Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah 2016-2021 Kukrit Suryo Wicaksono. (behance.net).jpg

<p><strong>Solopos.com, SEMARANG &mdash;</strong> Pilkada atau Pilgub Jateng 2018 dijadikan momentum Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah Kukrit Suryo Wicaksono untuk menyatakan sikap bahwa pengusaha tidak membutuhkan sosok gubernur yang suka marah-marah dan galak. Dunia usaha di provinsi ini, tegas Kukrit, lebih &nbsp;membutuhkan sosok gubernur yang komunikatif</p><p>Hal tersebut diungkapkan Kukrit saat memberk sambutan dalam kegiatan <em>Bussines Sharing: Mengenal Lebih Dekat <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said">Sudirman Said</a> dan <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910581/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-ida-fauziyah">Ida Fauziyah</a></em> di Semarang, Jateng, Selasa (17/4/2018). Menurut dia, komunikasi menjadi kendala utama hubungan antara pemerintah dan dunia usaha.</p><p>Jika Jateng dipimpin figur gubernur yang suka marah-marah dan galak, kata dia, maka akan berdampak dengan terhambatnya akselerasi terhadap sektor usaha. Padahal, imbuhnya mengingatkan, sektor usaha Jateng sejatinya berperan penting dalam menyokong perindustrian nasional. "Kami membutuhkan komunikasi intensif karena perubahan di dunia usaha begitu cepat," tegasnya.</p><p>Menanggapi masukan tersebut, calon gubernur Jateng <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said">Sudirman Said</a> menguraikan adanya tiga pilar yang menurutnya berperan vital dalam pembangunan, yakni pemerintah, pengusaha dan masyarakat. "Ketiganya harus saling berinteraksi untuk percepatan pembangunan," tutur mantan eksekutif di sejumlah perusahaan terkemuka Indonesia itu.</p><p><a href="http://semarang.solopos.com/read/20180414/515/910068/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-dan-sepak-terjang-sudirman-said">Sudirman Said</a> &nbsp;menilai memanusiakan pengusaha dengan mampu berinteraksi dan berunding merupakan kewajiban pemerintah. Mantan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini juga menyebut peran penting pengusaha dalam upaya pengentasan kemiskinan.</p><p>Menurut dia, masih ada 4,4 juta penduduk Jateng yang tergolong miskin. Investasi di sektor usaha, lanjut pasangan calon wakil gubernur <a href="http://semarang.solopos.com/read/20180416/515/910581/pilkada-2018-begini-riwayat-hidup-ida-fauziyah">Ida Fauziyah</a> ini, akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan sehingga derajat perekonimian masyarakat akan ikut meningkat.</p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten