Pilkada Solo 2020: Sadar Kurang Terkenal, Bajo Konsisten Kampanye Door To Door
Pasangan Bagyo Wahyono (kiri) dan F.X. Supardjo (kanan) saat di Posko Pemenangan Bajo di Penumping, Laweyan, Solo, Jumat (24/7/2020). (Solopos.com/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO – Tim pemenangan pasangan cawali-cawawali Solo dari jalur perseorangan, Bagyo Wahyono-F.X. Supardjo alias Bajo menyadari figur yang mereka usung belum banyak dikenal masyarakat. Baik dari latar belakang, sosok, hingga visi misi dari kampanye Bajo kurang diketahui warga.

Kondisi tersebut berbeda dengan sosok cawali-cawawali yang diusung PDIP, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa, yang memang sudah banyak dikenal publik. Dengan kondisi itu, pasangan Bajo memilih pendekatan kampanye langsung.

Caranya dengan kampanye door to door atau datang ke rumah warga untuk mengenalkan diri dan program yang diusung. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Harian Tim Pemenangan Pasangan Bajo, Robert Hananto, Senin (30/11/2020) pagi.

Hasil Tes Swab Covid-19 Habib Rizieq Sudah Keluar, Tapi Rahasia

Dia berbicara seperti itu ketika menjadi narasumber webinar Solo Raya Komite Pengawal Demokrasi Indonesia bertema Meningkatkan Partisipasi Masyarakat untuk Mensukseskan Pilkada Solo 2020 di Tengah Pandemi Covid-19, di Studio TA TV.

Hadir juga sebagai nara sumber dalam diskusi tersebut Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti; Ketua Bawaslu Solo, Budi Wahyono; Juru Bicara Kancane Gibran Gaess (Kagege), Imelda Yuniati, serta aktivis pemantau pemilu, Nusa Aksara Daryono.

“Karena kami menyadari secara ketokohan paslon kami sangat minim, dikarenakan dari kalangan wong cilik. Sehingga door to door sangat efektif untuk memberikan informasi seluas-luasnya tentang visi misi dan program kerja Bajo,” ujar dia.

Dua Pedagang Positif Covid-19, Pasar Gede Solo Tak Ditutup

Dari kegiatan kampanye yang dilakukan Bajo dan tim setiap hari menurut Robert sambutan masyarakat cukup baik. Bahkan ada puluhan ribu orang yang menurut dia tertarik untuk menjadi responden atau membantu pasangan Bajo.

“Sebagian masyarakat masih buta informasi tentang calon atau kontestan. Sehingga mereka tidak paham latar belakang, karakter, figur, visi-misi dan programnya. Maka Bajo memilih kampanye secara konvensional door to door,” urai dia.

Yakin Menang

Dengan pergerakan seperti itu Robert optimistis Bajo bakal memenangi Pilkada Solo 2020 dengan tingkat partisipasi yang tinggi. Walau diakui dia tingkat partisipasi pemilih berpotensi rendah dikarenakan kondisi pandemi Covid-19.

Sebab calon pemilih merasa khawatir terpapar Covid-19 ketika datang ke TPS untuk menyalurkan suara mereka. Ancaman rendahnya partisipasi pemilih juga datang dari kelompok masyarakat yang selama ini pasif dalam pemilu alias golput.

Terungkap! Korban Kecelakaan di Timuran Solo Ternyata Remaja Asal Jebres

Penyebab masyarakat memilih golput ada beberapa kemungkinan, di antaranya kecewa dengan sosok yang mereka dukung dalam pemilu sebelumnya. Sebab figur yang mereka pilih ternyata tidak merealisasikan janji-janji yang dibuat.

Ada juga kelompok masyarakat yang meyakini perhelatan pemilu tidak penting atau tidak berdampak apa pun bagi kehidupan mereka.

“Ada atau tidak pemilu kehidupan dan kesejahteraan mereka ternyata sama saja,” kata Robert.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom