Pilkada Solo: Paslon Hanya Boleh Gelar Kampanye Terbuka 1 Kali

Pelaksanaan debat publik nantinya tidak diperbolehkan mendatangkan pendukung.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi kampanye (Solopos-Whisnupaksa Kridhangkara)

Solopos.com, SOLO — Pasangan calon atau paslon peserta pilkada kali ini hanya diperbolehkan menggelar rapat umum terbuka satu kali selama masa kampanye. Sisanya, mereka diminta memaksimalkan kampanye daring.

Ketentuan itu mengacu pada revisi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), utamanya pada poin kampanye yang diatur menyesuaikan Pandemi Covid-19.

Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, mengatakan tatap muka dialog diperbolehkan tapi tetap harus menerapkan protokol kesehatan, pesertanya maksimal 50 orang.

10 Berita Terpopuler : 3 Kuliner Langganan Titiek Soeharto di Solo

"Rapat umum terbuka paling banyak dihadiri 100 orang, dilaksanakan di ruang terbuka, hanya sekali. Jadwalnya nanti kami yang menentukan," kata dia, kepada wartawan, Rabu (9/9/2020) sore.

Sesuai ketentuan KPU, lanjut Nurul, masa kampanye berlangsung tiga hari setelah ditetapkan sebagai paslon resmi hingga 14 hari sebelum masa tenang.

Nurul Sutarti mengatakan saat ini pihaknya tengah menunggu hasil tes kesehatan yang bakal diterima pada Sabtu (12/9/2020).

Solopos Hari Ini: Daerah Juga Kritis

Sesudah berkas kesehatan dan lainnya terkumpul, tambah dia, paslon diberi waktu dua hari pada 13-14 September 2020 untuk melakukan perbaikan jika ada syarat yang kurang.

Pelaksanaan Debat Publik

Maksimal pengumpulan berkas kembali pada 16 September 2020, lalu verifikasi.

"Hasil tes kesehatan tersebut kami hanya memberikan informasi memenuhi syarat (MS) atau tidak memenuhi syarat (TMS). Pengumuman dilakukan 23 September, kemudian 24 September pengundian nomor urut paslon, 25 September penyampaian dana kampanye, 26 September mulai kampanye, rapat umum, serta promosi di media massa,” jelas Nurul.

Anak, Bumil & Lansia Dilarang Masuk, Pengunjung Mal di Solo Turun  50%

Lebih lanjut, Nurul menyebut pelaksanaan debat publik nantinya tidak diperbolehkan mendatangkan pendukung. Hanya dihadiri paslon berikut timnya, serta dari KPU yang maksimal hanya boleh dihadiri 50 orang.

"Kami berkontak dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) intinya penyelenggara pemilihan, baik dari tokoh paslon dan timnya harus lebih ketat melaksanakan protokol kesehatan untuk pengendalian Covid-19. Jangan sampai pelaksanaan pemilihan jadi klaster baru," ucap Nurul.

Hari Ini Dalam Sejarah: 11 September 2001, Amerika Serikat Diserang Al-Qaeda

Dijumpai terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengaku tak akan menggelar kampanye terbuka.

"Aturan baru aku ora nganggo [tidak mengadakan] rapat terbuka. Tertutup terus. Per kelurahan paling hanya 100-200 orang, begitu. Kemarin saat mengantarkan pendaftaran itu ramai ya karena antusiasme kader. Sebenarnya sudah dilarang, tapi mau bagaimana lagi," jelas Rudy.

Berita Terbaru

Masih Pandemi, KPU Solo Pede Targetkan Partisipasi Pemilih Pilkada 2020 Sampai 77,5 Persen

Solopos.com, SOLO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo tetap memasang target tinggi untuk tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada...

Unik! Cabup-Cawabup Wonogiri Bertukar Pasangan Saat Pengundian Nomor Urut

Solopos.com, WONOGIRI -- Hal-hal penuh kejutan dan unik mewarnai pengundian nomor urut pasangan calon di Pilkada Wonogiri 2020, Kamis...

Jadi Calon Tunggal di Pilkada Sragen, Foto Yuni-Suroto Ada di Kanan Kotak Kosong

Solopos.com, SRAGEN — Pasangan calon bupati-wakil bupati dalam Pilkada Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto (Yuni-Suroto), mendapatkan posisi kanan dalam...

Polisi Bripda hingga Aiptu Tempel Ketat Calon Bupati-Wakil Bupati Klaten

Solopos.com, KLATEN — Belasan anggota Polres Klaten melakukan pengawalan melekat ke tiga pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati di Pilkada...

Kelar Pengundian Nomor Urut, 2 Paslon Peserta Pilkada Solo Langsung Umbar Optimisme

ASemSolopos.com, SOLO -- Dua pasangan calon atau paslon peserta Pilkada Solo 2020 langsung mengumbar optimisme begitu acara pengundian nomor...

Anggota Komisioner KPU Wonogiri Pakai Pakaian Adat Saat Pengundian Nomor, Ini Maknanya

Solopos.com, WONOGIRI -- Komisi Pemilihan Umum atau KPU Wonogiri mengusung konsep budaya dan seni dalam melaksanakan tahapan pengundian nomor...

Bupati Klaten Sri Mulyani Segera Cuti, Siapa Pejabat Sementara Penggantinya?

Solopos.com, KLATEN -- Bupati Klaten, Sri Mulyani, yang menjadi peserta Pilkada 2020, segera ambil cuti, namun, hingga saat ini...

Nomor Urut Etik sama Seperti Sang Suami pada Pilkada Sukoharjo 2015, Pertanda Apa?

Solopos.com, SUKOHARJO -- Nomor urut pasangan calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) Pilkada Sukoharjo 2020, Etik Suryani-Agus Santosa atau EA, secara...

Pilkada Boyolali 2020: Said dan Irawan di Kiri, Kotak Kosong Kanan

Solopos.com, BOYOLALI -- Pasangan Muhammad Said Hidayat dan Wahyu Irawan mendapatkan posisi kiri dalam undian tata letak gambar pasangan...

Pilkada Sukoharjo: EA Nomor Urut 1, Joswi Nomor Urut 2

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dua pasangan calon bupati-wakil bupati (cabup-cawabup) Pilkada Sukoharjo 2020 telah mendapatkan nomor urut masing-masing, Kamis (24/9/2020)....