Pilkada Solo: Purnomo Yakin Kantongi Rekomendasi PDIP, Pengumuman 23 Februari
Achmad Purnomo, Puan Maharani, Gibran Rakabuming Raka, dan Teguh Prakosa di DPP PDIP seusai fit and proper test, Senin (10/2/2020). (Antara)

Solopos.com, SOLO -- Achmad Purnomo yakin bakal mengantongi rekomendasi sebagai calon wali kota (cawali) dari DPP PDIP pada Pilkada Solo 2020 mendatang. Keyakinan itu didapat setelah dirinya mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Jakarta, Senin (10/2/2020).

Kepada wartawan, Purnomo menyebut rekomendasi kemungkinan disampaikan pada 23 Februari bersamaan dengan daerah lain.

“Saya melihat proses yang harus dijalani jadi saya tahu persis. Selain didukung DPC, saya juga didukung masyarakat nonpartai. DPP pasti mempelajari suara arus bawah kemudian mempertimbangkannya,” kata Wakil Wali Kota Solo itu saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/2/2020).

Lucinta Luna Ditangkap Terkait Narkoba, Hasil Tes Urine Positif

Purnomo mengaku sempat meminta DPP PDIP  menyampaikan rekomendasi secepatnya. Hal itu dilakukan agar masyarakat Solo tidak terombang-ambing menunggu rekomendasi.

“Mereka bilang, iya, secepatnya. Karena kalau berlarut-larut ya kondisi Solo akan seperti ini terus. Informasi tidak resmi, akhir bulan ini 23 Februari bareng daerah lain. Tapi, belum tentu Solo masuk [diumumkan hari itu]. Saya enggak peduli isu berbagai pihak, saya masih optimistis [dapat rekomendasi],” bebernya.

Pembuang Bayi Laki-Laki di Saluran Irigasi Daleman Klaten Tertangkap, Ibunya?

Saat dipanggil ke Jakarta, Purnomo mengaku diuji tiga orang, yakni Puan Maharani, Sekretaris Jendral (Sekjen) PDIP Hasto Christiyanto, dan Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang Wuryanto. Ia diwawancarai selama setengah jam dengan pertanyaan seputar rekomendasi.

“Kalau rekomendasi tidak untuk saya bagaimana, kalau untuk saya, bagaimana. Ya, saya jawab. Tidak ada yang istimewa. Hanya sekitar 15 sampai 20 menit. Setelah itu gantian dengan Pak Teguh [Prakosa] dan Mas Gibran [Rakabuming Raka],” tandasnya.

Ajaib! Air Sumur Bor di Krendowahono Karanganyar Bisa Terbakar

Pertanyaan lain yang diajukan adalah soal tawaran dari partai lain. Purnomo mengakui ia sempat didatangi tokoh partai lain maupun masyarakat untuk mengambil langkah berbeda apabila tidak mendapatkan rekomendasi dari DPP.

Ia menyebut tak punya gambaran selain mencalonkan diri dari PDIP. “Saya sampaikan, kalau semua yang datang hanya saya dengarkan karena saya tetap kader PDIP,” kata dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho