Tutup Iklan -->
Piala Dunia U-20, Kawasan Manahan Solo Steril Aktivitas Jual Beli
Stadion Manahan Solo. (Solopos-Sunaryo Haryo Bayu)

Solopos.com, SOLO — Stadion Manahan Solo telah ditetapkan menjadi satu dari enam stadion yang bakal menjadi venue Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia.

Berdasarkan kunjungan lapangan yang dilakukan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemerintah Kota (Pemkot) Solo diminta melakukan sejumlah pembenahan. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Solo, Joni Hari Sumantri, mengatakan, secara umum Stadion Manahan telah siap digunakan.

Desa Telukan Sukoharjo Siap Manfaatkan Kalimati Untuk Wisata Air & Kuliner

Kendati begitu, Pemkot tetap harus menata kawasan dan sisi di luar pagar kawasan. Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) dan PSSI, sambung Joni, membagi venue pertandingan menjadi tiga titik. Ring satu merupakan Stadion Manahan, ring dua adalah lingkungan di dalam pagar atau kawasan Manahan, dan ring tiga yakni lingkungan di luar pagar kawasan.

“Ring satu tidak ada masalah, sudah ready, ring dua pembenahan kawasan akan kami tunggu standarnya seperti apa dari pusat, PSSI, dan FIFA, sedangkan pada ring tiga perlu penanganan khusus karena menyangkut fungsi kawasan, ada kawasan berjualan dan sebagainya. Standarnya harus steril, jadi kami akan membahasnya lintas OPD (organisasi perangkat daerah), dan mengikuti arahan Wali Kota,” jelas dia, kepada wartawan, belum lama ini.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan penataan ring dua atau Kawasan Manahan telah dianggarkan di Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. Pemkot, sambungnya, fokus menata ring tiga atau lingkungan di luar pagar Kawasan Manahan.

“Sebenarnya kami akan menata selter Manahan pada 2021. Tapi, ternyata FIFA dan PSSI meminta selama enam bulan pelaksanaan Piala Dunia U20, lingkungan tersebut harus bebas aktivitas jual beli dan pedagang kaki lima,” kata dia.

Hafiz/Gloria Gagal Juara, Indonesia Tanpa Gelar di Thailand Masters 2020

Rudy mengaku belum memiliki rencana terkait pemindahan pedagang selter Manahan ke lokasi lain. Pihaknya terlebih dahulu akan mendata jumlah pedagang selter maupun PKL yang berjualan di belakang stadion.

“Kami hitung dulu kebutuhan anggaran di APBD Perubahan. Prosesnya masih lama, kan masih 2021. Jadi kemungkinan awal tahun depan. Sesudah Piala Dunia U-20 2021 selesai, tentu akan ada penyesuaian dengan rencana kami membangun selter tersebut,” ucap Rudy.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho