Pilkada Solo: Akhir Saga Gibran & Purnomo Selama 6 Bulan, Siapa Kantongi Rekomendasi PDIP?
Achmad Purnomo, Teguh Prakosa, dan Gibran Rakabuming, sebelum fit and proper test di DPP PDIP, Senin (10/2/2020). (Antara)

Solopos.com, SOLO -- Teka-teki calon wali kota Solo yang akan diusung PDIP dalam Pilkada 2020 segera terjawab. Saga yang melibatkan Gibran Rakabuming Raka dengan Achmad Purnomo dalam Pilkada Solo 2020 segera terjawab.

”Solo sudah selesai wis ana [sudah ada] list. Siapa Pak Pacul? Bukan hak saya, Pak Sejken. Sudah [diputuskan] di depan bu ketum [Ketua Umum PDIP Megawati], sudah selesai. Sudah kemarin-kemarin,” kata Bambang Wurianto selaku Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP, di Jakarta, seperti dikabarkan Detikcom, Senin (9/3/2020).

Pengumuman rekomendasi calon untuk Pilkada Solo bergantung pada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Setelah calon diumumkan, PDIP bakal fokus pada pemenangan.

Kondisi Jasad Pria Jomblo Wonogiri Gantung Diri: Telanjang & Kulit Melepuh

Bambang Wurianto alias Bambang Pacul mengatakan pengumuman rekomendasi calon PDIP untuk Pilkada Solo paling lambat disampaikan akhir Maret 2020. Dia berharap rekomendasi yang telah diputuskan DPP PDIP tidak diributkan.

Tarik menarik siapa yang akan mengantongi rekomendasi DPP PDIP terasa sejak September 2019 lalu. Achmad Purnomo yang saat ini menjadi Wakil Wali Kota Solo diusulkan DPC PDIP Solo bersama Teguh Prakosa untuk maju dalam Pilkada Solo.

Setelah itu, muncul nama Gibran Rakabuming Raka yang merupakan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ke DPC PDIP Solo di Hari yang Sama

Achmad Purnomo (kedua kanan)-Teguh Prakosa (ketiga kanan) mendaftar ke DPC PDIP Solo, Senin (23/9/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)
Achmad Purnomo (kedua kanan)-Teguh Prakosa (ketiga kanan) mendaftar ke DPC PDIP Solo, Senin (23/9/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Saga antara Purnomo dan Gibran menjelang Pilkada Solo dimulai pada 23 September 2019. Awalnya, Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa mengembalikan formulir dan berkas pendaftaran calon wali kota-calon wakil wali kota Solo ke DPC PDIP Solo.

Kala itu, Ketua Tim Penjaringan Cawali Cawawali DPC PDIP Solo, Putut Gunawan, mengatakan DPC PDIP Solo tidak membuka pendaftaran cawali-cawawali.

Kedatangan Purnomo-Teguh untuk mendaftarkan diri sebagai cawali cawawali merupakan penugasan oleh partai. Penugasan tersebut menurut dia setelah adanya mandat dari kader partai di lima PAC.

Komplotan Pencuri Mobil Sragen Tertangkap Setelah Diberondong 6 Peluru

Sebanyak lima PAC telah mengusulkan agar pasangan Purnomo Teguh diusulkan DPC PDIP Solo kepada DPP PDIP agar mendapatkan rekomendasi cawali cawawali untuk maju dalam Pilkada Solo tahun 2020.

Pada hari yang sama, Gibran Rakabuming Raka juga mendatangi DPC PDIP Solo untuk mengambil kartu tanda anggota (KTA) PDIP. Dia juga sempat mempertanyakan mengenai pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota.

DPC PDIP Solo tidak membuka penjaringan terbuka dengan alasan ada aturan partai yang menyebutkan bisa menggelar penjaringan tertutup bila meraih suara di atas 25% suara. PDIP Solo pada Pemilu 2019 bisa meraih 60% suara sehingga menggelar penjaringan internal dari tingkat bawah dan mengusulkan Purnomo-Teguh dalam Pilkada Solo.

Keren! Pemain Persis Solo Ini Pilih Gowes ke Tempat Latihan

Tarik menarik kepentingan mulai terasa setelah itu. Gibran gencar bertemu dengan warga. Pasangan Purnomo-Teguh atau Puguh juga banjir deklarasi dukungan. Gibran pun memutuskan mendaftar sebagai calon wali kota Solo melalui DPD PDIP Jawa Tengah.

Pilkada Solo Gibran Rakabuming Raka
Gibran Rakabuming Raka berjalan menuju Kantor DPD PDIP Jateng di Kota Semarang, Kamis (12/12/2019). (Semarangpos.com-Tim Relawan Gibran)

Pertemuan Jokowi dan Rudy

Gibran dan Purnomo pun kian ketat bersaing untuk mengantongi rekomendasi dari DPP PDIP. Gibran sempat pula bertemu dengan Megawati. Begitu pula dengan Ketua DPC PDIP Solo F.X. Hadi Rudyatmo juga beberapa kali bertemu dengan Megawati yang salah satu bahasannya tidak lepas dari Pilkada Solo.

Rudy juga sempat bertemu dengan Jokowi. Meski tidak dijelaskan secara gamblang, spekulasi yang berkembang pertemuan Jokowi dan Rudy ini salah satunya membahas Pilkada Solo. Jokowi dan Rudy pernah berduet menjadi Wali Kota Solo dan Wakil Wali Kota Solo pada 2005-2012.

Puncaknya DPP PDIP menerima tiga kandidat yang akan diusung partai itu di Pilkada Solo 2020, yaitu Gibran Rakabuming Raka, Achmad Purnomo, dan Teguh Prakosa, untuk mengikuti fit and proper test di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (10/2/2020).

Sertifikat HP Lahan Sriwedari Solo Sah Menurut BPN, Legislator Minta PN Batalkan Eksekusi

”Sebagaimana kami ketahui Kota Solo itu juga penting dan strategis karena proses kepemimpinan Pak Jokowi juga berasal dari Solo. Dan di situ merupakan die hard-nya banteng di Jawa Tengah dan Indonesia sehingga hal ini dilakukan dengan sebaik-baiknya sesuai juga dengan mekanisme partai," kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Pengamat politik dari UNS Solo, Agus Riewanto, kepada Solopos.com, Senin (10/2/2020), menyebut tiga orang yang mengikuti tes, peluang terbesar ada pada sosok Gibran Rakabuming Raka dan Achmad Purnomo untuk maju dalam Pilkada Solo 2020.

”Fit and proper test hampir pasti tidak bisa menggambarkan yang sesungguhnya karena orangnya sudah ada, sudah jadi. Tes itu hanya untuk menunjukkan ada proses politik di parpol. Konteks Solo selesai dengan pertemuan Jokowi-Rudy,” ujar dia.

Sosok Gibran dan Purnomo dinilai paling berpeluang mendapatkan rekomendasi cawali-cawawali karena paling merepresentasikan kepentingan Jokowi dan Rudy. Tapi komposisinya bagaimana Agus menilai tergantung dari kesepakatan Jokowi-Rudy.

Rezim Jokowi Diprediksi Jatuh Juni Ini, Kenapa?

Kini saga antara Gibran dan Purnomo dalam Pilkada Solo 2020 akan segera terjawab. Siapa yang bakal diusung PDIP sebagai calon wali kota, apakah Gibran atau Purnomo. Atau malah mereka berduet dalam Pilkada Solo, jawabannya segera tersaji dalam waktu dekat.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom