Cagub Jateng Ganjar Pranowo mengunjungi PDM Sragen, Rabu (25/4/2018). (Solopos-Tri Rahayu)

<p><strong>Solopos.com, SRAGEN</strong> -- Kabar rencana silaturahmi calon gubernur (cagub) Ganjar Pranowo beredar secara mendadak di grup Whatsapp Muhammadiyah, Rabu (25/4/2018) pagi. Cagub nomor urut 1 di <a title="Pilgub Jateng 2018: Gakkumdu Sragen Sudah Tahu Aktor Pencurian APK" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180423/491/912281/pilgub-jateng-2018-gakkumdu-sragen-sudah-tahu-aktor-pencurian-apk">Pilgub Jateng 2018 </a>&nbsp;itu dijadwalkan hadir pukul 13.30 WIB kemudian diubah menjadi pukul 14.00 WIB.</p><p>Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) memerintahkan pengurus majelis, Aisyiyah, dan organisasi otonom lainnya supaya hadir untuk menyambut kedatangan gubernur Jawa Tengah periode 2013-2018 itu. Terik matahari masih menyengat kendati jarum jam menunjuk pukul 14.00 WIB.</p><p>Gedung PDM Sragen masih lengang. Dua orang pengurus PDM dan Nasyiatul Aisyiyah yang terlihat mondar-mandir di halaman dalam gedung itu. &ldquo;Pak Ganjar jadi datang?&rdquo; tanya salah seorang pengurus Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) <a title="Pilgub Jateng 2018: APK 2 Paslon di 4 Kecamatan Sragen Hilang" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180422/491/912061/pilgub-jateng-2018-apk-2-paslon-di-4-kecamatan-sragen-hilang">Sragen </a>&nbsp;kepada Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Sragen Laily Novrida.</p><p>&ldquo;Entahlah... belum ada kabar,&rdquo; jawab Laily.</p><p>Tak ada persiapan yang berarti di PDM. Para pengurusnya pun tak memakai baju seragam kebesaran Muhammadiyah. &ldquo;Sudah sampai Nguwer,&rdquo; ujar Sekretaris PDM Sragen Dodok Sartono.</p><p>Menjelang pukul 15.00 WIB, mobil berwarna putih memasuki halaman Gedung PDM Sragen. Seorang lelaki bertubuh tinggi, berambut putih, dan mengenakan baju putih keluar dari mobil itu. Ia tidak lain Ganjar Pranowo yang dinanti para pengurus PDM.</p><p>Ia disambut hangat dan masuk ke aula PDM. Ganjar datang hanya ditemani seorang ajudan. Tak ada tim sukses. Tak ada pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) <a title="Pilkada 2018: KPU Sragen Tetapkan DPT 763.367 Pemilih" href="http://soloraya.solopos.com/read/20180420/491/911594/pilkada-2018-kpu-sragen-tetapkan-dpt-763.367-pemilih">Sragen</a>&nbsp;yang mendampinginya.</p><p>Dodok membuka acara silaturahmi dengan sederhana. Tak ada mikrofon tetapi dengan bicara langsung seperti rapat-rapat pengurus majelis biasanya. Setelah salam, Ganjar membuka pembicaraan dengan curhatan.</p><p>&ldquo;Saya ini jadi orang susah. Saya dolan [bermain] ketemu PNS [pegawai negeri sipil] tak boleh berfoto bersama. Apalagi istriku itu juga PNS. Hla, istri saya itu hanya mengantar saya, kok dipanggil Panwas. Katanya PNS harus netral,&rdquo; ujarnya sambil berkelakar.</p><p>Pada tahun politik mendesak Ganjar sebagai cagub harus banyak bersilaturahmi. Ia sempat meminta izin kepada Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng K.H. Tafsir untuk bersilaturahmi ke PDM-PDM di Jateng. &ldquo;Mau dolan boleh? Nek dilokne dengaren, niku sing ga penak. [Kalau dikatakan tumben, itu yang tidak enak],&rdquo; ujarnya.</p><p>Ganjar berkisah tentang pertemuannya dengan K.H. Ahmad Syafii Maarif di Jogja beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut tak banyak bicara tentang konstelasi politik Pilgub Jateng 2018. Ganjar justru banyak belajar dari Buya Syafii Maarif. Setelah bicara itu, Ganjar juga berkisah tentang perkembangan teknologi informatika yang pesat di Indonesia.</p><p>Ia pun ingat kinerja yang dilakukan semasa masih menjabat Gubernur Jateng. Ia menggunakan media sosial seperti Twitter untuk sarana berkomunikasi dengan masyarakat secara langsung. Twitternya pun dia kelola sendiri.</p><p>Pertanyaan yang masuk dari masyarakat dia jawab sendiri meskipun pertanyaan itu masuk pukul 02.00 WIB. &ldquo;Banyak yang bilang saya ini kurang gawean gara-gara Twiteran,&rdquo; katanya.</p><p>Ganjar menutup ceritanya dengan menyampaikan prestasi Sragen yang memiliki Unit Pelayanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (UPTPK) yang menjadi inspirasinya. Ketua PDM Sragen Abdullah Affandi datang belakangan. Abdullah tak menduga silaturahmi Ganjar Pranowo ternyata benar terjadi.</p><p>&ldquo;Ini tenan pa ora, dengaren [Ini benar atau tidak, tumben]. Alhamdulillah ternyata betul. Muhammadiyah punya politik tetapi bukan politik praktis melainkan politik tingkat tinggi. Maksudnya memberi masukan kepada pemerintah terkait kebijakan. Kuncinya memperjuangkan agama Allah dan amar ma&rsquo;ruf nahi munkar,&rdquo; ujarnya.</p><p><br /><br /></p>

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten