PILKADA BOYOLALI 2015 : Anggota KBB Berpotensi Merapat ke PDIP
Ilustrasi pilkada langsung (JIBI/Dok)

Pilkada Boyolali 2015 diwarnai dengan kabar pecahnya KBB. Beberapa partai anggota koalisi dikabarkan akan merapat ke PDIP.

Solopos.com, BOYOLALI — Koalisi Boyolali Bangkit (KBB) berpotensi pecah dan beberapa partai anggota koalisi dikabarkan bakal merapat ke PDI Perjuangan (PDIP) mendukung Seno Samodro.

Wakil Ketua DPD PAN Boyolali, Musthofa Syafawi, tidak membantah rumor tersebut. Bahkan dia menegaskan sikap pribadinya sejak awal adalah merapat ke PDIP. Terlebih hingga saat ini, menurut dia, KBB belum memunculkan figur yang akan diusung. Meski demikian, keputusan untuk merapat ke PDIP masih harus diplenokan di DPD.

“Kalau ada dua pendapat di DPD, maka diputuskan DPW. Yang jelas saat ini kami masih bersama KBB,” kata Musthofa.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Boyolali, Tugiman B. Semita, tidak menampik rumor potensi perpecahan di KBB meskipun sejauh ini PKS tetap solid bersama KBB. “Kalau ada yang kemudian mau merapat ke PDIP tidak masalah. Kami tetap akan mengusung calon sendiri,” kata Tugiman, saat ditemui Solopos.com, di ruang kerjanya, Senin (22/6/2015).

Menyikapi rumor tersebut, PKS sudah berkomunikasi secara intensif dengan beberapa partai politik (parpol) yang dipastikan tetap bersama KBB memunculkan calon sendiri.

“Salah satunya dengan Partai Gerindra. Kemungkinan besar nanti kami akan mengusung Agus Purmanto [saat ini Wakil Bupati Boyolali],” jelas dia.

Menurut Tugiman, calon bupati alternatif selain yang diusung PDIP dan calon independen Cahyo Sumarso-Yakni Anwar, harus dimunculkan. Masyarakat harus diberi banyak alternatif pilihan. “Perlu ada figur baru. Pak Agus paling berpotensi karena kami menganggap Pak Agus adalah salah satu tokoh yang punya basis massa cukup besar. Selain itu juga agar pilkada tahun ini tidak hanya dua pasang calon,” jelas dia.

Masih Solid
Ketua DPC PKB Boyolali, Muhajirin, menyampaikan saat ini KBB masih solid dan sedang dalam proses seleksi calon bupati. Beberapa nama juga dikabarkan sudah mengembalikan formulir pendaftaran calon bupati ke sekretariat KBB, seperti Muhajirin, Fuadi, dan nama yang diusung Prabowo Center, Gombloh Sudjarwanto.

Namun Muhajirin juga tak menampik potensi perpecahan ditubuh koalisi jika pasangan calon yang diusung KBB tidak mendapat persetujuan atau kesepakatan dari DPP masing-masing parpol.

KBB terdiri atas enam partai yakni Partai Golkar, Partai Gerindra, PKS, PKB, PAN, dan Partai Demokrat. Partai-partai tersebut mayoritas menganut kebijakan linier dengan DPP.

“Kalau kami PKB Boyolali bebas berkoalisi dengan siapa pun karena jumlah kursi kami di DPRD di bawah 10%,” jelas Muhajirin.

Sebelumnya, Wakil Ketua Bappilu PDIP Boyolali, Seno Samodro, menyatakan siap menerima dukungan dari parpol lain tapi dengan catatan hanya mendukung dan tidak bisa mengusung posisi calon wakil bupati.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom