Gibran Rakabuming Raka (kiri) tiba di Loji Gandrung Solo, Rabu (18/9/2019). (Solopos-Mariyana Ricky P.D.)

Solopos.com, SOLO -- Pernyataan anak sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, yang telah menyiapkan skenario terkait transisi statusnya sebagai pengusaha menjadi politikus, disambut gembira kalangan muda di Kota Solo.

Pernyataan tersebut dinilai sebagai kode keras bahwa Gibran bakal meramaikan pesta demokrasi lima tahunan Kota Bengawan. Seperti disampaikan Ketua Brigade #01, Diah Warih Anjari saat dimintai komentarnya, Senin (7/10).

“Ini merupakan sinyal kuat bahwa Mas Gibran akan melakukan serius seluruh tahapan pilkada Solo serta allout dalam dunia politik. Sebagai bagian dari kaum milenial saya tentu mendukung sepenuhnya langkah Gibran,” ujar dia.

Menurut Diah Warih, totalitas dalam politik merupakan keharusan. Tidak mudah mendapatkan mandat dari rakyat bila tak dilandasi totalitas.

“Apa yang disampaikan Mas Gibran menunjukkan kematangan cara berpikirnya,” kata dia.

Diah Warih menambahkan kematangan cara berpikir Gibran sudah terlihat dari usahanya membesarkan bisnis Markobar. Pendekatan yang sama diharapkan Diah bisa dilakukan untuk mengangkat Solo dengan segala potensinya di mata dunia internasional.

“Mas Gibran sudah berbuat nyata, tidak sekedar retorika. Tentu saja kami dukung penuh,”urai Diah Warih.

Sebelumnya, Gibran saat ditemui di acara Jakarta Culinary Feastival di Senayan, Jakarta, Minggu (6/10/2019), buka-bukaan perihal preferensinya memilih politik dalam waktu dekat.

"Ya, harus gitu," tutur Gibran saat ditanyai tentang fokusnya di bidang politik yang dikutip dari bisnis.com.

"Kalau usaha bisnis kan bisa dijalankan orang lain. Sekarang kan Kaesang sudah lulus, sudah bisa saya delegasikan ke Kaesang. Minggu depan dia lulus," tambah Gibran.

Sebagian besar usaha yang dijalankannya bersama Kaesang Pangarep, adiknya, termasuk Mangkok Ku, Ternak Kopi, Goola hingga makanan ringan dengan brand Siap Mas!, ia sebutkan akan diturunkannya pada Kaesang seandainya ia mencalonkan diri dalam Pilkada di wilayah Solo.

"Ya, sebagian besar akan di-manage oleh Kaesang. Ntar aja, belum waktunya. Pilkada masih lama," sambung Gibran.

Gibran mengakui dirinya sudah memiliki Kartu Tanda Anggota PDIP. Namun, ia tidak pernah berbincang pada ayahnya perihal pencalonan dirinya dalam Pilkada Solo.

"Nggak ada urusannya sama bapak," tutupnya.

Pada bagian lain, Anggota Dewan Penasihat DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Solo, Antonius Yogo Prabowo, mengaku sinyal Gibran akan maju dalam Pilkada Solo segera direspons dengan langkah meminang ayah dari Jan Ethes itu.

“Beberapa waktu terakhir sebenarnya kami sudah berpikir bagaimana untuk meminang Mas Gibran sebagai cawali Solo dari PSI. Dengan apa yang disampaikan Mas Gibran di media massa, kami segera matangkan rencana tersebut,” ujar dia.

Yogo menilai mestinya ke depan Gibran tidak lagi berbicara perihal pencalonannya dalam Pilkada Solo 2020. Akan lebih strategis bila Gibran dan timnya mulai menyampaikan visi misi dan rencana kerjanya dalam membangun Kota Solo.

“Kami akan bantu sosialisasikan program dan ide solusi yang Mas Gibran tawarkan bagi beragam permasalahan yang dihadapi. Mohon doanya, semoga di bulan Oktober ini kami sudah bisa deklarasi dukungan untuk Mas Gibran,” kata dia.

Diberitakan Solopos, langkah Gibran mendaftarkan diri sebagai cawali melalui DPC PDIP Solo tertutup menyusul sikap Ketua DPC PDIP Solo F.X. Hadi Rudyatmo yang hanya mengusulkan pasangan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa ke DPP PDIP.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten