PILKADA 2018 : Golkar Jateng Bantah Klaim Wali Kota Tegal
Ilustrasi pilkada serentak Jawa Tengah 2018. (JIBI/Semarangpos.com/Dok.)

Pilkada Kota Tegal 2018 menurut Partai Golkar Jateng belum tentu bakal diikuti incumbent atau petahana wali kota Tegal.

Solopos.com, SEMARANG —Partai Golongan Karya Jawa Tengah membantah klaim sepihak Wali Kota Tegal Siti Masitha yang mengaku mendapat restu dari Ketua Umum Partai Golkar Setyo Novanto untuk maju kembali sebagai calon incumbent atau petahana dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tegal 2018.

"Klaim bahwa dia direstui oleh Ketua Umum Setyo Novanto itu tidsk benar, sepihak, dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara keorganisasian," tegas Ketua DPD I Partai Golkar Jateng Wisnu Suhardono di Kota Semarang, Minggu (13/8/2017).

Menurut Wisnu, ia belum pernah diajak diskusi oleh DPP Partai Golkar secara kelembagaan tentang bakal calon yang akan diusung pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal (Pilwakot) 2018. Itu sebabnya, sebagai pimpinan tertinggi di Partai Golkar di Provinsi Jsteng, Wisnu merasa dilangkahi dengan klaim sepihak Wali Kota Tegal Siti Masitha yang berencana maju kembali dalam pilkada setempat.

"Sampai sekarang, dia sama sekali tidak pernah berkomunikasi dengan kami terkait dengan pencalonan dirinya, bahkan dia sudah mendaftar di DPD II Partai Golkar Kota Tegal dan berpasangan dengan Amir Mirzha," ujarnya.

Atas tindakannya tersebut, Wisnu menilai Wali Kota Tegal Siti Masitha tidak mengikuti mekanisme, prosedur, dan tatanan organisasi yang ada di Partai Golkar. Secara kelembagaan, kata dia, yang bersangkutan belum pernah berkomunikasi secara resmi dengan DPD Tingkat I Partai Golkar Jateng dan DPD Tingkat II Kota Tegal tentang rencana maju kembali pada pilkada atau Pilwakot Tegal 2018 itu.

"Ini bukan warung, harusnya ada komunikasi, koresponden karena ini adalah DPD Partai Golkar Jawa Tengah, DPD Golkar Kota Tegal. Jadi, harus ada prosedur dan tatanan yang harus dilalui, sesuai mekanisme," katanya dengan nada meninggi.

Kendati begitu, Wisnu mengungkapkan bahwa dirinya pernah bertemu secara pribadi dengan Siti Masitha dan yang bersangkutan menyampaikan secara lisan keinginan untuk maju pada pilkada atau Pilwakot Tegal 2018. Kala itu juga disampaikan niat berpasangan dengan Amir Mirza. "Niatan itu kemudian saya larang karena keduanya bukan orang asli Kota Tegal, saya khawatir akan muncul isu primordial pada Pilwakot Tegal mendatang," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho