PILKADA SOLO : Lurah Mangkubumen Bantah Tidak Netral
Ilustrasi PNS (JIBI/Solopos/Antara)

Pilkada Solo, seusai debat wali kota, lurah Mangkubumen membantah tidak netral saat berfoto dengan politikus PDIP.

Solopos.com, SOLO--Lurah Mangkubumen Agung Wijayanto membantah tudingan tidak netral dengan berfoto bersama politikus PDIP Aria Bima selepas menghadiri debat kandidat calon kepala daerah Solo di Novotel Hotel, Senin (9/11/2015) malam.

Sebelumnya, Anggota Panwaslu Solo, Asmuni, menyebutkan Agung Wijayanto, Lurah Lurah Jebres Ari Dwi Daryatmo, Lurah Tegalharjo Ahmad Khoironi, dan Ketua PPK Jebres Murjioko, tidak netral dengan berfoto sambil mengacungkan dua jari yang diindikasikan mengarahkan dukungan ke salah satu calon kandidat kepala daerah.

Agung menegaskan foto yang melibatkan dirinya diambil beberapa pose.

“Logikanya setiap pengambilan foto tidak hanya sekali. Selepas debat juga begitu. Ada beberapa pose yang ditampilkan. Tidak cuma yang dua jari. Kami juga membuat foto dengan satu jari dan pose lainnya. Apa yang seperti itu dikategorikan memihak juga?” tanyanya saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Kamis (12/11/2015).

Lebih lanjut Agung mengutarakan pose foto yang diterima Panwaslu Solo tidak semuanya ditampilkan. Ia mengaku menyimpan pose lain dan siap membeberkannya untuk membantah tudingan tidak netral.

“Foto selama ini juga saya simpan sendiri di telepon seluler. Tidak untuk DP [display picture] atau kepentingan lain yang mengarahkan dukungan ke salah satu pihak. Komitmen saya sampai saat ini masih netral,” tegasnya.

Disinggung soal tanggapan dari tudingan Panwaslu Solo, Agung memilih tidak mengomentarinya. “Saya no comment saja. Sampai sekarang juga belum ada surat panggilan atau apapun dari Panwaslu Solo. Justru dapat informasinya dari koran,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panwascam Banjarsari, Dery Hantoro, mengaku sudah mengonfirmasi Lurah Mangkubumen dan menilai tidak ada indikasi pelanggaran netralitas aparatur negara dalam foto bersama politikus PDIP Aria Bima selepas debat pilkada beberapa waktu lalu. “Sudah saya konfirmasi ternyata foto yang beredar hanya sebagian saja. Tidak seluruhnya. Jadi sumir tafsirnya,” ujarnya.

Dery mengemukakan pihaknya tidak melaporkan kasus foto bersama tersebut ke Panwaslu Solo. “Saya tidak mau terburu-buru membuat laporan seperti ini. Konfirmasi dulu yang penting. Saya juga kembali mengingatkan semua pihak untuk patuh pada regulasi PP No. 50/2010 [tentang kedisiplinan pegawai negeri sipil],” tutupnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom