PILKADA 2018 : 3 Parpol Gagas Poros Baru demi Pilgub Jateng
Ilustrasi PPP, Partai Golkar, dan Partai Demokrat. (JIBI/Semarangpos.com/Bis)

Pilkada atau tepatnya Pilgub Jateng 2018 dijelang tiga parpol dengan mencoba merintis poros baru.

Solopos.com, SEMARANG — Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Golongan Karya (Golkar), dan Partai Demokrat menggagas poros baru menjelang pemilihan umum kepala daerah (pilkada) atau tepatnya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah (Jateng) 2018.

Ketiga partai itu mencoba mengusung pasangan calon sendiri sebagai alternatif pilihan bagi warga Jateng. Sejauh ini, sudah ada mantan Menteri Energi, Sumber Daya, dan Mineral (ESDM) Sudirman Said dan calon incumbent alias petahana Ganjar Pramono yang nyaring disebut masuk bursa calon gubernur.

"Bersama Golkar dan Demokrat, kami sepakat membentuk poros tengah," ungkap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Jateng Masrukhan Syamsurie di Kota Semarang, Jateng, Jumat (29/12/2017).

Ia mengklaim PPP saat ini terus menjalin komunikasi politik yang intens dengan Partai Golkar dan Partai Demokrat terkait dengan pembentukan poros tengah tersebut. Komunikasi politik itu diharapkannya membuahkan nama `alternatif calon gubernur dan calon wakil gubernur yang bisa menyangi calon yang diusung dua kekuatan politik yang sudah meramaikan bursa calon pilkada atau Pilgub Jateng 2018 saat ini.

Dua kubu yang telah meramaikan bursa pilkada atau Pilgub Jateng 2016 adalah koalisi Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang pasti mengusung Sudirman Said, serta kubu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang hingga kini banyak berharap mengajukan kembali nama Ganjar Pranowo sebagai calon gubernur.

Menurut dia, jika hanya ada dua pasang kandidat Pilgub Jateng 2018, pilihan masyarakat akan terbatas dan tidak dinamis. "Jika dilihat dari jumlah kursi kami [PPP, Partai Golkar, dan Partai Demokrat] sudah memenuhi syarat minimal 20 kursi untuk mengusung pasangan calon," ujarnya.

PPP tercatat memiliki delapan kursi di DPRD Jateng, sedangkan Partai Golkar memiliki 10 kursi, sementara itu Partai Demokrat memiliki sembilan kursi.

Ketua Harian DPD I Partai Golkar Jateng Iqbal Wibisono membenarkan akan membentuk poros tengah bersama PPP dan Partai Demokrat. Ia mengakui untuk menghadapi pilkada atau Pilgub Jateng 2018 itu, Partai Golkar harus keluar dari poros yang ada saat ini, yakni PDIP dan koalisi Partai Gerindra, PAN, serta PKS.

"Kami harus membuat poros baru, antara Golkar, Demokrat, dan PPP. Kami sudah sepakati," katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Tengah Rinto Subekti juga mengakui sedang mempersiapkan untuk membangun poros baru menyongsong pilkada atau Pilgub Jateng 2018 tersebut. “Kami terus berkomunikasi dan mematangkan agar poros baru ini segera terbentuk," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom