Farid Sunarto (Facebook)

Solopos.com, SOLO -- Suhu politik di Kota Solo memanas menjelang pilkada Solo 2020, menyusul Gibran Rakabuming Raka putra Presiden Jokowi yang digadang-gadang maju sebagai Wali Kota Solo. Padahal DPC PDIP Solo telah menetapkan calon tunggal yang diajukan ke DPP PDIP untuk maju dalam Pilkada Solo yakni Achmad Purnomo-Teguh Prakosa (Purnomo-Teguh).

Pegiat Purnomo Centre, Farid Sunarto, mengkritik keras langkah serius yang akan dilakukan Gibran maju Pilkada Solo. Bahkan Farid menyebut cara berburu kekuasaan yang dilakukan Gibran barbar dengan melanggengkan politik dinasti.

Farid Sunarto yang juga sahabat Purnomo ketika dimintai tanggapannya, Rabu (9/10/2019), mengkritik langkah Gibran mengikuti penjaringan cawali Solo melalui PDIP berpotensi menelikung pasangan Purnomo-Teguh yang dinilainya sebagai pejuang PDIP.

“Kasihan Pak Purnomo dan Pak Teguh jika ditelikung. Saya dan Pak Purnomo sahabat dekat, seperti bapak anak,” ujarnya.

Gibran dan Achmad Purnomo saat ini bertarung ketat dalam memperebutkan rekomendasi cawali Solo dari DPP PDIP. Purnomo didukung jajaran kader PDIP Solo, sedangkan Gibran didukung sejumlah pengurus DPP PDIP.

Sebelumnya kritikan pedas Farid disampaikan dalam status Whatsapp (WA)-nya, Selasa (8/10/2019) malam. Farid mengunggah capture halaman 1 Koran Solopos yang berjudul Keseriusan Gibran Disambut, Henry Siap Berduet. Capture foto itu disertai teks, "Kalo caramu berburu kekuasaan ala barbar melanggengkan dinasti ayahmu serius...Aku melawan serius....Kita Lihat Siapa yang menang...!"

Kepada Solopos.com, Farid mengakui status WA tersebut diunggahnya pada Selasa malam. Sontak saja status WA Farid mengundang cukup banyak respons.

Tanggapan Serius

Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Solo, Muhammad Bilal menyebut secara substansi, politikus muda itu menilai sah-sah saja bila Gibran sebagai warga negara Indonesia berproses menuju Pilkada Solo 2020.

Tidak ada regulasi yang melarang bagi anak Presiden untuk meramaikan bursa pemilihan kepala daerah. Apalagi pada akhirnya yang menentukan siapa yang akan duduk di kursi kepala daerah bukan lah satu atau dua orang saja.

Melainkan sikap mayoritas warga Solo yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) dan datang mencoblos di TPS. “Kalau rakyat menghendaki, dan saat pilihan ternyata menang, mau apalagi. Itu adalah keputusan rakyat,” ujar dia.

Bilal justru menilai pernyataan Farid Sunarto di status WA nya menyiratkan rasa takut yang mendalam akan sosok Gibran. Rasa takut akan sosok yang memang mempunyai kapasitas dan potensi memimpin Solo ke depan.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten