PHK Besar-Besaran Indosat dan Senjakala Layanan Telepon & SMS

Disrupsi teknologi mengancam keberlangsungan operator telekomunikasi. Kini, semakin jarang orang yang memanfaatkan layanan telepon dan SMS akibat gempuran instant messenging seperti WhatsApp yang menawarkan layanan lebih praktis dan hemat tentunya.

 ilustrasi layanan telepon dan SMS (Freepik).

SOLOPOS.COM - ilustrasi layanan telepon dan SMS (Freepik).

Solopos.com, JAKARTA – Dua dekade silam, layanan telepon dan short message service (SMS) masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat modern. Bagaimanapun, masyarakat kala itu banyak terbantu dengan layanan telepon dan SMS itu. Sampai-sampai ada kelakar yang mengatakan lebih baik perut lapar daripada kehabisan pulsa.

Namun, segalanya berubah sejak media sosial dan instant messaging berkembang dengan pesat dalam satu dasawarsa terakhir. Dewasa ini, aplikasi-aplikasi instant messaging atau mobile messenger amat digandrungi masyarakat dunia, termasuk di Indonesia. Masyarakat yang sebagian besar sudah memiliki smartphone menggunakan aplikasi-aplikasi ini sebagai sarana untuk mempermudah komunikasi. Lalu, benarkah layanan telepon dan SMS sudah memasuki masa senja?

Ilustrasi ponsel pada masa lalu yang biasa dipakai untuk mengakses layanan telepon dan SMS. (Antara/Didik Suhartono)

Saat ini penggunaan aplikasi instant messaging seperti WhatsApp dan Telegram jauh mengalahkan popularitas SMS. Kemunduran dari SMS yang kini sudah berusia 30 tahun sebenarnya sudah dirasakan sejak 2012 lalu. Kala itu, perusahaan riset Informa seperti dilansir dari AW The Online Bussiness menyebut penggunaan instans messaging jauh lebih besar ketimbang SMS.

Espos Plus Lainnya

+ PLUS Para Pahlawan Berhidung Tajam di Tanah Bencana

Anjing pelacak dari Polri ikut ambil bagian sebagai pahlawan berhidung tajam dalam proses pencarian jenazah korban gempa Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

+ PLUS Harta Karun Pasir Besi Lumajang dari Gunung Semeru

Erupsi Gunung Semeru menyisakan harta karun berupa pasir besi yang melimpah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

+ PLUS Nasi Rames, Sega Khas Jawa Sing Ora Mesti

Nasi rames adalah makanan khas Jawa Tengah yang kemungkinan sudah muncul sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia.

+ PLUS Alasan Upah Minimum Dinilai Kecil buat Tenaga Kerja di Indonesia

Upah minimum selalu menjadi perdebatan menjelang akhir tahun, karena menyangkut hajat hidup para pekerja.

+ PLUS Erupsi Gunung Semeru Sejak 1818 Sampai Sekarang

Gunung Semeru merupakan salah satu gunung api aktif tipe A yang tercatat mengalami erupsi kali pertama pada 1818.

+ PLUS Enam Sesar Aktif di Jawa Barat Simpan Potensi Gempa Bumi Magnitudo Besar

Jawa Barat memiliki enam sesar aktif yang berpotensi menyebabkan gempa bumi berkekuatan besar, salah satunya yang baru terjadi di Garut, Sabtu (3/12/2022).

+ PLUS Berhulu di Gunung Gajah Mungkur Wonogiri, Kali Oyo Surga Artefak Purba

Kali Oyo atau Oya berhulu di lereng barat Perbukitan Gunung Gajah Mungkur - Kukusan, Kecamatan Manyaran, Wonogiri, yang termasuk sungai purba dan mengandung artefak arkeologis yang kaya. 

+ PLUS Opioid Fentanil Ubah Jalanan Los Angeles bak Kota Zombie

Jalanan Los Angeles dipenuhi manusia mabuk bak zombie atau mayat hidup yang kecanduan fentanil.

+ PLUS Candi Borobudur Dikepung Empat Sungai, Empat Gunung, dan Sesar Gempa Aktif

Candi Borobudur memiliki potensi ancaman bencana alam tak sedikit, karena dikepung empat sungai, empat gunung, dan satu sesar aktif. 

+ PLUS Menjelajahi Geopark Dunia di 7 Geosite Wonogiri

Wonogiri menyimpan keindahan situs taman Bumi yang indah serta kekayaan arkeologi di zaman purbakala.

+ PLUS Jadi Video Terpopuler Youtube, Joko Tingkir Ngombe Dawet Penuh Kontroversi

Video musik Joko Tingkir Ngombe Dawet versi Yeni Inka dan Farel Prayoga berada di urutan ketiga video musik terpopuler Youtube tahun ini, meski liriknya penuh kontroversi.

+ PLUS Pengendalian IMEI Bikin Handphone Batangan Black Market Hilang di Pasaran

Penerapan pengendalian IMEI nasional membuat handphone atau ponsel batangan black market menghilang di pasaran.

+ PLUS Ladosan, Jamuan Makan Bak Raja di Pernikahan Wong Solo

Jamuan makan di pernikahan warga Kota Solo, Jawa Tengah, memiliki ciri khas tersendiri yang unik, yaitu melayani tamu seperti raja.

+ PLUS Menyusuri Rel Berusia 100 Tahun Rute Solo-Wonogiri

Sejarah mencatat jalur rel Solo-Wonogiri yang sampai saat ini masih berfungsi berusia sekitar 100 tahun.

+ PLUS Masa Depan Indonesia Cerah dari Energi Bersih

Sumber energi terbarukan yang lebih bersih di Indonesia sangat berlimpah dan belum dimanfaatkan dengan maksimal.

+ PLUS Poerwosariweg Kini Jl. Slamet Riyadi Belah Wilayah Mangkunegaran dan Kasunanan

Jalan Slamet Riyadi yang dahulu bernama Poerwosariweg membelah wilayah kekuasaan Kadipaten Mangkunegaran dan Kasunanan Keraton Surakarta.

+ PLUS Cianjur Sudah Sering Hancur Diguncang Gempa

Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merupakan zona rawan gempa yang telah sering kali rusak akibat bencana alam.

+ PLUS Gapura Mangkunegaran dan Kasunanan Surakarta Bertemu di Koridor Ngarsopura

Dua gapura baru bergaya Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran saling bertemu di perempatan Kawasan Ngarsopura dan Koridor Gatot Subroto Solo.

+ PLUS Deretan Penghuni Pertama IKN Nusantara

Inilah deretan orang yang akan menjadi penghuni pertama Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada 2024 mendatang.

+ PLUS Kupu-Kupu Malam Berperan di Era Revolusi Kemerdekaan

Presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno, menganggap jasa kupu-kupu malam sangat besar dalam revolusi kemerdekaan Indonesia.