Pikun, Warga Semanggi Solo Ditemukan Meninggal di Bawah Jembatan Mojo
Ilustrasi jenazah. (Solopos-Whisnu Paksa)

Solopos.com, SOLO -- Seorang pria lanjut usia warga RT 001/RW 004 Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Karmin Atmo Wiyono, ditemukan meninggal di bawah Jembatan Mojo, Jumat (18/1/2019), sekitar pukul 16.30 WIB.

Kakek-kakek berumur sekitar 86 tahun itu ditemukan tak bernyawa setelah sejak pagi tidak pulang ke rumahnya.

Ketua RT 001/RW 004 Kelurahan Semanggi, Suratman, menjelaskan jasad Karmin kali diketemukan oleh siswa-siswa SMA MTA Semanggi ketika mereka selesai bermain futsal. Lokasi tempat jenazah Karmin ditemukan dekat dengan lapangan futsal.

Korban ditemukan di bawah Jembatan Mojo di sisi utara. "Tadi pas diketemukan sudah hampir hanyut. Kemudian ditali sama warga pakai bajunya sambil di bawa ke daratan. Ditemukan dalam posisi tengkurap. Pas di balikkan badannya ternyata warga saya," jelas Suratman, Jumat.

Saat ditemukan, Karmin menggunakan baju batik berwarna merah hati dan celana pendek warna hitam. Begitu mengetahui ada jasad manudia, siswa-siswa yang pulang futsal tersebut langsung berlarian ke bawah jembatan dan menemui warga yang tengah menongkrong.

"Siswa-siswa tadi langsung memberitahukan bahwa ada mayat di bawah jembatan. Kemudian warga yang nongkrong di bawah jembatan langsung menghampiri dan ternyata menemukan korban benar-benar manusia yang tenggelam," ujar Suratman.

Sebelum ditemukan meninggal, ungkap Suratman, Karmin diketahui pergi pada pagi hari, tetapi tidak pulang lagi ke rumah. 

"Anak-anaknya juga sudah mencari bersama cucu-cucunya. Tapi nggak ketemu. Warga juga pada nggak tahu karena saat kejadian ada dua hajatan," ujar Suratman.

Setelah korban diangkat dari air warga langsung membawa jenazah ke rumah duka. Jenazah Karmin kemudian dibersihkan dari kotoran di sungai dan dimandikan. "Pemakaman dilakukan Sabtu [19/1/2019] sambil menunggu anaknya yang sedang berada di Jakarta," urai Suratman.

Dia mengatakan almarhum yang berusia sekitar 86 tahun tersebut dikenal sudah pikun.

"Almarhum kalau punya uang juga pengen jajan. Tapi karena kondisi sudah lanjut usia kadang kalau pulang suka lupa jalan," ujar Suratman.

Anak ke-7 Karmin, Sukino, mengatakan ayahnya tidak pulang sejak pagi. Biasanya almarhum hanya membeli nasi liwet dan setelah itu pulang ke rumah.

"Bapak biasanya duduk dekat-dekat rumah sambil ngeliatin anak-anak. Bapak kalau pergi biasanya langsung pulang. Kalau pulang jalannya deket-deket masih hafal, kalau sudah jauh ya lupa," ujar Sukino.

Pihak kepolisian dari Kepolisian Sektor (Polsek) Pasar Kliwon dan Koramil Pasar Kliwon juga sudah datang ke rumah duka setelah mendapatkan laporan dari warga. 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom