Target donasi di laman Sweranjateng.id. (Sweranjateng.id)

<p><strong>Solopos.com, SOLO</strong> &ndash; Demi menyokong biaya kampanye di Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) dalam rangkaian pilkada serentak 2018, pasangan calon gubernur-wakil gubernur (cawagub-cawagub) Sudirman Said-Ida Fauziyah mengharapkan bantuan dari rakyat. Dikabarkan tim pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah di halaman Facebook Dirman Ida, pasangan tersebut nyatanya telah meluncurkan laman <em>Saweranjateng.id</em>, Senin (9/4/2018), untuk menampung bantuan dari masyarakat.</p><p>Ditilik <em>Semarangpos.com </em>di laman tersebut, pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah menargetkan bantuan Rp1 miliar dari rakyat demi menyokong biaya kampanyenya di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018. Sehari setelah laman tersebut diluncurkan, tercatat sudah ada lebih dari Rp1 juta dana yang masuk.</p><p>Selain itu, juga dijelaskan penyaluran donasi akan ditutup 100 hari setelah laman tersebut diluncurkan. Berdasarkan penjelasan di laman <em>Saweranjateng.id</em>, penyaluran donasi dilakukan melalui transfer menggunakan akun rekening bank.</p><p>Donasi yang disalurkan bisa dimulai dari nominal Rp10.000. "Mustahil SSIF [Sudirman Said-Ida Fauziyah] bisa biayai sendiri untuk perubahan Jateng. Meski hanya untuk biayai tampil jadi gubernur Jateng. Dalam saweran ini, SSIF pun tak memberatkan. Saweran Rp10.000 untuk Jateng yang lebih baik," begitu penjelasan yang terdapat di laman <em>Saweranjateng.id</em>.</p><p>Meski demikian, Sudirman Said-Ida Fauziyah tak mewajibkan semua pendukungnya untuk memberikan donasi. "Maka siapa yang ingin Kartu Tani dihapus, ingin desanya punya Lumbung Desa, ingin punya pemerintahannya yang bersih dan jujur, maka pilihlah SSIF [Sudirman Said-Ida Fauziyah]. Syukur-syukur bisa saweran juga," lanjut pengelola laman tersebut.</p><p>Bantuan dari masyarakat untuk membiayai kampanye salah satu pasangan calon di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu diklaim akan membuat pasangan calon itu akan memiliki tanggung jawab moral lebih. "Dengan saweran ini, rakyat Jateng telah membiayai pemimpinnya. Maka ada tanggung jawab moral dari pemimpin yang diusung rakyat. Maka rakyat berhak menuntut \'kontrak sosial\' antara pemimpin dengan rakyat," pungkas penjelasan di laman <em>Saweranjateng.id</em>.</p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten