PILKADA 2018 : Kembangkan Pengawas Partisipatif, Bawaslu Jateng Pakai Ketentuan Pemantau Pemilu

PILKADA 2018 : Kembangkan Pengawas Partisipatif, Bawaslu Jateng Pakai Ketentuan Pemantau Pemilu

SOLOPOS.COM - Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jateng Fajar Subhi A.K.A.. (JIBI/Solopos/Antara/Istimewa)

Pilkada 2018 di Jateng bakal diawasi Bawaslu dengan mengembangkan pengawas partisipatif.

Solopos.com, SEMARANG — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah mengembangkan jejaring pengawas partisipatif untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018. Pola serupa diharapkan berlanjut dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.

"Setiap pemilih adalah pengawas pemilihan," kata Ketua Bawaslu Jateng M. Fajar S.A.K.A di Kota Semarang, Kamis malam, menjawab perlunya pelibatan masyarakat dalam pengawasan pemilu mengingat jumlah personel terbatas, baik bawaslu tingkat provinsi, kabupaten/kota, panitia pengawas pemilu (panwaslu) kecamatan, maupun panwaslu kelurahan/desa.

Fajar meminta masyarakat melaporkan kepada pengawas pemilihan terdekat jika mengetahui ada pelanggaran pada masa kampanye pemilihan kepala daerah yang dijadwalkan berlangsung 15 Februari sampai dengan 23 Juni 2018 ataupun tahapan lain pilkada serentak 2018 ini.

Ia menjelaskan bahwa landasan hukum dalam pelaksanaan pilkada serentak tahun ini adalah UU No. 8/2015 tentang Perubahan atas UU No. 1/2015 tentang Perppu No. 1/2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota menjadi undang-undang sebagaimana telah diubah dalam UU No. 10/2016.

Dalam UU tersebut terdapat ketentuan soal pelibatan masyarakat dalam pengawasan pilkada. Pasal 124 Ayat (1), misalnya, yang menyebutkan lembaga pemantau pemilihan wajib menyampaikan laporan hasil pemantauannya kepada KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota dalam waktu paling lambat tujuh hari setelah pelantikan pasangan calon terpilih.

Disebutkan pula dalam UU tersebut bahwa untuk menjadi pemantau pemilihan, lembaga pemantau mendaftarkan ke KPU provinsi untuk pemilihan gubernur/wakil gubernur dan kepada KPU kabupaten/kota untuk pemilihan bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota. Namun, lanjut Fajar, pelaksanaan pemilihan umum, baik Pemilu DPR, DPD, dan DPRD maupun Pemilu Presiden 2019, berpedoman pada UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum.

Fajar menegaskan bahwa pemantau pemilu adalah lembaga swadaya masyarakat, badan hukum, lembaga pemantau dari luar negeri, lembaga pemilihan luar negeri, dan perwakilan negara sahabat di Indonesia, serta perseorangan yang mendaftar kepada bawaslu dan telah memperoleh akreditasi dari bawaslu. Terkait aturan main mengenai pemantau pemilu ini, kata dia, bawaslu pusat telah mengeluarkan Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum No. 4/2018 tentang Pemantauan Pemilihan Umum.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Berita Terkait

Berita Terkini

Pasar, Pusat Kuliner, Hingga Sangiran Sragen Tetap Buka Saat Libur Lebaran

Sejumlah fasilitas umum dan pelayanan publik seperti pasar, tempat wisata dan Dispendukcapil Sragen tetap buka selama libur Lebaran.

Penanganan Covid-19 Jelang, Selama dan Setelah Libur Idul Fitri

Secara umum, tingkat kasus aktif Covid-19 dan kesembuhan di Indonesia masih lebih baik daripada global.

4 Orang Positif Tes Antigen, Mal Di Solo Boleh Tetap Buka

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Solo membolehkan mal dan pusat perbelanjaan tetap buka kendati ada empat orang yang positif tes antigen.

Di Usia 75 Tahun, Vespa Hadirkan 7 Warna Baru Penuh Gaya

7 warna baru yang menawan khusus untuk jajaran Vespa Primavera dan Vespa Sprint.

Tak Gelar Open House, Apa Agenda Wali Kota Solo Gibran dan Keluarga Saat Lebaran?

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan tidak akan menggelar open house baik di rumah dinas maupun balai kota pada Lebaran ini.

Ayo Kurangi Mobilitas, Demi Mencegah Persebaran Mutasi Virus Corona

Masuknya varian Covid-19 dari luar negeri telah menyebar di sejumlah daerah di Indonesia. Masyarakat pun diimbau untuk mengurangi mobilitas demi mencegah persebaran mutasi virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Rabu 12 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Rabu, 12 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

MUI Perbolehkan Salat Id Digelar Berjemaah, Begini Ketentuannya

Pelaksanaan salat Id hanya diperuntukkan untuk wilayah dengan status zona hijau.

Bawa Mobil Karatan, Wanita Cantik Ini Bagi-Bagi Duit & Sembako Di Solo

Seorang wanita cantik membagi-bagikan sembako dengan berkeliling menggunakan mobil pikap karatan di wilayah Kota Solo.

Pemkot Madiun Perbolehkan Masyarakat Gelar Salat Idulfitri

Wali Kota Madiun, Maidi, mengatakan salat Idulfitri boleh diselenggarakan di masjid-masjid dan harus mematuhi protokol kesehatan.

Juara Liga Italia, Inter Milan Malah Diterpa Krisis Keuangan

Wakil Presiden Inter, Javier Zanetti, mengakui ada masalah keuangan di klub. Dia juga mengatakan tak menutup kemungkinan jika Suning Grup selaku pemilik bisa melego klub.

Yussa Nugraha Kian Dekat ke Laskar Sambernyawa

Manajemen Persis dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan dengan penyerang 20 tahun tersebut.