Dokumentasi bertahannya Persinga Ngawi atas Persiba Bantul dengan skor 1-1 pada laga Piala Kemerdekaan 2015 di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (18/8/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Regina Safri)

Piala Kemerdekaan, meski telah melakukan persiapan cukup lama, faktor kelelahan tidak bisa dihindari Persiba.

Solopos.com, BANTUL -- Padatnya jadwal pertandingan di babak penyisihan grup turnamen Piala Kemerdekaan mulai dikeluhkan sejumlah tim peserta.

Akibatnya, tim peserta turnamen tidak memiliki waktu cukup untuk recovery pemainnya. Hal ini berdampak pada penampilan skuat yang mengalami penurunan pada laga selanjutnya.

Salah satunya yang dialami oleh Persiba Bantul. Meski telah melakukan persiapan cukup lama sebelum ambil bagian di turnamen yang dihelat oleh Tim Transisi, namun faktor kelelahan akibat padatnya jadwal pertandingan tidak bisa dihindari.

"Dengan model jeda satu hingga dua hari antara satu pertandingan dengan pertandingan lain, tentu ini berpengaruh terhadap penampilan anak-anak. Lihat saja, tadi Ugik Sugiyanto dan Yanuar terlihat lelah," ungkap Sajuri, Kamis (20/8/2015) malam.

Meski demikian, Sajuri tidak bisa berbuat banyak. Hal ini dikarenakan jadwal tersebut sudah ditetapkan oleh Tim Transisi sebagai pihak penyelenggara turnamen.

Menurut Sajuri sejauh ini, Persiba telah melakoni tiga pertandingan dengan jarak antarpertandingan yang cukup dekat. Persiba sukses mengalahkan PSIR Rembang 2-0 pada pertandingan pertama, Sabtu (15/8/2015). Pada pertandingan kedua, Persiba ditahan Persinga 1-1, Selasa (18/8) dan menang 2-0 dari Persibangga, Kamis (20/8/2015). Sementara sisa laga yang masih harus dijalani oleh Persiba adalah melawan PPSM Sakti Magelang pada Minggu (23/8/2015) dan dijamu Persis Solo, Selasa (25/8/2015) di Stadion Manahan Solo.

"Untuk itu saat ini kami fokus pada pemulihan kebugaran. Kami maksimalkan waktu dua hari yang ada," ungkap Sajuri.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Pelatih Persibangga Purbalingga, Siswanto “Kancil”. Mantan Pelatih PSS ini mengakui bahwa timnya tidak memiliki waktu cukup untuk menyiapkan diri menghadapi turnamen.

Padahal, untuk bisa bersaing dengan tim lainnya, selain masalah taktik dan kebugaran, padatnya jadwal pertandingan juga harus dipertimbangkan. Alhasil, penampilan Persibangga di turnamen tidak maksimal.

Dari tiga kali laga yang telah dijalani, anak asuh Siswanto harus menelan pil pahit, karena selalu mengalami kekalahan.

"Faktor stamina memang berbicara. Apalagi kami bermain tidak hanya di Stadion Sultan Agung. Kami juga harus menjalani laga di Stadion Manahan [Solo] juga," kilah pelatih berlisensi A Nasional tersebut.

Keluhan terkait dengan padatnya jadwal pertandingan juga diungkapkan wakil peserta turnamen di Grup D. Padatnya jadwal membuat PSS Sleman tidak memiliki waktu cukup untuk melakukan recovery pemainnya.

"Beruntung pada pertandingan ketiga yakni melawan Persekap Pasuruan, kami punya jeda waktu tiga hari. Dua laga sebelumnya, yakni antara laga melawan Persepam dan Madiun Putera hanya berjarak dua hari," tandas Didik Listiyantara, arsitek Laskar Sembada.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten