Tutup Iklan
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). (Bisnis-Dedi Gunawan)

Solopos.com, JAKARTA - Sejumlah media internasional memberikan perhatian khusus terhadap pidato Presien Joko Widodo terkait rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan atau yang juga disebut Borneo oleh kalangan media asing.

Mulai dari ChannelNewsAsia.com (Singapura) sampai Aljazeera.com (Qatar), Bloomberg.com (AS) hingga South China Morping Post (scmp.com) yang berbasis di China turut memberitakannya.

Demikian juga dengan sejumlah media lokal Malaysia dan Asia Tenggara lainnya.

Nama Kalimantan menjadi salah satu trending topic di media internasional karena untuk pertama kalinya Presiden Jokowi secara resmi menyebutkan pulau tersebut sebagai calon ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Secara normatif ChannelNewsAsia.com misalnya, menulis rencana pemindahan itu dengan mengutip pidato Presiden Jokowi pada pidato bersama dalam rangkaian peringatan 74 tahun Indonesia merdeka di depan parlemen. 

Pemindahan ibu kota, ujar Jokowi, adalah untuk memaksimalkan potensi sumber daya alam termasuk kemampuan untuk mengekspor bijih nikel dan minyak sawit.

Harga komoditas tersebut termasuk kompetitif di pasar dunia seperti dikutip media berbahasa Inggris tersebut.

Sedangkan Bloomberg.com, menulis bahwa pemindahan ibu kota itu bertujuan untuk menghemat miliaran dolar AS dalam hal pengadaan tanah.

Situs web berbasis di New York itu menyebutkan bahwa calon kuat untuk dijadikan ibu kota Indonesia adalah Kalimantan Timur, yakni Kawasan Hutan Nasional Bukit Soeharto. 

Media tersebut mengutip Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor yang menyebut Kalimantan telah muncul sebagai pelopor untuk menjadi lokasi ibu kota baru Indonesia karena ketersediaan 68.000 hektar lahan di kawasan tersebut.

“Wilayah  Bukit Soeharto di Kalimantan Timur sekarang menjadi favorit di daftar pendek situs Presiden Joko Widodo, menurut Isran Noor.
Dengan akses mudah ke dua bandara internasional, wilayah itu juga memenuhi kriteria utama untuk ibu kota baru yang ditetapkan oleh presiden, termasuk sebagian besar bebas dari risiko bencana alam seperti gempa bumi atau banjir, kata Isran Noor."

"Saya telah berbicara dengan presiden dan dia mengatakan '90 persen akan di Kalimantan Timur,” katanya seperti dikutip bloomberg.com, Jumat (16/8). Selain itu, kawasan Bukit Soeharto itu berada di tengah-tengah wilayah Indonesia.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten