Pialaeropa
Senin, 4 Juli 2016 - 01:00 WIB

PIALA EROPA 2016 : Wilmots Belum Mau Tentukan Nasib

Redaksi Solopos.com  /  Ahmad Baihaqi  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Marc Wilmots (REUTERS/Pascal Rossignol)

Piala Eropa 2016 diwarnai dengan tersingkirnya Belgia.

Solopos.com, VILLENEUVE D’ASCQ – Marc Wilmots meminta waktu untuk berlibur sebelum memikirkan masa depannya sebagai arsitek Tim Nasional (Timnas) Belgia. Pelatih berusia 47 tahun itu terancam kehilangan jabatannya setelah Belgia disingkirkan Wales dengan skor 1-3 di laga perempat final Euro 2016, Sabtu (2/7/2016) dini hari WIB.

Advertisement

Kendati demikian, Wilmots belum mau berpikir soal masa depan kariernya. Dia ingin berlibur sejenak untuk melupakan kegagalan di Piala Eropa 2016 sembari mempertimbangkan kelanjutan kariernya bersama Belgia.

“Saya akan mengambil sedikit liburan. Saya tidak akan membuat keputusan saat adrenalin masih terpompa. Saya membutuhkan waktu sejenak untuk berpikir,” kata Wilmots, seperti dilansir Dailymail.co.uk, Sabtu.

Kandasnya impian skuat berjuluk Setan Merah itu meraih trofi Euro pertama di Prancis membuat Wilmots panen kritik. Media massa Belgia pun beramai-ramai meminta Wilmots meninggalkan kursi pelatih.

Advertisement

“Aib bahwa seluruh bakat ini gagal berjuang untuk diri mereka sendiri. Setelah kekalahan memalukan ini, Wilmots tidak bisa terus menjadi pelatih,” serang surat kabar Het Laatste Nieuws.

Bukan hanya dari media massa, kritik untuk Wilmots juga bergemuruh di ruang ganti pemain. Kiper Chelsea, Thibaut Courtois, mempertanyakan kemampuan pelatih berdarah Belgia itu. Bukan kali pertama di turnamen ini, Courtois menilai taktik yang diterapkan Wilmots membuat tim gagal memaksimalkan potensi pemain berbakat seperti Eden Hazard, Kevin De Bruyne, dan Dries Mertens.

“Ini adalah sebuah peluang yang mungkin tidak bisa kami raih lagi. Saya memberi dia [Wilmots] opini saya di ruang ganti. Dia membuat keputusannya sendiri,” ujar Courtois, dilansir Metro.co.uk, Sabtu.

Advertisement

Kendati panen kritik, Wilmots masih berusaha tampil santai saat mengikuti sesi wawancara pascalaga. “Saya bisa memahami kekecewaan Thibaut [Courtois]. Dia bermimpi menjadi juara Eropa dan dia tidak lebih lama memiliki mimpi itu,” ujar dia menanggapi kritik Courtois.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif