PIALA PRESIDEN 2018: Lagi, Berdalih untuk Jaga Diri Dua Suporter Bawa Senjata Tajam Ditangkap Polisi

PIALA PRESIDEN 2018: Lagi, Berdalih untuk Jaga Diri Dua Suporter Bawa Senjata Tajam Ditangkap Polisi

SOLOPOS.COM - Anggota Polresta Surakarta menunjukan senjata tajam yang dibawa 11 bonek yang ditangkap di sekitar Stadion Manahan Solo, Sabtu (3/2/2018) sekitar pukul 04.00 WIB. (Arif Fajar/JIBI/SOLOPOS)

Polresta Surakarta kembali mengamankan dua suporter yang membawa senjata tajam di sekitar Terminal Tirtonadi.

Solopos.com, SOLO—Polisi kembali menangkap dua suporter asal Surabaya yang kedapatan membawa senjata tajam di Jl Ahmad Yani dekat Terminal Tirtonadi Solo, Sabtu (3/2/2018). Selain itu polisi juga menangkap tiga bonek yang sedang mengkonsumsi minuman keras. Kedatangan suporter ini seiring dengan digelarnya partai perempat final Piala Presiden 2018 di Stadion Manahan, Sabtu-Minggu (3-4/2/2018).

Dari data yang dihimpun Solopos.com, dari tas kedua Bonek yang ditangkap di dekat terminal, polisi menemukan celurit dan sabuk gelang besi. Menurut pengakuan RZ dan GL senjata tajam dan ikat pinggang tersebut titipan lima temannya. (baca: PIALA PRESIDEN 2018: Bawa Senjata Tajam, Bonek Ditangkap Polres Surakarta

"Bukan milik saya, itu titipan lima teman saya yang katanya buat jaga diri kalau pulangnya nanti agar tidak ditodong," papar RZ di Mapolresta Solo, Sabtu siang.

Sebelumnya, Polresta Surakarta sudah menangkap 11 Bonek yang kedapatan membawa senjata tajam di sekitar Stadion Manahan, Solo, Sabtu pagi.

Senjata tajam yang dibawa suporter ini terdiri dari satu celurit, satu golok, satu pedang samurai, tiga pisau, tiga gunting, ikat pinggang, taring babi, dan tiga botol minuman keras.

"Para suporter yang membawa senjata tajam ditangkap pukul 04.00 WIB saat anggota kepolisian melakukan patroli dan sweeping di sekitar stadion Manahan Solo," papar Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo, melalui Kasatreskrim, Kompol Agus Puryadi.

Kasatreskrim menjelaskan para suporter yang ditangkap sebagian besar masih anak-anak usia sekolah dasar (SD) dan SMP, hanya satu yang berusia dewasa.

"Yang ditangkap masih kecil-kecil. Dari 11 suporter yang ditangkap hanya tiga yang usia sekolah. pengakuan mereka untuk menjaga diri," terangnya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Memoles Perhiasan Lama Terlihat Gilap Seperti Baru, Catat Tipsnya!

Memoles Perhiasan Lama Tampak Gilap Seperti Baru

Keracunan Massal Karangpandan: 29 Orang Masih Dirawat Di RS Dan Puskesmas

Sebanyak 29 orang dari total 55 korban keracunan massal Puntukringin, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, masih dirawat di RS dan puskesmas

Wisatawan Luar Daerah Boleh Piknik ke Objek Wisata Klaten Saat Lebaran 2021

Pemkab Klaten tidak membatasi daerah asal pengunjung yang ingin datang ke objek wisata di wilayah Kabupaten Bersinar saat Lebaran 2021.

Pemudik Ini Tiba-Tiba Kesurupan saat Dihentikan Petugas di Pos Penyekatan

Dalam video itu terlihat seseorang yang memakai ikat batik berteriak sambil melakukan gerakan tak biasa.

Mengenal Prepekan, Tradisi Berbelanja Jelang Lebaran di Pasar Tradisional

Dalam tradisi menjelang Lebaran di wilayah Sragen ada istilah yang dikenal dengan sebutan prepekan. Tradisi prepekan itu adalah tradisi orang Jawa berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran.

Plosorejo Karanganyar Sempat Masuk Zona Merah Covid-19, Ternyata Klaster Ini Penyebabnya

Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Karanganyar, sempat masuk zona merah risiko Covid-19 karena ada satu klaster dengan 18 kasus positif.

Ini Kriteria Botol Air Minum Kemasan yang Aman dan Sehat

Sebagai pembeli kita harus jeli memperhatikan kualitas botol air minum kemasan.

Zona Merah dan Oranye Dilarang Gelar Salat Id Berjemaah, Ini 12 Daerah Zona Merah di Indonesia

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan setiap kegiatan ibadah seperti salat tarawih, salat id, zakat, khutbah, dan iktikaf dilarang digelar di zona merah dan zona oranye.

Seorang TKW asal Bantul Meninggal di Taiwan, Disnakertrans Upayakan Pemulangan Jenazah

Disnakertrans Bantul berupaya memulangkan jenazah TKW yang meninggal di Taiwan.

2 Anak Terpapar Covid-19, Kasus Klaster Tarawih di Sambirejo Sragen Bertambah Menjadi 23 Orang

Dua orang anak di lingkungan klaster tarawih Desa Sambirejo, Kecamatan Sambirejo, Sragen, diketahui terkonfirmasi positif Covid-19.

Walah, 3 Perusahaan Di Klaten Ketahuan Bayar THR Berdasar Gaji Tahun Lalu

Tiga perusahaan di Klaten disurati Disperinaker lantaran membayar tunjangan hari raya atau THR karyawannya berdasarkan UMK tahun lalu.

Vaksinasi Covid-19 di Kudus Baru Mencapai 41,1%

Pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Kudus, hingga kini baru mencapai 52.273 sasaran atau 41,10 persen.