SOLOPOS.COM - Ilustrasi.

Pilkada Bantul masuk tahapan penyortiran surat suara

Harianjogja.com, BANTUL- Ratusan lembar surat suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tidak dapat digunakan. Baik karena sobek maupun terkena noda.

Promosi Jalur Mudik Pantura Jawa Makin Adem Berkat Trembesi

Selama dua hari pelipatan surat suara Pilkada Bantul, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menemukan sebanyak 342 surat suara yang tidak layak digunakan. Diantaranya sobek dan sebagian besar terkena noda tinda.

“Kalau sobek ini kemungkinan tergencet saat dikirim ke sini,” terang Ketua KPU Bantul Muhamad Johan Komara, Jumat (20/11/2015).

Sedangkan surat suara yang terkena tinta juga tidak dapat digunakan lantaran noda ditemukan di dalam kotak gambar pasangan calon (paslon). Baik di gambar paslon nomor urut satu Suharsono-Abdul Halim Muslih maupun nomor urut dua Sri Suryawidati-Misbakhul Munir.

“Kalau seandainya noda tinta yang cuma setitik itu berada di luar kotak masih bisa ditolerir, tapi ini di dalam kotak,” paparnya.

Pelipatan surat suara akan berlangsung hingga Minggu (21/11/2015). KPU bakal menghitung total surat suara rusak alias tidak terpakai dan meminta gantinya ke percetakan di Surabaya.

“Kami masih punya waktu untuk meminta surat suara pengganti. Itu proses cetaknya cepat,” papar dia.

Johan menambahkan, jumlah surat suara yang dikirim ke KPU Bantul telah sesuai dengan jumlah yang diminta. Bila kemudian hari ditemukan kelebihan surat suara karena ada pengiriman tambahan pengganti surat rusak, maka KPU akan memusnahkannya.

Pemusnahan surat suara yang berlebih disaksikan oleh kepolisian, Pantia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan sejumlah unsur pemerintah lainnya.

Komisioner KPU Bantul Divisi Logistik Didik Joko Nugroho mengatakan, ada sebanyak 710.656 lembar surat suara Pilkada berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Ditambah sebanyak 2.000 lembar surat suara cadangan sehingga total surat suara sah yang dikirim ke KPU sebanyak 712.656 lembar.

Selain itu kata Didik, juga dikirim template surat suara menggunakan huruf braile sebanyak 1.768 lembar untuk membantu pemilih tuna netra saat mencoblos.

“Jadi satu TPS [tempat pemungutan suara] diberi satu lembar template huruf braile [untuk membaca surat suara]. Template itu nanti dipakai bergantian oleh pemilih tuna netra,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya