Pilkada Solo: Cawawali Teguh Prakosa Targetkan Menang Sapu Bersih 5 Kecamatan
Cawawali Solo dari PDIP, Teguh Prakosa, membakar semangat jajaran Tim Pemenangan Gibran-Teguh Kecamatan Banjarsari saat peresmian posko, Minggu (18/10/2020) malam. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Calon wakil wali kota atau cawawali dari PDIP pada Pilkada Solo 2020, Teguh Prakosa, menargetkan menang sapu bersih lima kecamatan Kota Solo.

Ia menyatakan semua wilayah kecamatan dalam Kota Solo menjadi target lumbung suara kemenangan pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa pada Pilkada 9 Desember nanti.

Sebisa mungkin, kata Teguh, perolehan suara pasangan Gibran-Teguh mencapai angka maksimal pada tiap kecamatan. Teguh menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan Solopos.com, Minggu (18/10/2020) malam.

Klaster Covid-19 Keluarga Asal Bumi Solo: Acara Ulang Tahun Bikin Rantainya Jadi Panjang

“Saya kira semuanya [kecamatan] jadi target. Artinya di mana pun tim pemenangan itu sampai tingkat RW, harapannya tidak hanya Banjarsari yang punya suara terbanyak. Tapi semua kecamatan menjadi target,” ujarnya yang saat itu tengah menghadiri peresmian Posko Pemenangan Gibran-Teguh Kecamatan Banjarsari.

Hingga Minggu malam, menurut cawawali Solo itu, Posko Pemenangan Gibran dan Teguh pada Pilkada sudah beroperasi di Banjarsari, Jebres, Pasar Kliwon, dan Serengan.

Posko pemenangan tingkat kecamatan menjadi simpul agenda pergerakan wilayah. Posko tersebut bakal beroperasi dengan tim pemenangan lintas partai politik.

Kampanye Pilkada Solo 2020: Bertemu Driver Ojol, Bajo Janjikan Pangkalan Berfasilitas Wifi Gratis

Tangan Panjang Tim Kota

“Semua kegiatan kecamatan harus ter-backup di sini. DPC atau Posko Pemenangan tingkat kota dapat info dari sini. Karena tim pemenangan tingkat kecamatan harus bisa menjadi delegasi tangan panjang tim kota. Struktur tim pemenangan kecamatan ada sendiri, unsurnya dari lintas parpol,” katanya.

Namun, cawawali Pilkada Solo itu mengakui Tim Pemenangan Gibran dan Teguh di Kecamatan Banjarsari paling banyak. Sebab kecamatan tersebut paling luas dan berpenduduk paling banyak daripada empat kecamatan lain.

Dengan pasukan yang lebih banyak, Teguh berharap semua potensi suara bisa tergarap dan tidak ada yang tercecer. Teguh berpesan agar kelurahan-kelurahan yang selama ini menjadi basis suara PDIP bisa tergarap secara maksimal.

Tambah 3, Total Kasus Kematian Pasien Positif Covid-19 Solo Capai 35 Orang

Ia mencontohkan Nusukan, Gilingan, dan Joglo yang merupakan pemekaran dari Kelurahan Kadipiro. Perolehan suara wilayah-wilayah itu harus melebihi target 92 persen untuk menyubsidi kelurahan lain.

“Dalam satu kecamatan nanti akan saling menyubsidi perolehan suara antarkelurahan. Misalnya Gilingan dan Nusukan yang selama ini menjadi kantong suara PDIP. Mungkin juga Joglo bisa menonjol perolehan suaranya. Karena wilayah ini dulu sebelum pemekaran Kadipiro perolehan suara kami paling banyak,” urainya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom