Pidato Kapolri Disoal, "Muhammadiyah Selalu Disebut Setelah NU Pun Tak Masalah"

Pidato Kapolri Disoal,

SOLOPOS.COM - Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir (kiri) didampingi mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Bambang Setiaji, memberi keterangan pers di ruang Rektor UMS, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (4/2/2018). (Solopos-Iskandar)

Haedar Nashir meminta pidato Kapolri tak lagi disoal. Muhammadiyah pun tak pernah mempermasalahkan jika selalu disebut setelah NU.

Solopos.com, SUKOHARJO -- Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, meminta semua pihak tidak terlalu mempermasalahkan pidato Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang dituding sebagian pihak tidak menganggap ormas selain NU dan Muhammadiyah.

Dalam hal ini, Haedar mengaku berkhusnuzan (berprasangka baik). Dia menduga Kapolri hanya berniat memberi apresiasi yang lebih tinggi. Sebagai perbandingan, Muhammadiyah pun juga tidak pernah mempermasalahkan jika organisasi tersebut selalu disebut setelah Nahdlatul Ulama (NU).

Pasalnya, dalam kehidupan sehari-hari hampir semua elite bangsa termasuk media massa lebih sering menyebut dua ormas besar yaitu NU dan Muhammadiyah. “Dalam hal ini penyebutannya selalu NU dulu, baru Muhammadiyah, kenapa?” kata Haedar saat menghadiri Kuliah Umum dan Launching Kuliah Jarak Jauh di Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Kamis (1/2/2018).

Padahal, ujar dia, kalau dilihat dari segi berdirinya, Muhammadiyah lebih dulu ketimbang NU. "Dari abjad lebih dulu M dibanding N. Dari besaran, tergantung dilihat dari sudut mana," ujar Haedar.

Namun dalam hal ini pihaknya tidak mempersoalkannya. Kadang mindset kita ini kan selalu organistik seperti itu. Karena itu, dia meminta persoalan ini dijadikan pelajaran bagi semua pihak, termasuk Kapolri. Baca juga: Haedar Nashir Sebut Muhammadiyah Tak Ingin Diistimewakan.

“Mungkin kekurangan Kapolri membuat exception bahwa hanya ada dua. Saya pikir ini soal apa ya, kesemangatan, dan kadang juga hal-hal yang stressing dalam lisan dan ucapan,” ujar Haedar.

Menurutnya, Muhammadiyah juga tidak ingin terlalu diistimewakan karena pihaknya mengakui seluruh bangsa ini mempunyai peran. Dia mengimbau agar persoalan ini digunakan sebagai pelajaran, karena selalu ada dalam perjalanan kehidupan kebangsaan ini ucapan-ucapan yang keliru, tidak, pas dan sebagainya.

Terkait hal ini, ujar dia, mungkin Kapolri perlu klarifikasi kepada sejumlah ormas yang ada. Di sisi lain dia berharap ormas-ormas tersebut menanggapinya secara proporsional dan tidak perlu menyuruh Kapolri meminta maaf.

“Ini bukan karena Muhammadiyah diuntungkan. Sebab orang lain mengakui Muhammadiyah atau tidak, kami akan berjalan terus. Seperti contoh tadi kami sering disebut nomor dua tapi tidak pernah komplain. Sudahlah, ini bagian dari hidup berbangsa,” ujar Haedar.

Berita Terkait

Berita Terkini

Setahun Proses Seleksi, 3 Jabatan Eselon II Pemkab Klaten Akhirnya Terisi

Bupati Klaten Sri Mulyani melantik tiga pejabat yang mengisi tiga jabatan eselon II yang selama setahun ini melewati proses seleksi.

Kisah ABG Klaten Terobos Penyekatan: Niat Beli Makan Ke Jogja, Pulang Jadi Tersangka

ABG Klaten yang nekat terobos penyekatan pemudik di Pospam Prambanan niatnya pergi ke Jogja untuk beli makan buat buka puasa.

Dikhawatirkan Picu Kerumunan, Pasar Tiban di Pekalongan Dibubarkan

Meningkatnya aktivitas warga menjelang Lebaran, terutama di Alun-alun Kota Pekalongan rawan memicu penyebaran virus corona.

Jadwal Imsak dan Magrib di Solo Hari Ini, Selasa 11 Mei 2021

Di bawah ini ada jadwal imsak dan magrib Kota Solo di Jawa Tengah hari ini, Selasa, 11 Mei 2021 dari Kementerian Agama atau Kemenag.

Warga di 12 Padukuhan di Sleman Dilarang Salat Id Berjamaah

Kalau sudah zona merah, salat Idulfitri baik di masjid maupun lapangan tidak dibolehkan.

Kemenag Jateng Sebut Sudah 300 Ulama Meninggal Akibat Covid-19

Data dari Kementerian Agama pusat ada 300 ulama yang meninggal akibat terpapar Covid-19 se-Indonesia.

Kemenhub Ungkap Potensi Warga Mudik Besok

Kemenhub memperkirakan aktivitas mudik bakal terjadi lagi, Selasa (11/5/2021) besok dan Rabu (12/5/2021) lusa.

Tambang Emas Longsor di Sumbar, 4 Meninggal

Asnedi mengatakan longsor di lokasi tambang itu bukan sekali ini terjadi. Sebelumnya, menurut Asnedi, lokasi tambang itu pernah longsor Januari lalu.

Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal, Dinkes Tracing Safari Dakwah

Dinkes Riau meminta puskesmas yang wilayahnya ketempatan safari dakwah Ustaz Tengku Zulkarnain segera melalukan tracing kontak fisik.

Mudik Dilarang, Pedagang di Madiun Ngeluh Pasar Sepi Jelang Lebaran

Jika dibandingkan dengan momen Lebaran tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kondisi pasar menjadi paling sepi.

Usulan Liga 1 Tanpa Degradasi, Presiden Pasoepati: Ini Kompetisi atau Tarkam?

Presiden Pasoepati, Maryadi Gondrong, menyayangkan munculnya gagasan kompetisi tanpa degradasi di Liga 1 maupun Liga 2. Menurut Gondrong, liga tanpa degradasi sama saja mengebiri ruh kompetisi.