PILKADA 2015 :
Achmad Purnomo (JIBI/Solopos/Dok.)

Pilkada 2015 disongsong PDIP dengan mencalonkan lagi Achmad Purnomo sebagai cawawali dalam Pilkada Solo.

Solopos.com, SOLO — DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam rapat yang dipimpin langsung Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Kamis (25/6/2015) sore, memutuskan mencalonkan kembali Achmad Purnomo sebagai calon wakil wali kota (cawawali) Solo. Achmad Purnomo yang mengajukan diri sebagai calon wali kota menyebut rekomendasi DPP PDIP itu aneh.

Achmad Purnomo mengaku sedikit terkejut dengan kabar terbitnya rekomendasi DPP PDIP itu. Purnomo—sapaan akrabnya—malah belum mengetahui informasi tersebut. “Kalau saya yang dapat rekomendasi mestinya saya yang paling dulu dikabari. Memang DPP bisa mengubah segalanya. Dari luar calon pun bisa, karena itu hak DPP. Kalau betul seperti itu ya aneh!” kata Purnomo saat dihubungi Solopos.com, Kamis malam.

Purnomo enggan berkomentar banyak terkait kabar rekomendasi cawawali itu. Sebelumnya Purnomo menolak menjadi cawawali.

Itulah sebabnya, Achmad Purnomo mengaku tidak ingin berandai-andai dan memilih menunggu surat resmi dari DPP PDIP. "Saya belum mau komentar dulu. Belum ada informasi resmi dari manapun soal itu," kata Purnomo.

Wali Kota, F.X. Hadi Rudyatmo, dan Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo. (JIBI/Solopos/Dok.)
Wali Kota, F.X. Hadi Rudyatmo, dan Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo. (JIBI/Solopos/Dok.)

Patuhi DPP
Dia maju untuk Pilkada 2015 di Kota Solo sebagai cawali yang berkompetisi dengan calon incumbent wali kota F.X. Hadi Rudiyatmo dalam penjaringan cawali-cawawali di DPC PDIP Solo. Lagi pula, katanya, ia tak diundang tes seperti layaknya Rudy.

“Yang diundang kan hanya Pak Rudy. Ditunggu saja kalau betul. Saya tidak mau gege mangsa. Dalam penjaringannya kan saya cawali. Masa penjaringan DPP enggak ada gunakan atau gimana? Saya enggak ngerti. Kader PDIP harus patuh pada apa pun keputusan DPP,” ujar Purnomo yang kini masih menjabat Wawali Solo.

Sukasno Tak Tahu
Sementara itu, Wakil Ketua DPC PDIP Solo, Y.F. Sukasno, juga belum mendengar adanya informasi rekomendasi cawawali. Sukasno juga enggan menjawab persoalan lain yang berkaitan dengan rekomendasi cawawali itu.

“Saya masih mengikuti penjelasan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 52/2015 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2016 di Hotel Lorin Colomadu, Karanganyar,” ujar Sukasno.

Cawali PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, tak bisa dihubungi karena nomor telepon selulernya mati. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasti Kristianto dan Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryanto, juga tak mau mengangkat ponselnya kendati terdengar nada sambung. Bambang turut menjadi peserta rapat penentuan calon dalam Pilkada Soloraya itu, Kamis sore.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom