cepat Desk Pilkada Pemkab Klaten. Sri Mulyani...

Pilkada Klaten: Mulyo Unggul di 23 Kecamatan, ORI 2 Kecamatan, ABY-HJT 1 Kecamatan

Solopos.com, KLATEN – Pasangan calon bupati (cabup)-calon wakil bupati (cawabup) Klaten, Sri Mulyani-Yoga Hardaya atau Mulyo, menang di 23...