Petugas Temukan Cacing Hati Dan Paru-paru Pneumonia Pada Hewan Kurban di Sukoharjo

Petugas yang mengetahui temuan tersebut meminta kepada mesyarakat agar membuang dan menimbunnya agar tak menimbulkan penyakit. Kepala UPT Rumah Potong dan Pusat Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Drh Leni Sri Lestari mengatakan ada sebanyak50-an orang petugas yang disebar ke masjid-masjid dan tempat penyembelihan hewan di Kabupaten Sukoharjo. Petugas tersebut disebar di 12 kecamatan. Dari hasil pemeriksaan petugas menemukan cacing hati dan paru-paru pneumonia di beberapa lokasi penyembelihan hewan kurban di wilayah Sukoharjo.

Petugas Temukan Cacing Hati Dan Paru-paru Pneumonia Pada Hewan Kurban di Sukoharjo

SOLOPOS.COM - Petugas Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo mengecek hati sapi kurban di Masjid Agung Baiturahman Sukoharjo pada Minggu (11/8/219). Dalam pengecekan itu petugas mendapati cacing hati pada sapi kurban tersebut.(Indah Septiyaning W./Solopos)

Solopos.com, SUKOHARJO – Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo menyebar petugas pemeriksa daging kurban (post mortem) ke sejumlah tempat penyembelihan hewan kurban pada Iduladha, Minggu (11/8/2019). Hasilnya petugas menemukan cacing hati dan paru-paru pneumonia di hewan kurban yang disembelih di sejumlah lokasi.

Petugas yang mengetahui temuan tersebut meminta kepada mesyarakat agar membuang dan menimbunnya agar tak menimbulkan penyakit. Kepala UPT Rumah Potong dan Pusat Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Drh Leni Sri Lestari mengatakan ada sebanyak50-an orang petugas yang disebar ke masjid-masjid dan tempat penyembelihan hewan di Kabupaten Sukoharjo. Petugas tersebut disebar di 12 kecamatan. Dari hasil pemeriksaan petugas menemukan cacing hati dan paru-paru pneumonia di beberapa lokasi penyembelihan hewan kurban di wilayah Sukoharjo.

Menurutnya, jeroan yang telah terinfeksi cacing hati akan berdampak buruk pada kesehatan jika dimakan. Karenanya tidak boleh diberikan kepada masyarakat. “Hati yang mengandung cacing sesuai prosedur dipisahkan dan dibuang dengan cara dikubur,” ujarnya ketika dijumpai wartawan saat melakukan pengecekan hewan kurban di Masjid Agung Baiturrahman.

Dia meminta kepada masyarakat agar lebih hati-hati saat memasak hewan kurban, terutama organ hati. Sebab, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukannya, masih ditemukan pada organ hati hewan kurban penyakit cacing hati. Selain itu paru paru hewan kurban yang berpenyakit pneumonia.

“Sebaiknya apabila sudah jelas ditemukan cacing, jangan dikonsumsi. Dibuang atau ditimbun. Karena meski dimasak dengan suhu tinggi tetap tidak mati,” katanya.

Apalagi, lanjut dia masih banyak masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan cacing hati di organ hewan kurban. Efek mengonsumsi cacing hati, awalnya tidak terasa apa-apa. Namun, lambat laun bisa membuat orang tersebut pusing dan mual-mual. Dia mengungkapkan cacing hati ini berasal dari pakan rumput yang tertempel cacing dan dimakan oleh sapi ataupun domba. Kondisi ini baru dapat diketahui ketika hewan kurban yang terinfekai cacing hati dipotong, sebab tidak bisa terlihat secara kasat mata.

Takmir Masjid Agung Baiturahman Sukoharjo Anwar Fauzi mengatakan ada temuan hati sapi yang mengandung penyakit cacing hati dan paru-paru berpenyakit pneumonia pada hewan kurban yang disembelih di masjid tersebut.

Temuan ini kemudian langsung disingkirkan dan dipendam sesuai dengan arahan dari pihak Dinas Pertanian dan Perikanan. Hal ini lantaran hati sapi yang ditemukan cacing hati tidak boleh dibagikan kepada masyarakat.

“Temuan cacing hati pada hewan kurban langsung kita kuburkan. Jadi tidak dibagikan ke masyarakat,” katanya.

Total secara keseluruhan jumlah hewan kurban yang disembelih pada Hari Raya Iduladha tahun ini ada delapan sapi dan sembilan hewan kambing. Daging kurban ini dibagikan kepada masyarakat sekitar masjid.

Berita Terkait

Berita Terkini

Seluruh Wilayah di Yogyakarta Masuk PPKM Level 4

Kegiatan nonesensial masih diwajibkan berlangsung secara virtual, aktivitas esensial diperbolehkan beroperasi sampai 50 persen.

Tekan Kematian Covid-19, Dinkes Jateng Sarankan Isolasi Terpusat

Dinkes Jateng meminta pasien Covid-19 untuk melakukan karantina di tempat-tempat isolasi terpusat yang sudah disediakan pemerintah.

Pasien Covid-19 Kini Lebih Cepat Meninggal, Ini Penyebabnya

Pasien sering terlambat dibawa ke rumah sakit hingga berujung meninggal dunia.

Serapan Anggaran Penanganan Covid-19 Plupuh dan Miri Sragen Rendah, Kenapa Ya?

Anggaran penanganan Covid-19 di dua kecamatan Sragen yakni Miri dan Plupuh, masih rendah, kurang dari 30 persen hingga awal Agustus ini.

Waduh, Tingkat Keterisian Bed RS Rujukan Covid-19 Klaten Masih Tinggi Lur!

Tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) RS rujukan Covid-19 Kabupaten Klaten hingga awal pekan ini masih tinggi.

Kena Prank Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel Memilih Berpikir Positif

Ada atau tidaknya dana Rp2 triliun tidak menyurutkan ikhtiar Polda Sumsel menanggulangi Covid-19.

Pasien Positif Corona Tanpa Gejala Sukoharjo Didorong Isolasi di 2 Tempat Ini

Pasien positif terpapar virus corona tanpa gejala atau bergejala ringan di Kabupaten Sukoharjo didorong menjalani isolasi di tempat khusus.

Ahli IPB: Harimau Tak Bisa Tularkan Corona ke Manusia

Kejadian penyakit pada hewan di berbagai belahan dunia sangat identik, yakni hewan tersebut tertular dari pemiliknya.

Pelayanan Kantor Kecamatan Jebres Solo Buka Lagi setelah Tutup karena 10 Pegawai Positif Corona

Pelayanan kantor Kecamatan Jebres, Solo, sudah kembali dibuka setelah sempat tutup beberapa hari karena sejumah pegawai terpapar Covid-19.

Kasus Covid-19 Tambah 22.404, Jateng Penyumbang Terbanyak

Dari kasus Covid-19 di Indonesia sebanyak 22.404 hari ini, Jateng berkontribusi 3.218.

Lima Makanan dan Minuman Ini Mampu Atasi Dehidrasi

Jangan abaikan rasa haus apalagi di musim kemarau, karena itu salah satu sinyal bahwa tubuh Anda sedang mengalami dehidrasi.

12 Daerah di Jawa-Bali Naik ke PPKM Level 4, Ini Daftarnya

Sebanyak 12 daerah naik ke PPKM Level 4, sembilan daerah turun ke PPKM Level 3, dan satu daerah turun ke PPKM Level 2.