Tutup Iklan
Pilkada Solo: Rekomendasi Calon Wali Kota Dari PDIP Ditunda, Ini Tanggapan Purnomo
Bakal calon wali kota Solo, Achmad Purnomo, tengah menanti giliran fit and propher test di Panti Marhaen, Jalan Brigjen Sudiarto, Kota Semarang, Sabtu (21/12/2019). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)

Solopos.com, SOLO -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak mengumumkan rekomendasi bagi calon kepala daerah yang akan diusung pada pilkada serentak 2020 hingga Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I ditutup, Minggu (12/1/2020).

Calon wali kota usulan DPC PDIP Solo, Achmad Purnomo, yang menghadiri rakernas di Jakarta itu membeberkan hasil pertemuan tahunan itu, termasuk kisi-kisi rekomendasi calon kepala daerah sesuai keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Secara pribadi, saya berharap Rakernas menyampaikan rekomendasi pencalonan kepala daerah. Namun, ternyata ditunda,” kata dia saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (13/1/2020) pagi.

Purnomo, sapaan akrabnya, mengatakan keputusan soal rekomendasi itu rupanya juga ditunggu dan diusulkan daerah lain. Namun, seluruhnya ditunda karena bencana yang melanda sejumlah daerah.

Kenangan Guru dan Murid MTsN 2 Solo tentang Asta: Anaknya Baik dan Banyak Temannya

“Enggak hanya di Solo, tapi semuanya ditunda, sebab kondisi sekarang ini kan banyak daerah yang sedang terjadi bencana. Saya nggak tahu kalau yang ditunda itu [cuma] Solo dan Medan. Tapi, toh kenyataannya semua daerah belum diumumkan,” ucapnya.

Pria 71 tahun itu enggan menanggapi kabar yang berembus soal rekomendasi akan jatuh ke tangan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka.

“Ya Ibu Ketua Umum [Megawati Soekarnoputri] kan mengimbau agar kepemimpinan berjiwa muda. Menurut saya arti kata muda itu berada dalam pikiran, belum tentu muda pikirannya muda, sebaliknya tua pikirannya juga bisa maju,” kata dia.

Purnomo mengaku tetap optimistis DPP akan mendengarkan suara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang mengusung dia dan Teguh Prakosa. Kendati begitu, pria yang saat ini menjabat Wakil Wali Kota Solo itu menyebut Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Tengah telah melakukan survei di seluruh daerah yang akan menjalankan pilkada serentak.

Partai mengevaluasi dan membahas hasil survei di daerah-daerah tersebut, kecuali Solo.

Gadis 14 Tahun Meninggal Dalam Kecelakaan di Karanganyar, 2 Sopir Mobil Diperiksa Polisi

“Sepekan sebelum Rakernas, kami semua diundang ke Semarang. Semua daerah sudah bisa dievaluasi, Wonogiri dan Boyolali juga. Tapi katanya Solo belum saatnya. Tidak dipaparkan di situ. Ada orang DPC juga yang hadir. Tapi katanya Solo belum saatnya keluar,” kata Purnomo.

Dia tak mengetahui alasan hasil survei Solo tidak dipaparkan dalam rapat tersebut. “Katanya belum kondusif atau bagaimana. Enggak tahu saya. Pokoknya masih belum. Sambil ketawa Pak Bambang [Bambang Wuryanto, Ketua DPD Jawa Tengah] ngomong begitu. Dalam rapat itu, saya yang datang. Sebenarnya, kepala daerah yang dipanggil. Tapi Pak Rudy enggak datang,” tutupnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom

Pasang Baliho