Solopos.com, SOLO -- Stadion Manahan Solo menjadi satu dari enam stadion yang diajukan PSSI ke FIFA sebagai calon venue Piala Dunia (PD) U-20 2021. Solo belum bisa langsung dipastikan sebagai tuan rumah karena FIFA hanya akan memilih empat stadion dari enam yang diajukan.

Kalangan suporter sebenarnya menyambut baik Solo sebagai calon tuan rumah. Namun status calon tuan rumah PD U-20 juga mengundang ada kekhawatiran lain, yakni kemungkinan Persis Solo kembali tergusur dari Stadion Manahan.

Sesepuh Pasoepati, Mayor Haristanto, mengaku harap-harap cemas menanti keputusan resmi FIFA. Meski mendukung Solo sebagai tuan rumah PD U-20, Mayor mewanti-wanti agar ajang itu tak lantas menggusur Persis Solo dari Stadion Manahan.

Dia menilai bermarkasnya Persis di Manahan pada Liga 2 2020 bisa sekaligus menjadi edukasi publik untuk menonton PD U-20 dengan aman dan tertib. “Jangan malah dieman-eman, takut rusak. Justru ini menjadi momentum untuk edukasi dan sosialisasi bagi warga,” kata Mayor kepada Solopos.com, Senin (20/1/2020).

Sejumlah pendukung Persis Solo memang mulai khawatir klub kebanggaannya itu kembali jadi musafir karena rencana perhelatan PD U-20 di Stadion Manahan. Beberapa suporter akar rumput dari Tawangsari, Sukoharjo, dan Karangdowo, Klaten, pun mulai menumpahkan unek-uneknya lewat poster yang dipasang di lokasi publik.

Sejumlah suporter independen yang tergabung dalam Distrik 23 Tawangsari memasang poster bertuliskan “Kembalikan Persis ke Kota Solo, Bukan ke Kota Lain” di kawasan Tengklik, Tawangsari, Minggu (19/1/2020) malam.

“Kami berharap Piala Dunia bisa sukses, Persis juga tetap di Manahan. Jangan sampai ada yang dikorbankan,” ujar koordinator Distrik 23, Mardiono.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten