Pilkada Boyolali: Pasangan Said-Wahyu Diprediksi Menang 80-90 Persen, Ini Alasannya
PDIP Boyolali menggelar jumpa pers terkait persiapan pilkada 2020, Selasa (4/8/2020). Pasangan Said-Irawan resmi diusung PDIP Boyolali sebagai cabup dan cawabup pada pilkada 2020. (Bayu Jatmiko Adi/Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI -- Pasangan calon tunggal di Pilkada Boyolali 2020, Muhammad Said Hidayat dan Wahyu Irawan atau Said-Wahyu, diprediksi menang melawan kotak kosong pada pemilihan Desember mendatang.

Prediksi kemenangannya pun tak main-main, yakni 80 persen-90 persen. Wow! Prediksi itu disampaikan tokoh masyarakat Boyolali yang juga Koordinator Roundtable Forum (RTF), Thontowi Jauhari.

Pria yang juga Koordinator Presidium Majelis Daerah Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Boyolali itu mengatakan sejak dua tahun lalu, pihaknya sudah memprediksi munculnya akan muncul calon tunggal di Boyolali.

10 Berita Terpopuler : Wanita Cantik Bersihkan Kali Pepe Solo

"Sekarang sudah menjadi fakta, hanya ada satu pasangan calon pendaftar," tutur dia kepada Solopos.com, Rabu (16/9/2020).

Prediksi itu bukan tanpa alasan. Thontowi melihat partai pengusung Said-Wahyu, yakni PDIP, terlalu dominan di DPRD Boyolali. Sebanyak 35 kursi dari 45 kursi di DPDR Boyolali dikuasai PDIP.

"PDIP sudah memperoleh hampir 80 persen kursi di DPRD. Untuk bisa mengusulkan [pasangan calon pilkada] kan 20 persen. Kalau partai di luar PDIP bersatu semua, kemungkinan ada satu pasangan lagi. Tapi hal itu tampaknya tidak mungkin dengan aspek pragmatis yang ada," jelas dia.

Keluyuran di Karanganyar Tak Pakai Masker Kena Denda Rp20.000

Kemenangan Said-Wahyu

Dengan komposisi itu pula dia memprediksi kemenangan pasangan calon Said-Wahyu di Pilkaa Boyolali bisa mencapai 80 persen hingga 90 persen.

"Kami melihat tidak akan ada kotak kosong yang menang. Di Indonesia, selama ada aturan bahwa calon tunggal itu harus disandingkan dengan kotak kosong, yang menang baru di Kota Makassar, selain itu belum pernah," ujar dia.

Meski begitu dengan adanya Covid 19 dan hanya ada calon tunggal, dia juga memprediksi angka partisipasi pemilih di Pilkada Boyolali 2020 turun sekitar 30 persen. "Itu prediksi, saya hanya bicara kualitatif bukan kuantitatif. Kalau kuantitatif tentu butuh survei," kata dia.

Diklaim Aman Covid-19, Begini Penerapan Protokol Kesehatan KAI

Sebelumnya diberitakan, Said-Wahyu mendaftar ke KPU Boyolali, 4 September 2020 lalu. Ditemui wartawan saat itu, Said membeberkan visi dan misi yang akan dijalankan ketika nantinya terpilih menjadi Bupati Boyolali.

Secara umum dia ingin melanjutkan visi dan misi dari Bupati Boyolali sebelumnya, Seno Samodro. Said sudah kenyang pengalaman mendampingi Seno sebagai Wakil Bupati Boyolali.

Hal utama yang ingin dipertahankan adalah program Boyolali pro-investasi. "Kami akan teruskan Boyolali pro-investasi, kami bangun sesuai apa yang menjadi tujuan dan harapan ketika dipimpin Bupati Seno Samodro," kata dia.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom