Ilustrasi surat suara (Bisnis-Dwi Prasetya)

<p><strong>Solopos.com, SOLO</strong> -- Warga Kampung Tapen dan Praon, Nusukan, Banjarsari, Solo, yang telah relokasi ke Jatirejo, Mojosongo, Jebres, lantaran terdampak proyek penanganan banjir Kali Anyar terpaksa balik lagi ke kampung lama mereka untuk mencoblos pada <a title="9 TPS Pilgub Jateng di Solo Rawan Gesekan" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180625/489/924101/9-tps-pilgub-jateng-di-solo-rawan-gesekan">Pemilihan Gubernur </a>&nbsp;(Pilgub) Jateng, Rabu (27/6/2018).</p><p>Mereka harus mencoblos di kampung asal karena belum mengurus administrasi kepindahan kependudukan. Salah satu warga terdampak, Nining Sri Rejeki, 49, mengatakan akan mencoblos di TPS wilayah Nusukan pada Rabu besok. Dua hari lalu, Senin (25/6/2018), dia sudah didatangi petugas KPPS dari kampung lamanya.</p><p>Petugas itu menyerahkan formulir C6-KWK sekaligus sebagai undangan untuk datang ke tempat pemilihan. Dulunya Nining merupakan warga RT 004/RW 005 Kampung Tapen, Nusukan.</p><p>&ldquo;Karena itu KTP untuk pindah kependudukan belum diurus, kalau ada urusan masih harus ke sana [Kelurahan Nusukan]," ujar Nining saat berbincang dengan <em>Solopos.com</em>, Selasa (26/6/2018) pagi di tempat tinggal barunya.</p><p>Warga lain, Lestari, 52, juga telah menerima formulir C6-KWK yang diantarkan petugas KPPS wilayah tempat tinggalnya dulu. Meski jauh, Lestari mengaku tak keberatan pulang ke Nusukan untuk mencoblos. &ldquo;Paling besok juga datang ke sana bersama-sama dengan yang lain,&rdquo; ucap Lestari.</p><p>Meski begitu Lestari dan Nining sama-sama mengaku belum mengetahui pasangan calon dalam <a title="Pilgub Jateng 2018: APK Milik KPU Solo Dicuri dan Dirusak" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180501/489/913662/pilgub-jateng-2018-apk-milik-kpu-solo-dicuri-dan-dirusak">Pilgub Jateng </a>tahun ini. &ldquo;Wah mau nyoblos siapa saya belum tahu, yang bisa dipilih siapa juga belum tahu, yang dipikirkan kini cuma bagaimana bisa membangun kembali rumah,&rdquo; ungkap Nining.</p><p>Nining mengatakan tak sempat mengikuti pemberitaan terkait pilgub. Situasi yang dialami keluarganya setelah relokasi ke Jebres membuatnya tak terlalu menggubris soal kampanye pasangan calon. Tempat tinggalnya di timur TPA Putri Cempo tak terjangkau spanduk-spanduk kampanye.</p><p>Lestari mengungkapkan hal serupa. Dia tidak tahu soal pasangan calon yang akan bersaing dalam <a title="Pilgub Jateng 2018: Solo Kekurangan 69.604 Surat Suara, Sukoharjo 1.025" href="http://news.solopos.com/read/20180527/496/918787/pilgub-jateng-2018-solo-kekurangan-69.604-surat-suara-sukoharjo-1.025">Pilgub Jateng</a> tahun ini. &ldquo;Besok itu pilihan apa, apa ya seperti Pak Rudy itu [pemilihan wali kota], atau milih siapa ya embuh,&rdquo; ucap Lestari.</p><p>Lestari bahkan tak tahu jenis pemilu yang akan diikutinya. Dia mengatakan ketidaktahuan itu dikarenakan tidak adanya sosialisasi dari instansi terkait. Tahun-tahun sebelumnya, rumah Lestari yang berdekatan dengan jalan raya membuatnya kerap melihat spanduk yang dipasang sebagai alat kampanye. &ldquo;Sekarang kondisinya beda, karena jauh jadi spanduk pun kayaknya enggak pernah lihat,&rdquo; kata Lestari.</p><p>Saat pencoblosan, Nining dan Lestari hanya akan mengikuti arahan dari petugas KPPS setempat. &ldquo;Biasanya kan nanti ada petugas kan yang mengarahkan,&rdquo; kata Lestari.</p><p>&nbsp;</p>

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten