Tutup Iklan
Petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo menyortir dan melipat surat suara pemilihan presiden (Pilpres) di Kantor KPU Solo, Selasa (19/2/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO-Komisi Pemilihan Umum (KPU)-pemilih-pemilu-2019-kota-solo-tambah-12.514-orang" title="Jumlah Pemilih Pemilu 2019 Kota Solo Tambah 12.514 Orang"> Kota Solo memulai penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu Presiden tahun 2019, Selasa (19/2/2019) siang. Sebanyak 16 personel staf Sekretariat KPU Solo dan tenaga dari luar dari kalangan mahasiswa memulai penyortiran dan pelipatan surat suara di Aula Kantor KPU Solo sekitar pukul 13.30 WIB. Kegiatan itu diawasi Bawaslu dan unsur kepolisian.

Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, saat diwawancara wartawan di sela kegiatan menargetkan penyortiran dan pelipata surat suara selesai pada Minggu (24/2/2019). “Kami kerahkan 16 orang dari staf sekretariat dibantu beberapa mahasiswa,” ujar dia.

Nurul menjelaskan penyortiran dan pelipatan surat suara Pilpres merupakan tahapan yang harus dilalui. Tujuan kegiatan tersebut untuk memastikan surat suara dalam kondisi baik dan siap pakai pada hari penyaluran suara pada 17 April 2019.

Menurut Nurul ada standar operasional prosedur (SOP) yang harus dipenuhi dalam penyortiran dan pelipatan surat suara Pilpres. Salah satunya petugas penyortir sudah berumur 17 tahun ke atas dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP).

Selain itu petugas menggunakan ID card, tak boleh membawa ponsel atau kamera, serta tak membawa makanan atau minuman. Selama kegiatan penyortiran dan pelipatan surat, petugas dilarang keras memotret close up surat suara.

Hal itu untuk mengantisipasi beredarnya foto -kpu-tandai-caleg-mantan-napi-korupsi-di-surat-suara" title="Kejutan! KPU Tandai Caleg Mantan Napi Korupsi di Surat Suara">surat suara di media sosial (medsos) sehingga memungkinkan pihak tak bertanggung jawab melakukan pemalsuan. “Teman-teman wartawan juga tak boleh memotret close up surat,” pesan dia.

Nurul juga mengingatkan para petugas sortir agar menjaga kebersihan tangan agar surat suara tidak rusak saat disortir dan dilipat. “Jangan lupa isi juga buku kendali. Sudah berapa surat suara yang disortir agar bisa kami rekapitulasi,” imbuh dia.

Sedangkan surat suara dinyatakan rusak atau tidak layak pakai bila ditemukan dalam kondisi tersobek, tercoblos, tulisan dan warna tak rapi. Surat suara yang dinyatakan rusak akan dikumpulkan dan dimusnahkan disaksikan pihak terkait.

“Khusus penyortiran dan pelipatan surat suara pilpres kami gunakan tenaga teman-teman KPU dan mahasiswa. Sedangkan untuk jenis surat suara lainnya, kami akan libatkan masyarakat, PPK dan PPS, serta staf Sekretariat KPU,” sambung Nurul.

Sedangkan petugas Divisi Pengawasan, Hubungan antar Lembaga Bawaslu Solo, Muh. Mutaqin me nilai SOP penyortiran dan pelipatan surat suara Pilpres 2019 oleh -solo-serahkan-alat-peraga-kampanye-peserta-pemilu-yang-memasang" title="KPU Solo Serahkan Alat Peraga Kampanye, Peserta Pemilu yang Memasang">KPU Solo sudah dijakankan dengan baik. Dia berharap tak ada penyimpangan.

Mutaqin menyarankan agar KPU disiplin menegakkan aturan main atau SOP penyortiran dan pelipatan surat suara Pilpres 2019. Salah satunya agar siapa pun yang masuk ke ruang penyortiran dan pelipatan agar memakai ID card.

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten