Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jateng, Anik Sholihatun, saat memberikan pemaparan pada Rapat Koordinasi dengan Mitra Kerja Bawaslu Jateng di Hotel Patra, Kota Semarang, Selasa (27/8/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SEMARANG — Menjelang dimulainya tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah (Jateng) mengajak masyarakat untuk lebih giat dalam mengawasi pelaksanaan pemilu.

 Hal itu disampaikan Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan Antarlembaga Bawaslu Jateng, M. Rofiuddin, seusai menggelar Rapat Koordinasi dengan Mitra Kerja di Hotel Patra, Kota Semarang, Selasa (27/8/2019).

Rofiuddin menilai praktik politik dalam pemilu di daerah masih marak terjadi. Terbukti, pada Pemilu 2019 lalu pihaknya menemukan banyak kasus pelanggaran yang didominasi politik uang.

“Malahan ada tiga caleg yang menang pemilu ternyata kedapatan melakukan politik uang. Akhirnya mereka didiskualifikasi dan kemenangannya dibatalkan,” ujar Rofiuddin.

Rofiuddin menyatakan, kasus politik uang masih menjadi momok menakutkan bagi para peserta Pemilu. Kendati demikian, ia menyayangkan banyak masyarakat yang takut untuk melaporkan temuan kasus tersebut kepada pihak pengawas, baik di kecamatan maupun kabupaten/kota.

“Pilkada 2020 nanti kami sangat berharap kontribusi dari publik. Mata dan telinga Bawaslu sangat terbatas. Kami tidak ada gunanya bekerja keras kalau publik tidak terlibat,” ujar pria yang akrab disapa Rofi itu.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jateng, Anik Sholihatun, mengaku tugas Bawaslu di Jateng pada Pemilu 2019 terbukti cukup efektif dalam melakukan pengawasan. Hal itu dibuktikan dengan menurunnya tingkat pelanggaran yang dilakukan peserta pemilu.

“Tahun ini PHPU [Perselisihan Hasil Pemilihan Umum] di Jateng yang masuk ke MK sekitar 16 kasus dengan register 10. Jumlah ini menurun drastis, sekitar 62% dibanding PHPU pada Pemilu 2014,” ujar Anik.

Anik menambahkan keberhasilan menurunkan tingkat PHPU itu bukan sepenuhnya kinerja Bawaslu. Ada beberapa faktor yang menjadi pemicu, seperti teknis pelaksanaan pemilu yang berjalan sesuai dengan tahapannya, tingkat kepatuhan peserta yang meningkat, maupun keterlibatan publik. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten