PILKADA SOLO 2015 : Rudy-Purnomo Direkom PDIP, KSB Tak Goyah
F.X. Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo. (JIBI/Solopos/Dok.)

Pilkada Solo 2015 dipastikan PDIP akan mengusung pasangan Rudy-Purnomo.

Solopos.com, SOLO—Koalisi Solo Bersama (KSB) tidak akan goyah dengan keputusan DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang merekomendasi pasangan calon petahana F.X. Hadi Rudyatmo-Achmad Purnomo (Rudy-Purnomo). KSB tetap optimistis dan all out untuk memenangkan pemiihan kepala daerah (pilkada), 9 Desember mendatang.

Sikap tersebut disampaikan Ketua 1 KSB, Sugeng Riyanto, saat dihubungi solopos.com di sela-sela konsolidasi dengan DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah, Jumat (26/6/2015) siang. Sejak awal, Sugeng sudah mendengar keputusan itu karena ada pihak-pihak yang menginformasikan paket pasangan incumbent. Sugeng menyatakan siapa pun kompetitornya akan dihadapi KSB. Dia justru mengajak PDIP untuk berkompetisi secara fair dan demokratis.

“Rekomendasi itu hak prerogatif DPP. KSB fokus pada penyelesaian pekerjaan rumah, yakni mencari pasangan untuk Pak Anung [calon wali kota KSB, Anung Indro Susanto]. Komitmen di KSB tidak berubah sampai sekarang dan KSB masih solid. Kalau dalam rapat ada yang izin karena sakit atau di luar kota itu wajar,” ujar Sugeng.

Sugeng menyatakan KSB masih pada performa yang prima. Dia juga menyinggung hasil rapat KSB, Kamis (25/6) malam, yang menyepakati waktu fit and proper test. KSB akan mengundang tiga kandidat cawawali KSB untuk mengikuti fit and proper test, yakni Umar Hasyim, Muhammad Taufiq, dan Muhammad Fajri, pada Sabtu (27/6/2015) ini.

“Dalam pertemuan besok [hari ini], KSB akan meminta masing-masing kandidat cawawali untuk tanda tangan pakta integritas yang berisi kesiapan menerima hasil fit and proper test dan apa pun keputusan KSB tentang cawawali. Mereka nanti juga harus siap tetap menjadi bagian keluarga besar KSB. Dukungan apa pun untuk pemenangan pilkada tetap dibutuhkan,” kata Sugeng.

Sugeng mengungkapkan KSB sudah menyusun program pemenangan jangka menengah dan jangka panjang dengan melibatkan unsur parpol dan unsur masyarakat. Dia menyampaikan masing-masing pihak akan menerima peran da kerja sesuai dengan bagian mereka. “Target kami tetap 67% suara untuk memenangi pilkada. Biarlah publik yang memilih. KSB akan fight. Awal Juli, kami agendakan untuk deklarasi pasangan cawali-cawawali yang akan diusung KSB,” ujar dia.

Sementara, pengamat politik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Supriyadi, mencium adanya tarik menarik kepentingan antara Partai Amanat Nasional (PAN) dan PKS di KSB. Dia mengatakan semula KSB yang sepakat mengusulkan nama Ketua DPD PAN Solo Umar Hasyim tetapi belakangan muncul nama baru yang juga kader PKS, Muhammad Fajri. Dia menyarankan kepada KSB harus mencari akar persoalan itu agar tidak berdampak negatif pada persepsi publik.

“Selain itu, masing-masing parpol di KSB harus menyadari bentuk KSB. Yang penting komitmen itu harus dijaga KSB. Kalau saya lihat komitmen itu rapuh. Buktinya, KSB belum menentukan pasangan calon yang diusung tetapi sudah banyak spanduk pasangan yang beredar. Kalau saya ya malu. Dalam perlombaan, KSB ini seperti kalah sebelum bertanding,” ujar akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNS itu.

Dia menilai persoalan di internal KSB itu sebenarnya tergantung pada sikap tegas dari cawali Anung Indro Susanto. “Selama ini Pak Anung lebih benyak berinteraksi dalam forum KSB. Pertanyaannya mengapa beliau diam saja melihat persoalan itu. Banyak spanduk itu juga berpengaruh pada persepsi publik,” katanya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom