PILKADA SERENTAK : Data 3 Lembaga Berbeda, Pilkada 2015 Terancam Semrawut!

PILKADA SERENTAK : Data 3 Lembaga Berbeda, Pilkada 2015 Terancam Semrawut!

SOLOPOS.COM - Peresmian Pelaksanaan Pilkada Serentak, Jumat (17/4/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Pilkada serentak terancam tak sempurna, dananya belum siap, data pun semrawut.

Solopos.com, JAKARTA — Kesemrawutan penyelenggaraan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2015 terlihat semakin nyata dari tak sinkronnya data yang dimiliki tiga pemangku kepentingan, yakni komisi pemilihan umum, badan pengawas pemilu, dan pemerintah. Padahal dana penyelenggaraan pilkada 2015 itu juga belum jelas.

Komisioner KPU Ferry Kurnia Rizkiyansyah menyebutkan dari total 269 yang akan menyelenggarakan Pilkada serentak, hanya 203 yang sudah menandatangani naskah perjanjian hibah daerah (NPHD). Sisanya, 66 daerah masih dalam proses penyelesaian kesepakatan NPHD.

"Dari 66 daerah itu, 64 di antaranya sudah selesai pembahasan anggaran, tinggal dua daerah lagi yang belum selesai bahas anggaran," jelasnya dalam Diskusi Publik “Tahapan Pencalonan Pilkada di Delan Mata, Bagaimana Kesiapan KPU, Bawaslu, dan Pemerintah Daerah?” di Jakarta, Jumat (22/5/2015).

Angka itu jauh berbeda dengan data yang dimiliki lembaga pengawas pemilu. Komisioner Bawaslu Nasrullah menyebutkan baru 36 daerah yang menandatangani NPHD, khusus untuk lembaga pengawas.

Sebanyak 32 daerah sudah melakukan pencairan, sisanya empat daerah belum. "Artinya terdapat 233 daerah yang belum menandatangani NPHD, karena belum disepakati persoalan anggarannya,"ujarnya.

Direktur Pelaksanaan Dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri Syarifuddin menyampaikan sudah 209 daerah yang menandatangani NPHD. Sisanya 60 daerah masih dalam proses penyelesaian masalah anggaran.

Syarifuddin berdalih, perbedaan data kesiapan anggaran daerah yang signifikan antara pemerintah dan pengawas pemilu terjadi karena ada sejumlah daerah yang belum memiliki panitia pengawas pemilu (Panwaslu).

Jadi, bisa saja ada daerah yang sebenarnya sudah menandatangani NPHD namun belum melakukan proses penyelesaian di pihak pengawas.

 

Berita Terkait

Berita Terkini

Israel Tewaskan 7 Warga Palestina di Tepi Barat

Tujuh orang warga Palestina meninggal dunia pada Jumat (14/5/2021) akibat aksi kekerasan pasukan Israel yang membubarkan aksi unjuk rasa mereka.

Pengrajin Jamu Gendong Asal Sukoharjo Tak Pulang Kampung, Sebelum Ramadan Sudah Kulakan Dulu

Sebagian pengrajin jamu asal Nguter Sukoharjo memilih tidak pulang ke kampung halaman saat Lebaran 2021. Mereka kulakan bahan baku jamu dalam jumlah besar untuk menambah stok jamu sebelum bulan puasa.

Ini Alasan Mantan Tetap Ingin Berteman, Terima atau Tidak?

Ada sejumlah penyebab melandasi niatan sang mantan ingin tetap berteman.

Benarkah Makan Bawang Merah Berlebihan Bikin Bau Vagina Tak Sedap?

Makan bawang merah bisa memicu bau tak sedap pada vagina.

Partai Golkar Kecam Keras Serangan Israel ke Palestina

Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyatakan pihaknya mengecam keras serangan tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Penonton Liga Inggris Bisa Sepenuhnya Datangi Stadion di Musim Ini

Pengelola Premier League Inggris berencana membuka akses bagi para penonton untuk menonton di stadion pada musim 2021- 22 ini.

Duh! Sampah Petasan Kotori Alun-Alun Pengging Boyolali

Alun-Alun Pengging Boyolali dikotori dengan keberadaan sampah. Sebagian besar sampah itu adalah serpihan-serpihan kertas bekas petasan.

Makin Brutal, Pemboman Israel Tewaskan Satu Keluarga Palestina

Pemboman oleh pasukan Israel pada Kamis (13/5/2021) malam menumpas habis seluruh anggota sebuah keluarga Palestina di wilayah utara Jalur Gaza.

Ada Larangan Mudik, Bus dan Truk yang Masuk Solo Turun Drastis

Jumlah bus dan truk yang keluar masuk Kota Solo menurun drastis selama pemberlakuan larangan perjalanan mudik oleh Kementerian Perhubungan.

Satgas Covid-19 Evaluasi Kasus Selama Libur Lebaran

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan belum bisa memperkirakan apakah terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama libur Lebaran.

Resiliensi Sektor informal

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa, 4 Mei 2021. Esai ini karya Muhammad Taufik Nandito, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyan Surakarta dan aktif di Lingkar Studi Sasadara di Kleco, Kota Solo.

Lebaran, 8 Balon Udara Dilaporkan Terbang di Langit Indonesia

Sebanyak 8 balon udara dilaporkan berada di langit Indonesia saat momentum Lebaran tahun ini. Sejauh ini, belum ada laporan balon udara melintas di langit Solo.