Pilkada Lamongan 2015, Fadeli Menang Telak

Pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Lamongan 2015 dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2015 untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati periode 2015-2020.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pemilu/pilkada. (Solopos/dok)

Solopos.com, SOLO--Pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) Lamongan 2015 dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2015 untuk memilih Bupati dan Wakil Bupati periode 2015-2020.

Pilkada tersebut diikuti oleh tiga pasangan calon yaitu ada dua pasangan independen yaitu Mujianto dan Sueb serta pasangan Nursalim dan Edy Wijaya.

Adapun pasangan calon yang diusung oleh koalisi Partai yaitu Fadeli dan Kartika Hidayati diusung oleh partai PKB, PDIP, PKS, PAN, Partai Hanura, Partai Demokrat, Partai Gerindra, Partai Golkar.

Menurut hasil rekapan KPU, data yang masuk 100% dari 2.557 TPS dan 27 Kecamatan. Dari total 1.080.492 orang yang memiliki hak pilih, sebanyak 653.424 orang menggunakan haknya atau partisipasi 60,47%.

Suara sah berjumlah 629.540 suara sedangkan suara tidak sah berjumlah 22.487 suara. Sehingga presentase suara 96,57%.

10 Orang Positif, Soto Lamongan Jadi Klaster Covid-19 Baru Di Jogja

Pada pilkada itu dimenangkan oleh pasangan Fadeli dan Kartika Hidayati yang memperoleh suara tertinggi 448.306 suara (71,14%), disusul oleh pasangan Nursalim dan Edy Wijaya yang memperoleh 165.735 suara (26,30%), serta pasangan Mujianto dan Sueb yang memperoleh 16.172 suara (2,57%).

Berdasarkan rekapitulasi suara tersebut, KPU menetapkan Bupati dan Wakil Bupati baru Lamongan 2015-2020 yaitu Fadeli dan Kartika Hidayati yang menyebut diri mereka Fakta. Dikutip dari sebuah media online, Fadeli mengatakan, kemenangan tak sekadar meraih kemenangan.

"Kemenangan yang kami inginkan ialah kemenangan mutlak," tegasnya. Menurut Fadeli, hal itu sangat logis karena pasangan Fakta diusung oleh 8 partai. Pasangan Fadeli dan Kartika Hidayati (Fakta), menang mutlak mengantongi 71,14%.

Lewati Malam Minggu Galau Bersama Raisa Dalam Neno Fest Vol. 2

Rapat Paripurna DPDRD

Sementara pasangan yang kalah, Nursalim menyatakan bahwa kekalahan itu merupakan hasil terbaiknya.

Sedangkan Mujianto sempat mengaku kecewa tapi tetap menerima. “Mau apa lagi mas, ya kita ini kan modalnya kecil, bisa maju saja sudah bagus. Langkah saya dan Sueb itu untuk mendorong agar masyarakat berani menyampaikan aspirasinya. Jika mau berubah lebih baik dari waktu sebelumnya,” ujarnya seperti dilansir sebuah media online.

Seperti dilansir solopos.com, DPRD Kabupaten Lamongan, Kamis (21/1/2016), mengumumkan pemenang pemilihan umum kepala daerah (pilkada) wilayah setempat yang pemungutan suaranya digelar 9 Desember 2015 lalu.

Pengumuman hasil Pilkada 2015 itu dilakukan DPRD Lamongan melalui mekanisme Rapat Paripurna Istimewa setelah sebelumnya menerima surat hasil rekapitulasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ketua DPRD Lamongan Kaharudin mengatakan pengumuman pemenang Pilkada 2015 di Kabupaten Lamongan itu merupakan syarat prosedural dalam pengusulan dan pengesahan pengangkatan bupati dan wakil bupati, yang selanjutnya akan disampaikan ke Mendagri melalui gubernur.

 

Berita Terbaru

Bawaslu Jateng : Ada 16 Pelanggaran Prokes di Kampanye Pilkada 2020

Solopos.com, SEMARANG – Badan Pengawas Pemilu Jawa Tengah atau Bawaslu Jateng menemukan sejumlah pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan pasangan...

Bawaslu Awasi Medsos Paslon di Pilkada Grobogan 2020

Solopos.com, PURWODADI -- Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Kabupaten Grobogan terus melakukan pengawasan tahapan kampanye Pilkada Grobogan 2020. Tidak...

Dikritik Program Belum Terealisasi, Cabup Petahana Sragen Langsung Kasih Jawaban

Solopos.com, SRAGEN — Calon bupati (cabup) petahana di Pilkada Sragen 2020, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyampaikan terdapat 8.569 lapangan...

Bawaslu Sukoharjo Perpanjang Lagi Masa Pendaftaran Pengawas TPS, Masih Kurang Berapa?

Solopos.com, SUKOHARJO -- Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu Sukoharjo kembali memperpanjang pendaftaran rekrutmen calon pengawas tempat pemungutan suara atau...

Bawaslu Boyolali Perpanjang Pendaftaran Pengawas TPS 10 Kecamatan, Kekurangan Paling Banyak Ngemplak

Solopos.com, BOYOLALI -- Masa pendaftaran pengawas Tempat Pemungutan Suara atau TPS Pilkada Boyolali 2020 diperpanjang hingga Senin (19/10/2020). Perpanjangan...

KPU Wonogiri Coret 57.497 Data Tak Memenuhi Syarat

Solopos.com, WONOGIRI—Komisi Pemilihan Umum Wonogiri mencoret 57.497 data pemilih tak memenuhi syarat (TMS) melalui tahapan pencocokan, penelitian, pencermatan, dan...

Gibran-Teguh Panasi Mesin Tim Pemenangan Internal PAN Solo, Ini Targetnya

Solopos.com, SOLO -- DPD PAN Solo mengukuhkan tim pemenangan untuk pasangan cawali-cawawali, Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa atau Gibran-Teguh, pada...

Saat Sri Mulyani Bicara Pengembangan Wisata Klaten hingga Hobi Olahraga

Solopos.com, SOLO-- Klaten terkenal dengan surganya wisata air, mulai dari Umbul Ponggok yang sudah terkenal dengan hingga mancanegara hingga...

Romantis, Ini Cerita Sri Mulyani tentang LDR hingga Drakor

Solopos.com, SOLO- Sebagai ibu rumah tangga dan istri, Calon Bupati Klaten Sri Mulyani pastinya memiliki kegiatan yang padat. Beruntungnya,...

Jumlah Pemilih Terbanyak Pilkada Klaten Ada di Trucuk, Kebonarum Paling Sedikit

Solopos.com, KLATEN — Jumlah pemilih terbanyak di Pilkada Kalten 2020 berada di Kecamatan Trucuk. Sedangkan jumlah pemilih paling sedikit...