Sudirman Said memberikan kuliah umum di Unissula, Kota Semarang, Jateng, Rabu (14/3/2018). (Istimewa/JIBI/Semarangpos.com)

Pilkada atau lebih tepatnya Pilgub Jateng 2018 tak melunturkan predikat Sudirman Said sebagai tokoh anti-korupsi Indonesia.

Solopos.com, SEMARANG – Sebelum menjadi calon gubernur (cagub) nomor urut 2 di Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah (Pilgub Jateng) dalam rangkaian pemilihan umum kepala daerah (pilkada) 2018, Sudirman Said kondang sebagai tokoh anti-korupsi di Indonesia. Maka, tak mengherankan jika saat tampil memberikan kuliah umum di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Kota Semarang, Jateng, Rabu (14/3/2018), soal korupsi pulalah yang dibahas salah seorang pendiri Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI) itu. Pada kuliah umum di salah satu kampus di Kota Semarang dalam masa kampanye Pilgub Jateng 2018 itu, Sudirman Said membeberkan pandangannya mengenai korupsi.

Di hadapan ribuan mahasiswa salah satu kampus di Kota Semarang tersebut, pria yang akrab disapa Pak Dirman itu menegaskan korupsi merupakan budaya kuno dan pasti akan ditinggalkan. Menurut cagub yang berpasangan dengan calon wakil gubernur (cawagub) Ida Fauziyah di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu, terdapat tiga pokok syarat kepemimpinan untuk mencapai keberhasilan.

Tiga hal yang menurut Sudirman Said dapat menjadi indikator khusus untuk segala tugas yang diberikan adalah kejujuran, kompetensi, dan keberanian. "Kalau ini terus dijaga, maka tidak perlu khawatir profesi apa pun akan selalu mendapatkan kesempatan untuk terus berbuat baik," katanya.

Mantan menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM) yang di-reshuffle dari kabinet Jokowi-JK sesaat setelah menguak skandal Papa Minta Saham PT Freeport Indonesia itu mengklaim korupsi yang sulit diberantas menyebabkan ekspresi keprihatinan masyarakat terkait korupsi semakin meningkat belakangan hari ini. "Tapi kita tidak boleh putus asa. Saya yakin, bukan korupsi yang semakin banyak, tapi pengungkapannya yang akan semakin banyak," ujar pria berkumis itu.

Pria kelahiran Brebes, 54 tahun silam itu juga mengklaim korupsi sempat sulit diberantas di masa lampau karena keterbatasan teknologi. Namun dengan kekuatan teknologi dan media sosial, lanjutnya, perbuatan korupsi semakin sulit dan wilayahnya semakin sempit.

"Sudahlah, korupsi itu masa lalu. Ibaratnya, nanti orang korupsi seperti naik sepeda motor. Dulu banyak yang tidak mengenakan helm. Tapi sekarang Keluar rumah harus pakai helm. Sekarang itu otomatis, jadi budaya. Dan korupsi akan menjadi seperti itu. Korupsi itu kuno dan harus ditinggalkan," tandas cagub nomor urut 2 di pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten