Tutup Iklan

PILKADA KOTA MAGELANG : Demokrat Survei Bakal Calon Walikota secara “Diam-diam”

PILKADA KOTA MAGELANG : Demokrat Survei Bakal Calon Walikota secara “Diam-diam”

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pemungutan suara pilkada (JIBI/Harian Jogja/Dok.)

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)

Pilkada Kota Magelang sudah di depan mata. Partai Demokrat mengakui melakukan survei secara “diam-diam” untuk menjaring bakal calon walikota 

 

Solopos.com, SEMARANG – Partai Demokrat Kota Magelang, Jawa Tengah, melakukan survei untuk menjaring calon wali kota yang akan maju pada pilkada serentak 9 Desember 2015.

“Ada mekanisme dalam pencalonan wali kota, diam-diam partai kami melakukan survei untuk bekal dalam pilkada,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Kota Magelang, Hasan Suryoyudo di Magelang seperti dikutip Antara, Minggu (10/5/2015).

Menurut dia, survei tersebut dilakukan melalui eksternal maupun internal partai untuk menjaring calon di masyarakat.

Ia mengatakan untuk mekanisme tersebut Partai Demokrat ada tim tujuh, terdiri atas DPP, DPD, dan DPC. Tim ini akan memantau suara masyarakat Magelang.

Ia menuturkan karena Partai Demokrat tidak bisa mengusung sendiri maka akan berkoalisi dengan partai lain. Partai Demokrat Kota Magelang hanya memiliki tiga kursi dari lima kursi yang disyaratkan untuk bisa mengajukan calon.

“Kami telah berkomunikasi dengan sejumlah parpol tetapi belum ada kesepakatan, sekarang masih cair dan dalam waktu secepatnya kami akan menentukan sikap,” katanya. Ia menyebutkan figur yang diinginkan Partai Demokrat, antara lain populer atau dikenal publik dan punya visi misi yang jelas untuk kesejahteraan masyarakat Magelang.

“Figur yang sudah ada seperti Wali Kota Magelang kemudian beberapa calon lain, kami tidak bisa menyebut siapa tetapi sudah ada komunikasi. Dengan petahana pun kami sudah berkomunikasi,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Jangan Ikut Salah Paham soal 5G, Baca Ini!

Pemerintah baru-baru ini mengumumkan warga negara Indonesia bisa menikmati generasi kelima atau 5G teknologi seluler, jangan gagap teknologi!

Turki 0-2 Wales: The Dragons Buka Kans ke 16 Besar

Wales berpeluang besar lolos ke fase gugur apakah sebagai dua tim teratas klasemen maupun jadi salah satu dari empat tim peringkat ketiga terbaik.

Ganti Paul Pogba Singkirkan Botol Bir di Euro 2020

Setelah Cristiano Ronaldo viral karena memindahkan botol Coca-Cola dalam konferensi pers Euro 2020, Paul Pogba menyingkirkan bir Heineken.

Italia 3-0 Swiss: Menang Lagi, Gli Azzurri Lolos Duluan

Hasil 3-0 ini mengantarkan Italia lolos ke babak gugur setelah mengantungi enam poin dari dua laga.

Tokopedia Dikabarkan Milik Asing, Benarkah?

Perusahaan e-commerce kelas unicorn Tokopedia dikabarkan dimiliki pemodal asing, sehingga pendiri sekaligus CEO William Tanuwijaya bereaksi.

Peneliti Universitas Yale Temukan Virus Flu Tangkal Virus Corona

Peneliti di Universitas Yale menemukan fakta rhinovirus, penyebab flu biasa dapat melindungi manusia dari virus corona penyebab Covid-19.

Copa America 2021 Ketambahan 11 Kasus Covid-19

Copa America, turnamen Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (Confederación Sudamericana de Fútbol/Conmebol), diserang Covid-19.

Berbekal Smartphone Atau Tablet Bisa Jadi Pengusaha Lewat Alfamind 

Alfamart melalui Alfamind menawarkan peluang usaha dengan memanfaatkan teknologi digital bagi masyarakat yang ingin menjadi pengusaha.

Covid-19 di Jateng Tambah Parah, Pasien Tambah 1.884 Orang

Serangan virus corona di Jawa Tengah bertambah parah, bahkan Dinas Kesehatan Jateng mencatat penambahan 3.107 Covid-19 dalam sehari.

Ronaldo Singkirkan Botol Sponsor Euro 2020, UEFA Tutup Mulut

Cristiano Ronaldo memindahkan dua botol Coca-Cola dalam konferensi pers di Stadion Puskas Ferenc di Budapest, Hongaria dan viral di medsos.

Xiaomi Rilis Mi 11 Lite dan Mi 11 Ultra, Yuk Intip Kelebihan & Harganya!

Vendor ponsel pintar asal China, Xiaomi, meluncurkan varian Mi 11 Lite dan Mi 11 Ultra yang harus Anda cermati kelebihan dan harganya.

Kemendikbud Klaim 78,3% SD Sudah Tatap Muka Terbatas

Kemendikbud Ristek mengklaim 78,3% dari 50.000 sekolah dasar di Indonesia telah melakukan pembelajaran tatap muka terbatas.