Ida Fauziyah, Ganjar Pranowo, Sudirman Said, dan Taj Yasin (dari kiri ke kanan) makan bersama di warung nasi kucing di kawasan Pamularsih, Kota Semarang, Jateng, Kamis (19/4/2018) malam. (Instagram-@tajyasinmz)

<p><strong>Solopos.com, SEMARANG </strong>&ndash; Pasangan calon urut nomor dua pada pemilihan kepala daerah (pilkada) atau Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo dan Taj Yasin beda pendapat soal Debat Pilgub Jateng di Hotel Patra, Semarang, Jumat (21/4/2018).</p><p>Yasin menilai debat tahap pertama yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu tak memberi pengaruh yang signifikan pada tingkat elektabilitasnya di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng.</p><p>&nbsp;&ldquo;Elektabilitas itu sudah diukur. Bukan hanya melalui debat ini. Insya Allah kami akan selalu yakin dan meminta kepada Allah yang terbaik,&rdquo; ujar <a title="Yasin Akui Belum Kerja Kala Ida Cecar Dana Ponpes di Debat Pilgub Jateng" href="http://semarang.solopos.com/read/20180421/515/911814/yasin-akui-belum-kerja-kala-ida-cecar-dana-ponpes-di-debat-pilgub-jateng">Yasin </a>saat menanggapi pertanyaan wartawan saat sesi jumpa pers seusai Debat Pilgub Jateng.</p><p>Berbeda dengan Yasin, Ganjar menilai debat tersebut menjadi acuan publik untuk menentukan pilihannya pada pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018.</p><p>&ldquo;Debat kali ini saya senang dan bahagia. Kami menunjukkan debat yang mencerdaskan. Bagaimana tadi data ditunjukkan, terlepas setuju atau tidak, mudah-mudahan publik tercerdaskan dan mereka punyak sikap untuk memilah, kemudian memilih,&rdquo; terang Ganjar.</p><p>Dalam debat putaran pertama yang digelar KPU Jateng itu, baik <a title="Sudirman Anggap Hadapi Data Kosong, Ganjar Klaim Gagal Diprovokasi di Debat Pilgub Jateng" href="http://semarang.solopos.com/read/20180421/515/911819/sudirman-anggap-hadapi-data-kosong-ganjar-klaim-gagal-diprovokasi-di-debat-pilgub-jateng">Ganjar dan Yasin</a> saling adu argumen dengan rivalnya, Sudirman Said-Ida Fauziyah, mengenai visi misi. Kedua paslon juga unjuk program dalam mengatasi kemiskinan di Jateng.</p><p>Sudirman-Ida yang diusung Partai Gerindra, PAN, dan PKS banyak menyoroti tentang kinerja Ganjar yang hanya mampu menurunkan angka kemiskinan sekitar 2% selama memimpin Jateng.</p><p>Sementara, Ganjar-Yasin menilai janji <a title="Pilkada 2018: Nongkrong Bareng Ganjar Pranowo, Sudirman Said Pengin Pilgub Jateng " href="http://semarang.solopos.com/read/20180420/515/911649/pilkada-2018-nongkrong-bareng-ganjar-pranowo-sudirman-said-pengin-pilgub-jateng-adem">Sudirman-Ida</a> untuk menurunkan angka kemiskinan sebanyak 6% merupakan sesuatu yang mustahil diwujudkan. Ganjar juga menyoroti janji Sudirman yang mampu menciptakan 5 juta wirausaha baru selama lima tahun masa kepemimpinannya jika memenangi kontestasi pilkada atau Pilgub Jateng 2018.&nbsp;</p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten