Tutup Iklan

PILKADA 2018 : APK Liar Marak di Karanganyar, KPU dan Panwaslu Tak Berkutik

PILKADA 2018 : APK Liar Marak di Karanganyar, KPU dan Panwaslu Tak Berkutik

SOLOPOS.COM - Alat peraga kampanye liar terpampang di jalan Solo-Karanganyar, Jaten, Karanganyar, Senin (29/1/2018). (Ponco Suseno/JIBI/Solopos)

Pilkada 2018, KPU dan Panwaslu Karanganyar tak berkutik menindak pemasangan APK liar.

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sejumlah alat peraga kampanye (APK) liar mulai marak dipasang di sejumlah lokasi strategis di Karanganyar dalam beberapa waktu terakhir. Kendati demikian, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Karanganyar belum dapat menertibkan APK liar itu sebelum memasuki masa kampanye.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di berbagai lokasi strategis di Bumi Intanpari, baik di perkotaan atau pun di perdesaan, sejumlah APK liar sudah marak terpasang di pinggir jalan. APK liar itus secara terang-terangan menampilkan wajah masing-masing pasangan calon yang akan bertarung di Pilkada 2018, yakni Juliyatmono-Rober Christanto dan Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih. APK liar itu didominasi baliho dan spanduk.

“Baliho atau spanduk yang sudah terpasang dalam beberapa waktu terakhir ini bukan termasuk APK. Saat ini kan belum ada penetapan pasangan calon dan belum berlangsung masa kampanye. Sewaktu melihat maraknya baliho dan spanduk seperti itu, kami kembalikan ke peraturan,” kata Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat KPU Karanganyar, Budi Sukramto, saat ditemui Solopos.com di Kantor KPU Karanganyar, Senin (29/1/2018).

Budi Sukramto mengatakan KPU Karanganyar bakal menyurati masing-masing pasangan calon atau tim suksesnya agar bersedia menurunkan APK liar yang sudah terpasang di masa kampanye. Di samping itu, KPU Karanganyar juga akan berkoordinasi dengan Panwaslu dan Satpol PP terkait rencana penertiban APK liar saat memasuki masa kampanye.

Baca:

Antisipasi Kampanye Hitam, Tim Patroli Dunia Maya Polres Karanganyar Sasar Medsos

TNI dan Polisi Karanganyar Matangkan Pengamanan Jelang Pilkada 2018

“Ketika sudah memasuki masa kampanye, kami akan menyurati masing-masing pasangan calon terlebih dahulu. Isinya agar masing-masing pasangan calon atau timsesnya bersedia menurunkan baliho atau spanduk itu. Kalau langkah itu tidak berhasil, kami akan menggandeng phak-pihak terkait untuk menurunkan spanduk atau baliho yang sudah terpasang sebelum masa kampanye itu,” katanya.

Budi Sukramto mengatakan KPU Karanganyar sudah mengatur pemasangan APK di masa kampanye Pilkada 2018. KPU Karanganyar bakal membatasi pemasangan APK di Bumi Intanpari. Nantinya, KPU hanya memasang lima baliho di lokasi strategis di Karanganyar kota, 20 umbul-umbul di 17 kecamatan, dan dua spanduk di 177 desa/kelurahan di Bumi Intanpari.

“Selain yang sudah ditentukan itu, pasangan calon atau timses dapat menambah baliho atau spanduk sesuai dengan ketentuan KPU, yakni maksimal 150 persen dari jumlah yang sudah ditetapkan. Kalau melebihi jumlah itu, baliho/spanduk yang tidak dilaporkan ke KPU akan diturunkan,” katanya.

Terpisah, saat Solopos.com menghubungi Ketua Panwaslu Karanganyar, Kustawa, ponselnya tidak aktif. Pesan singkat melalui Whatsapp (WA) juga tak direspons hingga Senin sore. Sebelumnya, Kustawa pernah menyampaikan penertiban APK liar di berbagai lokasi strategis Bumi Intanpari dapat dilaksanakan saat memasuki masa kampanye.

Sesuai jadwal tahapan Pilkada 2018, masa kampanye berlangsung 15 Februari-23 Juni 2018. “Penertiban APK liar akan dilakukan bersama-sama dengan pihak lain, seperti Satpol PP Karanganyar,” katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

20 Karyawan Pabrik Garmen Brebes Ketahuan Covid-19 Saat akan Perpanjang Kontrak

20 Karyawan pabrik garmen di Brebes diketahui terpapar Covid-19 saat hendak perpanjang kontrak. Akhirnya mereka tidak dipekerjakan.

Hendak Salip Motor Tapi Gagal, Mobil Sedan Terbalik di Karangdowo Klaten

Mobil sedan yang dikemudikan remaja Karangdowo, Klaten, terguling setelah menabrak pembatas jembatan. Pengemudi mobil hendak menyalip motor tapi gagal.

Menutup Objek Wisata saat Weekend hingga Aturan Baru Hajatan

Objek wisata tutup saban Sabtu-Minggu pada pekan pertama dan ketiga. Khusus hajatan, tamu luar kota wajib menunjukkan surat bebas dari Covid-19.

Umbul Susuhan Klaten Ditutup, Sejumlah Pengunjung Kecele

Sejumlah pengunjung Umbul Susuhan Klaten kecele karena objek wisata air itu tutup pada Sabtu (19/6/2021). Bupati Klaten memerintahkan seluruh objek wisata ditutup pada pekan I dan III tiap bulannya.

Bangunan Eks SDN 2 Kragilan Sragen Disulap Jadi Tempat Isolasi Berkapasitas 120 Orang

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, akan menambah kapasitas Technopark untuk isolasi pasien Covid-19. Jika masih kurang, Bupati juga menyiapkan gedung eks SDN Kragilan jadi tempat isolasi.

Waduh, Giliran Pegawai Setda Pemkab Wonogiri Terpapar Covid-19

Covid-19 mulai merambah Setda Wonogiri. Sejumlah pegawai di Setda Wonogiri terkonfirmasi positif Covid-19. Belum ada penutupan kantor kecuali Inspektorat.

BAN Peringatkan Pemangku Kepentingan: Akreditasi Bukan Syarat Penerimaan!

Penerapan kebijakan akreditasi sekolah/madrasah atau institusi/lembaga pendidikan untuk penerimaan dapat menutup kesempatan lulusan terbaik.

Wow! Followers Instagram Cristiano Ronaldo Tembus 300 Juta

Cristiano Ronaldo belum lama ini membukukan rekor mencetak 11 gol dari lima kali Euro dan menjadi pemain pertama yang mencetak gol di lima edisi Euro secara beruntun.

19 Bandar Narkoba LP Cipinang dipindah ke LP SMS di Nusakambangan

Kemenkum HAM memindahkan 19 bandar narkoba dari LP Cipinang ke LP Nusakambangan untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.

Semangat! Warga Lansia Sragen "Piknik” Naik Kereta Mini Demi Ikuti Vaksinasi

Warga lansia di lingkungan RT 007, Desa Tenggak, Kecamatan Sidoharjo, Sragen, menaiki kereta mini menuju puskesmas yang jaraknya 5 km.

Dikunjungi Airlangga Hartarto, Camat Jatinom Klaten Minta Mobil Ambulans

Camat Jatinom meminta ambulans kepada Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat berkunjung ke Klaten.

Targetkan Agustus Seluruh Warga Telah Divaksin, Pemkot Jogja Persilakan Swasta Ajukan Usulan Vaksinasi

Pemkot Jogja membuka lebar pintu bagi pihak swasta yang ingin melaksanakan vaksinasi Covid-19 mandiri. Pemkot menargetkan 17 Agustus 2021 seluruh warga Jogja sudah divaksin.