Sudirman Said. (Bisnis-A. Azzam)

<p><strong>Solopos.com, SEMARANG &mdash;</strong> Calon gubernur Jawa Tengah <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said">Sudirman Said</a> menegaskan berbagai persoalan di provinsi penyelenggara pemilihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub) pada 2018 ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan swafoto atau <em>self photogrphy</em> (<em>selfie</em>) untuk kemudian diunggah di media jejaring sosial (medsos).</p><p>"Selesaikan persoalan bukan dengan <em>selfie</em>, tetapi memahami kepentingan masyarakat," kata Sudirman di Kota Semarang, Jateng, Senin (16/4/2018). Selain itu, imbuh dia, dalam mencari solusi atas persoalan &nbsp;yang dihadapi, pengambil keputusan harus masuk ke hingga inti masalah, tidak semata-mata di permukaan.</p><p>Pria lulusan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang kaya pengalaman menjadi eksekutif di sejumlah perusahaan terkemuka Indonesia itu lalu menjabarkan betapa salah satu hal yang dihadapi Jateng saat ini adalah persoalan manajerial dalam kepemimpinan. Ia menilai banyak program kerja yang bagus namun kedodoran dalam eksekusinya karena pemimpinnya tidak memiliki kemampuan manajerial yang memadai.</p><p>"Programnya baik, tapi eksekusinya kedodoran. Ini persoalan manajerial," tukas mantan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang di-<em>reshuffle</em> tak lama setelah mengungkap skandal Papa Minta Saham PT Freeport Indonesia ini.</p><p>Oleh karena itu, lanjut dia, persoalan yang dihadapi Jateng tidak bisa diselesaikan hanya dengan foto-foto, <em>selfie</em>, yang kemudian diunggah di media sosial. Menurut dia, masyarakat tak boleh terjebak dalam pencitraan yang dilakukan dengan memanfaatkan media sosial semacam itu.</p><p><a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said">Sudirman Said</a> lalu menjelaskan perbedaan antara pencitraan dan reputasi. "Reputasi dibangun dalam jangka panjang, bisa dilacak, dan dipertanggungjawabkan kepada publik. Sementara pencitraan merupakan bungkus yang tidak menggambarkan fakta yang sesungguh," katanya.</p><p>Terpisah, calon wakil gubernur <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910581/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-ida-fauziyah">Ida Fauziyah</a> menambahkan dalam membangun Jateng harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Ia melihat potensi peran perguruan tinggi untuk turut serta dalam menangani persoalan provinsi ini.</p><p>"Selama ini kampus tidak pernah diajak bicara untuk ikut dalam mencari solusi mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi," tukas mantan ketua umum Fatayat yang kini ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga (LKK) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini.</p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten