Kategori: Pilkada

PILGUB DKI: Pengusaha Warteg Kecam Pernyataan Ahok


Solopos.com/JIBI/SOLOPOS/Antara
Basuki Tjahaja Purnama (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu)

JAKARTA--Pernyataan calon wakil gubernur, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menyatakan manajemen busway seperti warung tegal (warteg) menuai reaksi kelompok pengusaha rumah makan tersebut.

Ketua Koperasi Warteg, Sastoro mengatakan, pernyataan Ahok tersebut telah menyinggung perasaan para pengusaha warteg."Calon wakil gubernur nomor urut 3 seharusnya tidak asal bicara," kata kepada wartawan, Selasa (18/9/2012).

Pasalnya, tegas Sastoro, dengan melontarkan pernyataan tersebut, Ahok tidak mendukung ekonomi kerakyatan.

"Saya menduga Ahok juga tidak pernah makan di Warteg. Saya berharap beliau tidak asal bicara. Kalo ada manajemen perusahaan buruk langsung disamakan manajemen warteg," tegasnya.

Jika menilik pada manajemen, lanjut Sastoro, Ahok seyogyanya mengucapkan banyak perusahaan belajar dari manajemen warteg.

"Mana ada usaha yang seperti warteg. Meski harga kebutuhan pokok naik, pemilik tetap menjual makanan dengan harga murah," tuturnya.

Kecaman serupa dilontarkan oleh Ketua Komunitas Pedagang Warteg Jakarta, Nurul Hakim.

"Pernyataan Ahok sebagai pemimpin telah menghina pengusaha warteg yang menjadi ikon wong cilik," tegasnya.

Diyakini Nurul, sesungguhnya Ahok sadar, bahwa orang Tegal di Jakarta bukan sekadar mencari makan atau jabatan.

Tapi, menyajikan makanan ke warga dengan membuka usaha warteg. "Namun dengan mengatakan manajemen warteg itu buruk, maka seburuk pernyataan dia," paparnya.

Menurut Nurul, meski menjalankan usaha kecil sebagai pedagang warteg, namun orang Tegal tidak menjalankan bisnis rendahan dan haram.

"Kami tidak pernah merendahkan di media, bisnis kami halal dan memberikan lapangan pekerjaan untuk banyak orang, asalkan pekerja di Jakarta senang karena harga murah," paparnya.

Nurul menghimbau, kepada warga perantau asal Tegal dan warga pendatang umumnya untuk sadar dan bangkit dalam pertarungan bisnis di tingkat masyarakat bawah, demi kepentingan tanah air.

"Kami juga meminta pasangan Jokowi-Ahok untuk meminta maaf kepada masyarakat Tegal dan para pemilik Warteg," imbaunya.

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Mufid Aryono