Piala Dunia U-20 di Indonesia Ditunda, Ini Tanggapan Pasoepati & Pecinta Bola di Solo
Warga menggunakan kostum tokoh Spiderman bermain bola bersama anak-anak saat car free day (CFD), di Jl. Slamet Riyadi, Solo, Minggu (26/1/2020). Aksi tersebut sebagai euforia warga Kota Solo menyambut terpilihnya Stadion Manahan Solo sebagai salah satu venue Piala Dunia U-20 pada tahun 2021 mendatang. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO — Sejumlah suporter dan pecinta bola di Kota Solo kecewa dengan agenda Piala Dunia U-20 2021 yang ditunda.

Momen tersebut memang sudah dinanti-nanti karena bakal berlangsung di Stadion Manahan, Solo. Meski demikian, para fans bola legawa mengingat Indonesia tetap dipercaya menjadi tuan rumah pada 2023. Mereka berharap dua tahun mendatang pandemi Covid-19 sudah reda sehingga turnamen bakal lebih meriah.

Sesepuh Pasoepati, Mayor Haristanto, mengaku sudah memprediksi Piala Dunia U-20 bakal ditunda lantaran pandemi tak kunjung surut di berbagai belahan dunia. Rasa waswasnya bertambah setelah sejumlah turnamen bola di Asia tahun ini diundur menjadi tahun depan.

3 Orang Meninggal, Kebakaran Indekos Gembongan Kartasura Diduga Karena Mesin Motor Dipanasi

“Jelas sedikit kecewa. PSSI dan pemerintah sudah all out menyiapkan semuanya. Warga Solo juga sudah menanti ada event kelas dunia di Stadion Manahan. Namun karena pertimbangannya kesehatan ya harus legawa,” ujar Mayor saat dihubungi Solopos.com, Jumat (25/12/2020).

Mayor melihat pengunduran jadwal turnamen dapat menjadi berkah. Pendiri Museum Titik Nol Pasoepati ini menyebut penonton bola dari penjuru dunia bisa berbondong-bondong ke Solo apabila pandemi Covid-19 sudah lewat.

“Daripada dipaksakan digelar 2021 tanpa penonton, efeknya jadi kurang terasa untuk Kota Solo. Yah mari kita berdoa tahun 2023 pandemi benar-benar bisa teratasi.”

Terlanjur Antusias

Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo, juga tak kalah kecewa saat mendengar Piala Dunia U-20 harus diundur tahun 2023. Sebagai salah satu tuan rumah, Aulia mengatakan suporter bola di Solo sangat antusias dengan perhelatan kelas dunia tersebut.

Namun dia mengakui faktor kesehatan menjadi pertaruhan apabila turnamen tetap digelar tahun depan. “Kalau lihat kondisi sekarang memang lebih baik ditunda. Persiapan atlet, sarana-prasarana bisa disiapkan lebih matang agar hasilnya maksimal sesuai harapan kita.”

Catat Ya, Naik Mobil Pribadi Tak Wajib Jalani Rapid Tes Antigen

Pecinta bola yang juga anggota DPRD Solo, Ginda Ferachtriawan, mengatakan Piala Dunia U-20 sejatinya dapat mendukung awal kebangkitan ekonomi Solo pada 2021. Apalagi pemerintah sudah berkomitmen mendistribusikan vaksin secara gratis tahun depan.

“Piala Dunia bisa menjadi pemantik percepatan ekonomi pascadampak pandemi tahun 2020. Namun kami menghormati keputusan FIFA. Seiring penundaan turnamen, saya harap venue di Solo dapat dioptimalkan untuk agenda lain yang bermanfaat bagi kota.”



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom