PILKADA 2015 : Begini Kisah Lengkap PDIP Gadang-Gadang Calon Pemimpin Soloraya
Ilustrasi pemungutan suara (JIBI/Solopos/Antara/Rahmad)

Pilkada 2015 akan digelar Desember mendatang, PDIP paling dulu menggadang-gadang calon pemimpin Soloraya.

Solopos.com, SOLO Calon wakil wali kota Solo dan wakil bupati Boyolali serta Sukoharjo dari PDIP akan ditentukan DPP PDIP bersama tiga calon bupati/wali kota yang sudah mengantongi rekomendasi DPP.

Rencananya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP menggelar rapat bersama F.X. Hadi Rudyatmo, Seno Samodro, dan Wardoyo Wijaya membahas penentuan wakil wali kota (cawawali) dan wakil bupati (cabup). F.X. Hadi Rudyatmo mengantongi rekomendasi DPP PDIP untuk maju sebagai calon wali kota di Pilkada Solo, Seno Samodro calon bupati Boyolali, dan Wardoyo Wijaya calon bupati Sukoharjo. Ketiganya merupakan incumbent/petahana yang kini menjabat di maisng-masing daerah.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDIP Solo, Putut Gunawan, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (21/6/2015), mengatakan penentuan cawawali menjadi otoritas DPP PDIP. Dia menyatakan ada empat kandidat wawali yang lolos tes dan sudah diserahkan ke DPP. Keempatnya yakni Hilmi Ahmad Sakdillah, Hartanti, Rahmad Wahyudi, dan Ginda Ferachtriawan. ”Semua kandidat memiliki peluang yang sama. Meski tidak menutup kemungkinan calon di luar itu,” kata Putut.

Putut mengatakan Rudy sebagai calon wali kota akan dimintai masukan ihwal siapa cawawali yang akan mendampingi dalam pilkada nanti. Saat ini, DPC masih menunggu surat rekomendasi resmi dari DPP PDIP. Kemudian DPC akan menyosialisasikan surat rekomendasi DPP PDIP kepada struktur partai hingga anak ranting.

Rudy Dipanggil DPP PDIP
”Wakil Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Perekrutan DPC PDIP Solo, Y.F. Sukasno, mengatakan calon wali kota F.X. Hadi Rudyatmo bakal dipanggil ke DPP PDIP untuk penentuan cawawali.

Terpisah, Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, mengatakan masih menunggu surat rekomendasi DPP PDIP ihwal penetapan dirinya sebagai cawali PDIP. Laki-laki yang biasa disapa Rudy itu mengaku baru mengetahui penetapan dirinya dari media massa. Namun, Rudy menyatakan siap jika menerima mandat dari partai untuk maju dalam pilkada nanti. ”Saya itu petugas partai. Kalau ditugaskan maju, ya saya siap bekerja. Kalau tidak, ya saya tetap bekerja memenangkan partai,” kata Rudy.

Ditanya mengenai penetapan cawawali, Rudy menyampaikan hal itu kewenangan DPP. Ihwal dirinya yang kan dimintai masukan penentuan cawawali, Rudy mengaku tidak pilih-pilih karena yang terpenting cawawali mendampingi memiliki jiwa melayani.

”Prinsipnya, ditugaskan dengan siapapun saya siap. Masukan saya nanti sifatnya hanya pertimbangan. Kalau memang diminta memberi masukan,’ kata Rudy.

Kunci Kemenangan PDIP
Pengamat politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo M. Jamin menyatakan cawawali yang diusung PDIP akan menjadi kunci kemenangan PDIP dalam Pilkada serentak Desember nanti. Cawawali PDIP memiliki posisi strategis yang harus dipertimbangkan sehingga diharapkan PDIP tidak salah dalam menetapkan cawawali. Meskipun, secara popularitas petahana lebih unggul dengan elektabilitas yang tinggi.

”Pak Rudy ini berasal dari kelompok nonmayoritas sehingga posisi cawawali strategis untuk memperkuat dukungan dalam pilkada nanti,” kata dia ketika dihubungi Espos, Minggu.

Apalagi kemungkinan besar pilkada Solo hanya diramaikan dua pasangan calon, yakni satu pasangan calon dari PDIP dan satu pasangan dari koalisi partai politik yang tergabung dalam Koalisi Solo Bersama (KSB). ”Akan terjadi head to head, dan isu dari nonmayoritas ini bisa dijadikan [senjata] lawan politiknya untuk menjatuhkannya,” kata dia.

Wakil Seno Samodro
Ketua DPC PDIP Boyolali, S. Paryanto, belum bisa memastikan nama yang paling berpeluang menjadi calon wakil bupati mendampingi calon bupati Seno Samodro. Calon wakil bupati akan dibahas dalam rapat pimpinan di DPP bersama calon bupati yang mendapat rekomendasi. Paryanto menjelaskan beberapa nama yang terjaring dalam seleksi calon bupati dan calon wakil bupati punya kesempatan dan peluang yang sama. Bahkan peserta seleksi calon bupati bisa menjadi calon wakil bupati.

Seperti diketahui, beberapa nama yang terakhir mengikuti seleksi calon bupati di DPD PDIP antara lain Joko Mulyono (PDIP Musuk), Sugiarto, Sudjarwo (akademisi), Said Hidayat (Bappilu PDIP Boyolali). Agus Purmanto (Wakil Bupati Boyolali saat ini) dikabarkan gugur karena tidak hadir pada fit and proper test. Selain itu, Kades Randusari, Teras, Satu Budiyono, terjaring dan mendaftar ke DPC PDIP untuk posisi calon wakil bupati.

”Ya, nama-nama itu semua berpeluang. Tetapi nanti nama ini digodok lagi di DPP. Mereka pasti akan ditanya kesediaannya apa mau jadi pendamping Pak Seno. Selain itu tidak menutup kemungkinan ada nama lain di luar itu," kata Paryanto.

Dia menegaskan pendapat calon bupati akan dipertimbangkan karena Seno harus punya pendamping yang sejalan dengan visi misinya. Sebelumnya Seno pernah menyampaikan PDIP akan maju secara mandiri sehingga pasangan calon bupati dan wakil bupati dari PDIP.

Wakil Wardoyo Wijaya
Sementara itu, sumber di internal DPC PDIP Sukoharjo menyebutkan ada beberapa nama yang dinilai pantas untuk mendampingi Wardoyo Wijaya dalam pilkada mendatang. Menurut salah satu pengurus DPC PDIP Sukoharjo yang enggan disebut namanya, salah satu calon wakil bupati yang paling kuat adalah Purwadi.

”Purwadi adalah salah satu nama yang paling kuat. Dia [Purwadi] adalah anggota Fraksi PDIP yang juga Ketua PAC PDIP Mojolaban. Dia sangat layak mendampingi Pak War [Wardoyo] dalam pilkada,” ujar pengurus DPC PDIP tersebut, Minggu.

Dia mengakui di internal DPC PDIP Sukoharjo, nama Purwadi paling ramai dibicarakan untuk menduduki calon wakil bupati. Namun demikian, hal tersebut tergantung keputusan DPP PDIP untuk menunjuk calon wakil bupati.

”Kami akan menerima siapa pun nama [calon wakil bupati] yang diputuskan DPP. Kami siap memenangkannya,” jelas sumber yang pernah menjadi anggota DPRD tersebut.

Bendahara DPC PDIP Sukoharjo, Nurjayanto, mengaku belum mengetahui calon wakil bupati yang diusung PDIP. Dia masih menunggu instruksi dari pengurus DPP PDIP. Nurjayanto mengungkapkan rekomendasi dari DPP PDIP hanya untuk calon bupati yakni Wardoyo Wijaya. (Hijriyah Al Wakhidah/Anton Wahyu P./Bony Eko Wicaksono/JIBI/Solopos)



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom