PILKADA KOTA SEMARANG : Semarang Butuh 3.038 Pengawas

PILKADA KOTA SEMARANG : Semarang Butuh 3.038 Pengawas

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pemungutan suara pilkada (JIBI/Harian Jogja/Dok.)

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)

Pilkada Kota Semarang sudah di depan mata. Untuk menjalankan agenda tersebut, butuh setidaknya 3.038 orang pengawas

 

Solopos.com, SEMARANG- Panitia Pengawas (Panwas) Kota Semarang menyebutkan pelaksanaan Pemilihan Wali Kota dan Wali Kota Semarang 2015 membutuhkan setidaknya 3.038 pengawas.

"Dari 3.038 pengawas itu, sebanyak 2.810 orang di antaranya adalah Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS)," kata Ketua Panwas Kota Semarang Muhammad Amin di Semarang seperti dikutip Antara, Kamis (7/5/2015).

Menurut dia, pihaknya berencana membuka perekrutan calon anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) di 16 kecamatan dan Petugas Pengawas Lapangan (PPL) di 177 kelurahan.

Rencananya, kata dia, perekrutan personel Panwascam di 16 kecamatan itu akan dibuka selama lima hari, yakni terhitung mulai 11-15 Mei 2015 untuk memenuhi kelengkapan lembaga.

Ia mengatakan Panwas Kota Semarang terbentuk dan dilantik oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah pada 28 April 2015 bersama dengan 21 Panwas kabupaten/kota se-Jateng.

"Kami langsung dihadapkan pada tugas pengawasan pelaksanaan rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan [PPK] se-Kota Semarang dan melakukan audiensi dengan 'stakeholder' terkait," katanya.

Amin mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal dan mengawasi pelaksanaan tahapan pemilihan kepala daerah sehingga diharapkan membantu penyelenggaraan pesta demokrasi.

Partisipasi masyarakat itu, kata dia, bisa dalam bentuk masuk ke dalam organik Panwas, seperti Panwascam, PPL, menjadi pemantau, atau juga bisa menjadi mitra pengawas lapangan.

Masyarakat, kata dia, diharapkan memiliki komitmen untuk membantu penyelenggaraan pilkada di daerahnya dan mendaftarkan diri apabila memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan.

"Persyaratannya, antara lain tidak pernah menjadi anggota partai politik [parpol] selama lima tahun terakhir dan tidak pernah dipidana dengan ancaman pidana penjara lima tahun atau lebih," katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Pasar, Pusat Kuliner, Hingga Sangiran Sragen Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Sejumlah fasilitas umum dan pelayanan publik seperti pasar, tempat wisata dan Dispendukcapil Sragen tetap buka selama libur Lebaran.

Penanganan Covid-19 Jelang, Selama dan Setelah Libur Idul Fitri

Secara umum, tingkat kasus aktif Covid-19 dan kesembuhan di Indonesia masih lebih baik daripada global.

4 Orang Positif Tes Antigen, Mal Di Solo Boleh Tetap Buka

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo membolehkan mal dan pusat perbelanjaan tetap buka kendati ada empat orang yang positif tes antigen.

Di Usia 75 Tahun, Vespa Hadirkan 7 Warna Baru Penuh Gaya

7 warna baru yang menawan khusus untuk jajaran Vespa Primavera dan Vespa Sprint.

Tak Gelar Open House, Apa Agenda Wali Kota Solo Gibran dan Keluarga Saat Lebaran?

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan tidak akan menggelar open house baik di rumah dinas maupun balai kota pada Lebaran ini.

Ayo Kurangi Mobilitas, Demi Mencegah Persebaran Mutasi Virus Corona

Masuknya varian Covid-19 dari luar negeri telah menyebar di sejumlah daerah di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk mengurangi mobilitas demi mencegah persebaran mutasi virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Rabu 12 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Rabu, 12 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

MUI Perbolehkan Salat Id Digelar Berjemaah, Begini Ketentuannya

Pelaksanaan salat Id hanya diperuntukkan untuk wilayah dengan status zona hijau.

Bawa Mobil Karatan, Wanita Cantik Ini Bagi-Bagi Duit & Sembako Di Solo

Seorang wanita cantik membagi-bagikan sembako dengan berkeliling menggunakan mobil pikap karatan di wilayah Kota Solo.

Pemkot Madiun Perbolehkan Masyarakat Gelar Salat Idulfitri

Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan salat Idulfitri boleh diselenggarakan di masjid-masjid dan harus mematuhi protokol kesehatan.

Juara Liga Italia, Inter Milan Malah Diterpa Krisis Keuangan

Wakil Presiden Inter, Javier Zanetti, mengakui ada masalah keuangan di klub. Dia juga mengatakan tak menutup kemungkinan jika Suning Grup selaku pemilik bisa melego klub.

Yussa Nugraha Kian Dekat ke Laskar Sambernyawa

Manajemen Persis dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan dengan penyerang 20 tahun tersebut.